Lifestyle

Lagi Susah Menemukan Hal Untuk Disyukuri? Ini Waktunya Bikin Gratitude Journal

Kezia Kevina Harmoko

Posted on September 19th 2020


(Freepik)

Di masa pandemi seperti sekarang, situasi terasa sulit dan berat dari hari ke hari. Interaksi sosial sama teman atau keluarga juga jadi terbatas karena harus mengurangi pertemuan fisik demi mencegah terpapar virus. Beban sekolah juga makin banyak aja, tugas menumpuk, nggak ada keinginan buat menyelesaikan—semuanya terasa melelahkan banget.

“Harusnya bisa bersyukur lho masih dikasih kesehatan!”

“Di rumah bukannya jadi banyak waktu luang, bersyukur dong!”

Mungkin sering dengar perkataan seperti itu, tapi bingung gimana caranya bersyukur sementara kita sepertinya nggak punya hal-hal untuk disyukuri? Lagi lelah mental begini, pasti nggak kepikiran buat mencari hal-hal baik yang bisa disyukuri dong.

Tapi ternyata, usaha untuk bersyukur ini justru penting lho dilakukan ketika kita kesulitan untuk bersyukur. Sudah banyak penelitian yang menunjukkan kalau rasa syukur mampu mengurangi stres bahkan menurunkan depresi dan hasilnya bikin kita lebih bahagia.

Dilansir dari PopSugar, seorang psikolog klinis bernama Nancy Irwin berpendapat, “Justru [usaha untuk bersyukur] bekerja paling baik di masa-masa sulit,” jelasnya. ”Walaupun kelihatannya hidupmu lagi gelap banget, pasti deh ada sesuatu, walaupun kecil, yang bisa disyukuri.”

Tapi ketika kita lagi mengalami hari yang gelap entah karena depresi, cemas berlebih, atau stres, susah banget rasanya keluar dari perasaan tersebut dan justru makin mudah untuk kita terjebak lebih dalam, lebih kelam. Memang susah buat bersyukur atau menuliskan gratitude journal di masa ini, tapi sedikit energi positif punya kekuatan yang besar lho.

Dr. Irwin menjelaskan, “kalau kita fokus di satu hal, hal tersebut akan berkembang semakin besar. Apapaun deh yang kita fokuskan, pasti hal tersebut menjadi lebih besar dan lebih besar. Termasuk juga kalau kita fokus ke perasaan negatif. Fokus ke kecemasan? Ketakutan? Depresi? Semua itu bakal berkembang jadi besar.”

Psikolog tersebut menambahkan kalau kita nggak perlu dan jangan menganggap perasaan tersebut tidak ada, tapi kita punya control untuk memberikan reaksi apa terhadap perasaan itu. Nah, salah satu reaksi yang bisa kita latih adalah melihat ke sisi baik dan menuliskannya dalam bentuk gratitude journal.

Nggak perlu susah-susah kok. Luangkan waktu beberapa menit aja buat menuliskan hal-hal yang kamu syukuri dalam satu hari. Bisa dimulai setiap bangun pagi atau ketika mau tidur. Gak perlu hal besar, bisa makan camilan favorit atau baca novel beberapa jam aja bisa banget untuk jadi hal yang disyukuri.

Mungkin bakal terasa aneh di awal menuliskannya, tapi fokus aja deh ke hal-hal positif tersebut yang bisa sedikit bikin hari lebih baik dan kita bisa terus berusaha menjalani hidup kita. “Ini bakal mengingatkan kita kalau hidup memang penuh perubahan. Dan ketika hidup lagi ‘mendung’, pasti bakal ada hal baik yang bakal hadir nantinya.” (*)

Related Articles
Lifestyle
Languishing: Keadaan Gak Baik-Baik Aja, tapi Juga Bukan Gangguan Mental

Lifestyle
Yang Lain Susah Saat Pandemi, tapi Kita Merasa Baik-Baik Saja? Wajar kok...

Current Issues
Peneliti: Tingkat Kecemasan dan Depresi di Kalangan Mahasiswa Terus Melonjak