Current Issues

Visa Baru Thailand Mungkinkan WNA Tinggal 9 Bulan, Asal Karantina Dulu

Dwiwa

Posted on September 22nd 2020

Thailand telah memiliki rencana khusus yang menargetkan pengunjung internasional yang ingin tinggal sementara di negara tersebut. Mereka menawarkan visa khusus yang memungkinkan warga negara asing untuk tinggal selama 90 hari asalkan melakukan karantina pada 14 hari pertama. Menurut Bangkok Post, kebijakan ini akan mulai diberlakukan pada bulan depan.

Dilansir dari Insider, pengunjung harus lebih dulu melakukan pemesanan akomodasi untuk 90 hari kunjungan mereka termasuk karantina saat kedatangan. Setelah masa karantina selesai, pengunjung bisa bebas bepergian ke penjuru negeri.

Pasti kalian sudah membayangkan bagaimana rasanya menjalani karantina 14 hari yang membosankan jika berkunjung ke sini kan? Tapi tampaknya hal itu mungkin tidak akan terjadi.

Pasalnya pemerintah Thailand berencana memberikan pengunjung pilihan untuk menjalani karantina di sejumlah porperti mewah seperti Hotel Anantara Siam Bangkok dan Mövenpick BDMS Wellnes Resort Bangkok.

Masih belum dijelaskan apakah para pengunjung ini harus menjalani tes Covid-19 atau skrining kesehatan lain.

Berdasar laporan dari Bangkok Post,  jika visa tersebut sudah disetujui, pengunjung bisa memperpanjangnya hingga dua kali. Dengan begitu kalian bisa tinggal hingga 270 hari atau sekitar 9 bulan di Thailand.

Nah bagi yang berminat untuk berkunjung ke Thailand dalam waktu dekat dan menghabiskan waktu lama di sana, kalian harus bergerak cepat guys. Pasalnya nih, pemerintah hanya akan mengeluarkan 1.200 visa ini setiap bulannya.

Thailand menjadi salah satu negara yang sangat berhati-hati dalam membuka negaranya untuk turis asing. Mereka memilih untuk tetap menutup perbatasannya bagi WNA selama musim panas.

Sebelum pandemi Covid-19, penduduk dari 28 negara termasuk Amerika, Kanada, dan sebagian besar Eropa tidak membutuhkan visa saat berkunjung ke Thailand kurang dari 30 hari.

Kehati-hatian Thailand untuk membuka perbatasan tampaknya membantu mereka membatasi penyebaran Covid-19. Sejauh ini, negara tersebut melaporkan kurang dari 3.500 kasus corona dengan angka kematian hanya 58. (*)

Related Articles
Current Issues
Obesitas Tingkatkan Risiko Kematian Akibat Covid-19 Pada Pria

Current Issues
WHO: Penularan Covid-19 Lewat Airborne Jadi Perhatian, Droplet Masih Paling Umum

Current Issues
Waduh, Cuma 50 Persen Warga Amerika Serikat yang Mau Divaksin