Korea

Idol dan Agensi Kecil Ini Cerita Susahnya Industri KPop Gara-gara Pandemi

Delima Pangaribuan

Posted on September 17th 2020

 
Banyak sektor yang terdampak gara-gara pandemi. Ya kesehatan, ya pariwisata, sampai dunia hiburan. Meski makin banyak yang sanggup berkarya dengan keterbatasan, tapi ada juga yang terpukul parah dan akhirnya harus "menyerah". Ini banyak terjadi di industri KPop yang harusnya lagi masa-masa menggeliatnya.
 
Melansir Soompi, Channel A News menayangkan cerita dari para idol dan trainee, khususnya agensi kecil tentang kondisi mereka yang terdampak pandemi. Agensi besar mungkin terlihat baik-baik saja dan artis-artisnya terus aktif. 
 

Tapi nasib yang kecil-kecil ini sungguh memprihatinkan. Bahkan Kementerian Budaya, Olahraga, dan Pariwisata Korea Selatan mencatat 34 agensi entertainment sudah gulung tikar sepanjang 2020 ini. Tentu saja artis dan trainee-nya juga kena imbas dan nggak bisa lagi aktif di dunia hiburan.
 
Salah satu grup yang jadi contoh case di Channel A News ini adalah grup cewek Black Swan. Mereka seharusnya debut awal 2020. Tapi karena pandemi mendera, debut mereka terpaksa diundur hingga waktu yang nggak bisa dipastikan. Sampai sekarang, para member-nya pun masih berstatus trainee.
 
"Kami terus berlatih selama 1,5 tahun untuk mempersiapkan debut, tapi setelah Covid-19 muncul, debut kami pun diundur dan yang kami lakukan sekarang hanya berlatih," ungkap salah seorang member yakni Youngheun.

 
Ada member grup ini yang bahkan datang jauh-jauh dari Brazil, Leia. Dia berharap sebenarnya dengan debut di Korea Selatan, dia bisa membantu kehidupan dan perekonomian keluarganya di Brazil sana. "Ini situasi yang betul-betul membuatku frustrasi," katanya.
 
Banyak agensi yang sekarang nggak lagi berpikir soal bagaimana profit. Karena untuk bisa bertahan hidup saja susah. CEO DR Music tempat Black Swan bernaung, Yoon Deungryong, bahkan bilang kalau 99 persen agensi kecil seperti mereka terancam bangkrut.
 
"Kami bahkan kesulitan bertahan setiap harinya. Selama masa persiapan (debut) ini, kalian setidaknya harus mengeluarkan 20-30 juta won dalam sebulan. Kami nyaris tumbang sekarang," tutur Yoon Deungryong.
 
Selain itu, gak semua agensi kecil hanya menggantungkan penghidupan mereka di Korea Selatan saja. Ada grup yang justru terkenal di luar negeri dan dari sanalah mereka lebih banyak mendapat keuntungan. Masalahnya, sekarang untuk tampil di dalam negeri saja sangat dibatasi. Performance di luar negeri jelas lebih sulit dan banyak artis yang kena pembatalan.
 
Salah satunya ICU dan Chic Angel yang merupakan idol dari Liz Entertainment. Sepanjang 2020 ini, sudah 30 show mereka batalkan karena pandemi. ICU sebenarnya berniat mengadakan tur konser tahun ini namun terpaksa batal. 
 
Demi bertahan hidup, kedua grup ini akhirnya disatukan sementara oleh agensi dan menjadi semacam project musiman. Para member pun banyak menyampaikan kekhawatiran mereka, karena popularitas grup kecil biasanya paling banyak didapat dari tampil di event-event. Tanpa event, mereka sulit berpromosi dan gak ada uang yang masuk ke perusahaan.
 
"Kami sebenarnya punya manager dan stylist, tapi sekarang semua dikerjakan sendiri demi memotong biaya sebanyak mungkin. Tadinya kami punya satu kantor, tapi karena tak mungkin bertahan membayar sewa, sekarang kami hanya punya satu studio," ungkap perwakilan Liz Entertainment.
 
Beberapa pelaku industri KPop pun mengeluhkan pemerintah setempat yang sejauh ini menunjukkan dukungan pada industri film dan tari saja, tapi lupa pada agensi dan penyanyi yang menjadi pilar KPop. "Kami sudah sampai pada titik di mana kami khawatir apa jadinya bulan depan," lanjut Liz Entertainment. (*)
 
 
Related Articles
Korea
Seberapa Penting Line Distribution dalam Lagu KPop?

Korea
Pemerintah Korsel Siapkan Aturan Baru untuk Agensi Hiburan, Apa Aja?

Entertainment
BTS Ungkap Cerita di Balik MV 'ON' dan 'Black Swan' Serta Pilih Scene Favorit