Current Issues

Jangan Sembrono, Covid-19 Juga Bisa Berdampak Serius untuk Kaum Muda

Dwiwa

Posted on September 23rd 2020

Pandemi Covid-19 semakin tidak terkendali di beberapa negara di dunia. Di Amerika Serikat, jumlah kematian akibat penyakit yang disebabkan oleh virus SARS-Cov-2 ini sudah mencapai angka 200 ribu jiwa. Di Indonesia, jumlah kasusnya telah menembus angka 252.923, melonjak sekitar 50 ribu kasus hanya dalam kurun waktu 2 minggu terakhir.

Namun sayangnya, di tengah peningkatan kasus yang semakin banyak, beberapa orang bisa dibilang masih meremehkan pandemi. Ada banyak anak muda yang terlihat berkeliaran di jalanan atau duduk nongkrong di kafe atau warung kopi (warkop) yang mengabaikan protokol kesehatan.

Beberapa tempat makan yang beberapa hari terakhir sempat viral juga memperlihatkan keramaian yang tidak ditunjang dengan penerapan protokol kesehatan. Beberapa klaster tempat makan pun sudah mulai bermunculan, mulai dari rumah makan rawon di Probolinggo hingga warung soto Lamongan di Yogyakarta.

Orang-orang yang berusia lebih muda tampaknya masih memiliki keyakinan yang besar jika hanya orang berusia lanjut lah yang akan terdampak parah oleh Covid-19. Sementara mereka akan baik-baik saja meskipun seandainya terpapar. Namun ahli penyakit terkemuka asal Amerika Serikat dokter Anthony Fauci tidak sependapat.

“Ini tidak hanya berdampak pada orang tua dan mereka yang memiliki penyakit penyerta saja. Ini juga bisa sangat serius pada orang-orang berusia muda,” ujar Fauci kepada dokter Sanjay Gupta dalam acara CITIZEN oleh CNN pada Selasa (22/9).

Dilansir dari Eat This, Not That!, Meski jauh lebih sedikit jika dibanding dengan kelompok usia lain, tidak sedikit orang muda yang juga memiliki penyakit penyerta.

“Hal yang harus diingat, Sanjay, jika ada orang muda dengan proporsi substansial di dalam masyarakat yang memiliki penyakit penyerta. Jika melihat ke dalam dua kelompok yang berisiko mengalami kondisi serius adalah orang tua dan orang-orang di segala usia yang memiliki penyakit penyerta, ingat segala usia,” ujarnya.

Fauci pun menjelaskan meski berusia 20-an, 30-an, 40-an, atau 50-an dan memiliki penyakit seperti diabetes, obesitas, hipertensi, penyakit jantung, itu artinya kalian juga berada dalam kategori yang memiliki risiko tinggi mengalami keparahan.

“Ada banyak orang yang memiliki penyakit penyerta di dalam populasi. Jadi jangan berpikir hanya orang tua yang bermasalah. Ada banyak orang muda yang memiliki penyakit penyerta dan membuat mereka berisiko,” tambah Fauci.

Sebelumnya, Fauci juga pernah mengingatkan jika Covid-19 dapat menyebabkan gejala kelelahan kronis pada pasien muda dan tua yang bisa berlangsung selama berbulan-bulan. Beberapa orang menggambarkan sindrom ini, yang disertai dengan nyeri, kelelahan, dan perasaan takut, sebagai walking death.

Jadi nih buat kalian generasi milenial dan Gen Z, jangan sembrono yah. Tetap patuhi protokol kesehatan dengan selalu menggunakan masker saat keluar rumah, menjaga jarak minimal 2 meter, dan rajin mencuci tangan. Selain itu, sementara  (*)

Related Articles
Current Issues
Mitos Soal Tes PCR Covid-19 Ini Harus Segera Kalian Lupakan

Current Issues
Musim Hujan Datang, Wajib Makin Disiplin Terapkan Protokol Kesehatan

Current Issues
Pedoman Baru CDC Akui Covid-19 Menular Melalui Udara