Lifestyle

Mau Kuku Tetap Oke? Ini Tips Pakai Gel Nail Polish yang Beda Dengan Kuteks Biasa

Kezia Kevina Harmoko

Posted on September 26th 2020

(Pixabay)

Buat cewek-cewek yang bosan di rumah aja, sudah ngapain aja nih? Mengubah potongan rambut? Coba warna rambut baru? Atau, sibuk manicure biar kuku cantik? Yup, mumpung lagi di rumah aja, nggak ada salahnya ya kan berkreasi sama kuku kita.

Salah satu produk andalan mempercantik kuku adalah gel nail polish. Berbeda dengan kuteks biasa, cat kuku satu ini punya kandungan yang lebih kuat dan hasil yang glossy, sehingga jauh lebih kuat ketahanannya dari kuteks biasa.

Dilansir dari Teen Vogue, karena lebih kuat dari kuteks biasa, gel nail polish bisa membahayakan kuku lho kalau penanganannya kurang tepat. Biar kuku tetap sehat, simak deh tips dari Dr. Chris Adigun, dermatolog yang fokus ke kesehatan kuku, tentang gimana cara memakai cat kuku jenis ini biar kuku tetap aman!

1. Beri waktu kuku untuk bernafas

Mau pakai kuteks gel atau yang biasa, semuanya bisa melemahkan kuku dengan kandungannya. Mangkanya penting banget buat memberi kuku kita “istirahat” minimal dua minggu sekali. Kalau kita menggunakan kuteks lebih lama dari itu, masalah seperti kuku terkelupas, menipis, berubah warna, bahkan yang paling parah adalah tumor, bisa terjadi.

Ini kaeena lapisan kuteks menutup kuku sehingga nggak bisa mentransfer oksigen. Pokoknya, harus banget kasih waktu kuku kamu untuk beristirahat dulu deh biar tetap terhidrasi dan memperbaiki diri.

2. Jangan kelupas lapisan kuteks

Kalau nail polish yang menempel di kuku kita mulai mengelupas, pasti tergoda deh buat mencabut lapisan tersebut biar hilang. Tapi ternyata, tindakan ini bisa merusak kuku lho! Ketika kita mencabut lapisan kuteks tersebut, lapisan kuku juga ada yang tercabut dan kerusakan ini bisa makan berbulan-bulan untuk kembali normal. Lalu, air juga dapat dengan mudah meresap ke kuku dan mungkin membawa bakteri atau jamur. Bisa jadi malah berubah jadi penyakit deh.

3. Perhatikan kandungan kuteks

Ada beberapa kandungan kimia yang berbahaya untuk kuku bahkan tubuh lho dalam kuteks. Ketika membeli atau menggunakan nail polish, pastikan nggak ada zat formaldehyde, toluene, and dibutyl phthalate (DBP) di dalamnya. Zat-zat tersebut dapat menyebabkan inflamasi, mengganggu kerja hati dan kelenjar tiroid lho!

4. Hindari mandi air panas

Musuh terbesar gel nail polish adalah air panas. Kalau kamu suka mandi air panas apalagi di bathtub dengan waktu lama sebaiknya hindari dulu kalau lagi pakai cat kuku satu ini. Kalau bisa, gunakan juga sarung tangan ketika mencuci piring.

5. Batasi paparan lampu UV

Gel nail polish biasanya dikeringkan dengan lampu khusus, beda dengan kuteks biasa yang bisa kering hanya dengan udara. Paparan sinar lampu khusus ini yang bikin lapisan kuteks gel kuat dan tahan lama. Biasanya ada dua jenis lampu yaitu UV dan LED. Menurut Dr. Adigun, keduanya tetap menggunakan pancaran sinar UV yang bisa membahayakan kulit, walaupun jenis LED memakan waktu lebih singkat. Jadi, lampu LED memancarkan UV lebih sebentar sehingga potensi dampak buruknya lebih sedikit.

Dermatolog tersebut menyarankan untuk menggunakan sunscreen yang mampu menangkal sinar UVA/UVB. Memang agak repot, tapi sinar UV bisa berbahaya bagi kulit dalam jangka panjang. (*)

Related Articles
Hobi
Kuku panjang Lagi Ngetren, Ada Dampaknya Buat Kesehatan Tubuh Nggak Sih?

Lifestyle
Kenapa sih Interaksi Online Gak Bisa Memuaskan Seperti Interaksi Langsung?

Lifestyle
Tren Mencampur Sampo dengan Kopi, Apa Benar Bisa Mengurangi Rambut Rontok?