Interest

Jangan Sepelekan, Tidur Ternyata Penting Loh untuk Kesehatan Otak

Dwiwa

Posted on September 19th 2020

Berapa jam kalian tidur dalam sehari? Apakah kalian masih suka begadang semalaman untuk menghabiskan serial drama Korea atau bermain game? Jika jawabannya ya, mungkin sudah saatnya itu dihentikan.

Dilansir dari Reuters, para ilmuwan telah memberikan pemahaman lebih lengkap terkait peranan tidur dalam kesehatan otak. Mereka mengidentifikasi adanya transisi yang tajam saat usia 24 tahun ketika tujuan utama bergeser dari pembentukan otak ke pemeliharaan dan perbaikan.

Para peneliti pada Jumat (18/9) mengatakan mereka telah melakukan analisa statistik pada lebih dari 60 penelitian soal tidur. Mereka melihat waktu tidur, durasi dari tidur rapid eye movement (REM), ukuran otak dan tubuh, dan merancang model matematis untuk mengetahui bagaimana tidur berubah selama perkembangan.

Pada dasarnya ada dua jenis tidur yang masing-masing terkait dengan gelombang otak dan aktivitas saraf tertentu. REM, dengan mata yang bergerak cepat dari sisi ke sisi di belakang kelopak mata yang tertutup, adalah tidur nyenyak dengan mimpi yang jelas. Sedangkan tidur non-REM biasanya tanpa mimpi.

Selama tidur REM, otak membentuk koneksi saraf dengan membangun dan memperkuat sinapsis – persimpangan antara sel saraf, atau neuron – yang memungkinkan mereka berkomunikasi, memperlancar pembelajaran, dan mengkonsolidasikan ingatan.

Selama tidur, otak juga memperbaiki kerusakan neurologis harian yang biasanya dialami oleh gen dan protein di dalam neuron. Selain itu juga melakukan pembersihan produk sampingan yang menumpuk.

Dalam temuan yang dipublikasikan di jurnal Science Advance ini, mereka menyebut jika pada usia 2,4 tahun fungsi utama tidur berubah dari membangun dan memutus koneksi selama tidur REM menjadi perbaikan saraf selama tidur REM maupun non-REM.

“Sangat mengejutkan kami jika transisi ini seperti berganti dan sangat tajam,” ujar Van Savage, profesor ekologi dan biologi evolusioner dan kedokteran komputasi di UCLA yang juga penulis senior penelitian tersebut.

Tidur Rem juga mengalami penurunan seiring bertambahnya usia. Bayi baru lahir yang dapat tidur hingga 16 jam sehari menghabiskan sekitar 50 persen waktu tidur dalam kondisi REM. Tetapi ada penurunan yang nyata saat usianya 2,4 tahun. Ada penurunan sekitar 25 persen pada usia 10 tahun dan sekitar 10 hingga 15 persen pada usia 50-an.

“Tidur diperlukan oleh seluruh dunia hewan dan hampir setara dengan makan dan bernapas. Aku akan mengatakan ini adalah pilar kesehatan manusia,” kata Van Savage.(*)

Artikel Terkait
Interest
Penelitian: Durasi Tidur Dapat Pengaruhi Kesehatan Otak

Interest
Mengapa Kita Sulit Tidur Saat Cuaca Panas?

Interest
Benarkah Tidur Miring ke Kiri Membahayakan Jantung?