Current Issues

Pembaruan Penyebaran Covid-19 Lewat Udara Dihapus dari Panduan CDC, Kenapa ya?

Dwiwa

Posted on September 22nd 2020

Pada akhir pekan lalu Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) mengubah pedoman terkait penyebaran Covid-19. Dalam pembaruan tersebut, mereka mengakui jika virus yang sangat menular ini bisa menyebar melalui udara.

Namun tidak lama berselang, panduan itu menghilang dari situs resmi mereka. Dilansir dari Eat This, Not That!, panduan itu dihapus karena adanya kesalahan dalam proses pengunggahan.

“Versi draft perubahan yang diusulkan untuk rekomendasi diposting secara keliru di dalam situs resmi agensi. CDC saat ini sedang memperbarui rekomendasi terkait penularan SARS-Cov-2 (virus yang menyebabkan Covid-19). Ketika proses ini telah selesai, bahasa pembaruan akan segera diunggah,” jelas sebuah kotak berbayang di halaman tersebut.

The New York Times melaporkan bahwa menurut seorang pejabat federal yang mengetahui masalah ini, dokumen tersebut diunggah sebelum waktunya dan saat ini masih dilakukan revisi.

Konsep bahwa virus menyebar terutama melalui udara bukanlah hal baru. Pada Juli, lebih dari 200 ahli menulis surat kepada Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendesak mereka meninjau bukti yang ada. Tak lama kemudian WHO mengakui jika penularan SARS-Cov-2 bisa lewat udara.

Selama ini terjadinya outbreak Covid-19 selalu dikaitkan dengan aktivitas di dalam ruangan dan roplet. Tetapi menurut pedoman baru WHO penularan melalui udara mungkin terjadi, terutama di dalam ruangan yang penuh sesak dengan ventilasi yang tidak memadai di mana orang yang terinfeksi menghabiskan waktu lama.

Menurut dokter Jamie Meyer, ahli penyakit menular Yale Medicine dan profesor di Yale School of Medicine mengatakan saat virus dibawa oleh droplet, partikel ini relatif besar, sehingga mereka tidak dapat melewati masker kain yang digunakan dengan baik. Droplet itu relatif berat, sehingga cepat jatuh ke tanah.

“Inilah mengapa virus yang ditularkan melalui droplet umumnya terjadi ketika orang berada dalam jarak dekat (yaitu jarak 1,8 meter). Sebagian besar bukti ilmiah mendukung gagasan bahwa Covid-19 terutama dibawa oleh droplet, itulah sebabnya social distancing dan menggunakan masker berguna,” ujarnya. (*)

Related Articles
Current Issues
WHO Minta Dunia Melakukan Segala Cara Dalam Perang Melawan Covid-19

Current Issues
Mau Pesta Saat Pandemi Covid-19? Yuk Simak Panduan WHO Berikut ini

Current Issues
Virus Corona Disebut Menular Lewat Airborne, Ahli Sarankan untuk Matikan AC