Lifestyle

Sering Merasa Gelisah? Hilangkan 5 Mindset Negatif Ini Untuk Lawan Anxiety

Kezia Kevina Harmoko

Posted on September 26th 2020

(Healthline)

Memang banyak banget hal-hal yang bisa bikin kita gelisah, apalagi di masa pandemi seperti sekarang. Yang dulunya nggak gampang merasa cemas, sekarang suka overthinking mengenai banyak hal. Mungkin kesehatan, pendidikan, finansial, masa depan dunia—dan banyak lagi.

Biasanya, persaaan cemas atau khawatir ini disebut juga sebagai anxiety. Perasaan ini normal muncul dan memang menjadi salah satu fitur tubuh kita agar lebih waspada tentang suatu hal yang mungkin membahayakan kita.

Tapi, kalau sudah berlebihan, anxiety bisa berubah menjadi gangguan kecemasan alias anxiety disorder. Nah, biar kita nggak memperburuk rasa cemas kita, psikolog bernama Melanie Greenberg yang dilansir dari Psychology Today membagikan beberapa hal yang harus kita hilangkan dari pikiran kita. Apa aja tuh? Yuk simak!

1. Waspada yang berlebihan

Ketika kita cemas, kita berpikir tentang bagaimana segala sesuatu bisa berubah jadi buruk. Kita hidup di putaran pikiran “gimana kalau…”. Masalahnya, ketika kita terus fokus ke sesuatu yang mengncam, kita juga mengarahkan otak kita untuk merasa cemas dan gelisah.

Untuk melawan bayang-bayang ini, kita harus menaruh perhatian kita ke sesuatu yang positif dan nggak mengancam diri. Cukup hal-hal sederhana, misalnya pergerakan ikan cupang warna-warni yang kamu punya, semangkuk mi instan yang enaknya tiada tara, atau hal-hal lain.

Fokus ke hal-hal yang bisa dirasakan indra (melihat, meraba, mencium, mendengar, merasa) bisa menenangkan lho. Setiap pikiran kita mulai jalan-jalan ke dunia “gimana kalau…” coba alihkan pikiran dengan melibatkan indra untuk tetap berada di masa sekarang

2. Menganggap sesuatu yang ambigu pasti mengancam kita

Kadang, kita punya perhatian lebih terhadap hal yang negatif daripada yang positif padahal kemungkinan yang positif terjadi lebih besar. Susah banget deh buat fokus ke hal yang baik ketika kita punya anxiety.

Satu-satunya cara buat menghilangkan rasa cemas kita adalah berusaha melihat ke kemungkinan positif, bukan hanya yang negatif. Ambil waktu untuk melihat dari sudut pandang yang lebih luas. Segala hal bisa terjadi, termasuk hal baik. Kalau kata Newt Scamander sih, “worrying means you suffer twice!” karena yang dikhawatirkan belum pasti terjadi.

3. Melebih-lebihkan kemungkinan hal negatif bakal terjadi

Memang dalam hidup pasti ada seusatu yang buruk terjadi. Pasti. Tapi, bukan berarti semua hal tersebut adalah ancaman dan kita harus berusaha dengan semua tenaga kita untuk mencegahnya.

Bukan berarti nggak usah dicegah, melainkan kita juga harus melihat ke bukti-bukti nyata yang sudah terjadi. Seberapa mungkin sih kita bakal dirampok di area yang penuh CCTV? Seberapa mungkin sih kita sakit karena nggak minum jus sawi tiap hari? Biarkan fakta dan data yang memengaruhi pengambilan keputusan kita, bukan anxiety.

4. Nggak perhatian sama sinyal aman

Sinyal aman adalah pertanda kalau kondisi kita gak berbahaya, atau bahaya sudah selesai, atau kita terlindungi. Misalnya kita takut naik taksi karena khawatir sopirnya ugal-ugalan, padahal si sopir sudah puluhan tahun berpengalaman sebagai sopir taksi. Mungkin ada yang takut berenang karena hampir tenggelam pas masih kecil, walaupun lautannya sekarang tenang dan sudah bukan anak kecil lagi. Sebenarnya ada bagian di otak kita yang bisa mendeteksi sinyal aman ini namun kalau kita punya gangguan kecemasan, mungkin fungsinya kurang optimal.

Biar kita bisa melawan pikiran negatif ini, terus berusaha untuk fokus ke hal-hal yang membuat kita aman. Pikirkan bagaimana kita punya kemampuan untuk menjaga diri kita sendiri. Mungkin kita pengalaman buruk yang bikin trauma di masa lalu dan memang bisa memengaruhi diri kita sekarang. Tapi, pikirkan juga hal-hal apa aja yang sudah berbeda sekarang dan bisa membuat kita merasa aman.

5. Menghindar

Ini pilihan paling mudah dan terlihat paling baik. Kita cemas bakal gagal dalam hubungan, mangkanya kita hindari aja. Kita cemas kalau bakal ditolak gebetan, jadi menghindar aja. Kita takut dicap bodoh ketika bertanya, mangkanya kita diam aja.

Memang sih ketika kita memilih untuk menghindar, kita merasa lega dan jadi lebih tenang. Tapi menghindar bikin anxiety memburuk karena kita nggak akan pernah sadar kalau apa yang kita takutkan itu gak bakal terjadi. Kita bisa kok menghadapi penolakan. Pertanyaan kita justru mungkin mewakili banyak orang yang masih kurang paham dan itu bagus.

Satu-satunya cara melawannya adalah… menghadapi situasi tersebut. Ketika kita menghadapi situasi yang kita takutkan, ketakutan kita bakal turun dan kepercayaan diri kita bakal naik. Perlahan-lahan, kita tahu kalau situasi yang kita khawatirkan ternyata nggak seburuk itu.

Nggak perlu langsung coba langkah yang besar kok. Dan ingat, kalau kamu merasa anxiety yang kamu rasakan sudah sangat mengganggu dan menghambat aktivitas, konsultasikan ke tenaga profesional untuk bantuan yang tepat. (*)

Related Articles
Lifestyle
Stres dan Gangguan Kecemasan Itu Mirip Tapi Beda, Cek Nih Penjelasannya!

Lifestyle
Yang Lain Susah Saat Pandemi, tapi Kita Merasa Baik-Baik Saja? Wajar kok...

Lifestyle
5 Cara Memanfaatkan Kecemasan untuk Kebaikan Diri, Bisa Banget!