Current Issues

Kenapa Sih Masker Scuba atau Buff Dilarang Digunakan Untuk Cegah Covid-19?

Dwiwa

Posted on September 17th 2020

 

Berbagai penelitian ilmiah telah menunjukkan jika masker menjadi salah satu alat pelindung diri (APD) yang efektif mengurangi risiko penularan Covid-19. Meski begitu, ternyata tidak semua jenis penutup wajah boleh digunakan dalam melawan pandemi.

Baru-baru ini PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) mengeluarkan aturan bahwa seluruh calon penumpang KRL maupun KAI tidak diperkenankan menggunakan penutup wajah jenis scuba atau buff. Bahkan dilansir dari Okezone, PT Kereta Api Indonesia (KAI) juga melakukan pelarangan sejenis.

Menurut PR KCI, pelarangan ini dilakukan dengan alasan jika kedua jenis masker tersebut terlalu tipis dan memiliki efektivitas yang rendah dalam menahan paparan dari debu, virus, dan bakteri, yakni hanya 0 persen sampai 5 persen.

Penggunaan masker jenis scuba dan buff sendiri secara implisit juga tidak disarankan oleh Juru Bicara Satuan Tugas Covid-19 Wiku Adisasmito pada 15 September lalu. Dia mengatakan jika masker ini hanya memiliki satu lapisan sehingga terlalu tipis dan kemungkinan droplet masih bisa menembus.

Selain itu, penutup wajah jenis ini juga masih memiliki pori-pori yang cukup lebar sehingga partikel masih bisa keluar masuk. Pori-pori tersebut dikhawatirkan justru akan memecah droplet besar yang gampang jatuh ke tanah menjadi droplet kecil yang bisa bergerak lebih jauh.

Para ahli pun lebih menyarankan agar orang-orang menggunakan masker jenis lain yang lebih efektif. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Duke University masker paling efektif adalah masker N95.

Tepat di bawahnya, ada masker bedah dan masker yang terbuat dari campuran polyester dan katun atau poly cotton. Masker yang terbuat dari kain katun yang dibuat sendiri berada di urutan selanjutnya.

Sementara itu, menurut penelitian yang dipublikasin di Science Advance ini menyebut jika neck fleece atau buff berada di urutan terbawah soal urusan efektivitas menghalangi droplet. Hal ini dikarenakan tujuan pembuatannya bukanlah untuk mencegah penyebaran droplet.

Dilansir dari Detik, Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Achmad Yurianto bahkan menyatakan jika scuba dan buff bukan lah bagian dari jenis masker. Dia juga menekankan jika protokol kesehatan yang saat ini tengah digalakkan dalam 3M adalah memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.

Nah, selain memilih jenis masker yang tepat, hal lain yang perlu diperhatikan adalah menggunakan masker dengan benar. Sebab tidak menggunakannya dengan benar, bukan terlindungi tapi malah jadi makin mudah tertular Covid-19. Klik di sini jika ingin tahu alasannya. (*)

 

Related Articles
Current Issues
Begini Efeknya Kalau Kalian Pakai Maskernya Gak Bener...

Current Issues
Direktur CDC: Semua Pakai Masker Selama 12 Minggu, Pandemi Bisa Dikendalikan

Current Issues
Jaga Jarak 1,8 Meter Mungkin Tak Cukup untuk Melindungimu dari Covid-19