Current Issues

Jangan Asal Pilih Masker Kain, Harus Sesuai SNI Agar Efektif Cegah Covid-19

Dwiwa

Posted on September 25th 2020

 

Masker telah menjadi salah satu alat pelindung diri dari pandemi Covid-19 yang banyak direkomendasikan oleh para ahli kesehatan di seluruh dunia. Tidak harus dengan masker N95 atau masker medis yang mulai langka, masker kain buatan sendiri pun bisa digunakan.

Meski begitu, ternyata tidak semua masker kain yang digunakan efektif lho untuk mencegah penularan Covid-19. Bahkan beberapa waktu lalu, pemerintah menganjurkan masyarakat untuk menggunakan penutup wajah jenis scuba dan buff karena dinilai tidak efektif mencegah penularan.

Nah, menyusul hal itu, pemerintah melalui Badan Standardisasi Nasional (BSN) pun menyusun Standar Nasional Indonesia (SNI) terkait masker dari kain ini. Standar ini dikeluarkan oleh BSN melalui SNI 8914:2020 Tekstil – Masker dari kain. Dalam situs resmi BSN, masker kain didefinisikan sebagai masker yang terdiri dari minimal dua lapis kain yang terpisah atau menyatu dengan teknik tertentu.

Menurut Deputi Pengembangan Standar BSN Nasrudin Irawan, persyaratan mutu yang ditetapkan dalam standar adalah masker terbuat dari kain tenun dan/atau kain rajut dari berbagai jenis serat dengan minimal dua lapis kain dan dapat dicuci beberapa kali. Tetapi tidak berlaku untuk masker nonwoven dan masker untuk bayi.

Pada SNI 8914:2020, masker kain terbagi ke dalam tiga tipe, yakni A untuk penggunaan umum, B untuk filtrasi bakteri, dan C untuk filtrasi partikel. Berdasarkan berbagai penelitian, filtrasi pada masker kain ini bervariasi mulai dari 0,7 persen hingga 60 persen.

Hal yang juga perlu diperhatikan adalah kemampuan bernapas seseorang dan jenis bahan yang digunakna untuk membuat masker kain. Hal ini karena setiap bahan memiliki kemampuan filtrasi yang tidak sama. Efisiensi filtrasi ini bergantung kepada anyaman, jenis serat, dan kerapatan kain serta banyaknya lapisan kain yang digunakan.

Keberadaan standar SNI ini diharapkan bisa menjadi pedoman dan dapat mengurangi penyebaran virus corona, tentu dengan ditunjang mematuhi berbagai protokol kesehatan lainnya seperti menjaga jarak dan mencuci tangan dengan sabun di air mengalir.

Selain memilih jenis masker yang tepat, hal lain yang tidak kalah penting adalah penggunaannya secara benar. Masker harus menutupi bagian hidung hingga dagu dan pastikan benar-benar menutupi area wajah dengan rapat. Penggunaannya pun maksimal hanya untuk 4 jam sebelum diganti dengan yang baru. (*)

Related Articles
Current Issues
Kenapa Sih Masker Scuba atau Buff Dilarang Digunakan Untuk Cegah Covid-19?

Current Issues
Direktur CDC: Semua Pakai Masker Selama 12 Minggu, Pandemi Bisa Dikendalikan

Current Issues
Jangan Gunakan Pelindung Leher Sebagai Masker Cegah Covid-19, Ini Sebabnya