Tech

TikTok Batal Kerja Sama dengan Microsoft di Amerika, Lebih Pilih Oracle

Delima Pangaribuan

Posted on September 14th 2020

(News18)

 
Presiden Donald Trump udah mewanti-wanti TikTok agar diambil alih sama perusahaan Amerika Serikat kalau gak mau di-banned dari negara superpower itu. TikTok yang berbasis di Beijing pun gak punya pilihan selain menggandeng salah satu perusahaan teknologi di sana.
 
Nama Microsoft sempat santer diberitakan bakal bekerja sama dengan TikTok. Ternyata, 13 September kemarin ByteDance, perusahaan yang mengembangkan TikTok, mengumumkan sebaliknya. Mereka menyatakan nggak bakal kerja sama dengan Microsoft dan Walmart, seperti diberitakan CNET. Alih-alih, perusahaan tersebut memilih untuk menggandeng Oracle.
 

Kabar ini di satu sisi cukup mengejutkan. Tapi di sisi lain juga gak bikin heran dan sudah bisa diprediksi. Mengejutkannya karena waktu mengumumkan rencana memblokir TikTok 6 Agustus lalu, Presiden Trump menyebutkan secara spesifik perusahaan Microsoft untuk menjadi partner bagi TikTok di Negeri Paman Sam.
 
Microsoft dipilih waktu itu karena alasan mereka perusahaan teknologi terbesar di AS dan paham akan kebutuhan sekuritas warganya. Masalah sekuritas atau keamanan inilah yang mendorong pemerintah AS untuk memblokir TikTok kecuali mereka mau berbisnis pakai cara AS juga.
 
Tapi belakangan nama Oracle muncul. Beberapa saat setelah mengumumkan rencana blokir dan menyodorkan nama Microsoft ke TikTok, Trump kemudian memberikan pilihan lain. Perusahaan teknologi di AS nggak cuma Microsoft aja. Di sinilah nama Oracle disebut, bahwa Oracle juga salah satu company dengan performa baik.

 
"Aku pikir Oracle bisa meng-handle TikTok dengan baik," ungkap Trump dalam suatu kesempatan di Yuma, Arizona. Waktu itu, Oracle juga sudah menunjukkan ketertarikannya untuk mengakuisisi TikTok.
 
Publik menduga bahwa masuknya Oracle dalam jajaran calon perusahaan yang bekerja sama dengan TikTok ini karena pemiliknya, Larry Ellison. Ellison dikenal sebagai salah satu simpatisan Trump saat pemilihan presiden AS yang lalu. Dan pada Februari 2020, dia mengadakan acara fundraising untuk Trump. Hal ini bahkan sempat membuat pegawai Oracle banyak yang protes dan melancarkan walk out dari perusahaan.
 
Meski sudah dapat lampu hijau dari TikTok-nya sendiri, tampaknya deal itu belum akan berjalan mulus. Karena dari pihak Tiongkok, TikTok adalah aset teknologi yang penting sehingga gak bakal mudah dilepas begitu saja. Mereka perlu meyakinkan hingga ke elit pemerintah di Beijing untuk bisa mengakuisisi TikTok. Dan ini butuh pembicaraan juga dengan elit di Gedung Putih Amerika Serikat.
 
Perkara aplikasi seneng-seneng aja belakangnya bisa politis banget gini ya... (*)
 
Related Articles
Tech
Donald Trump Setujui Kesepakatan Oracle-TikTok untuk Dirikan "TikTok Global"

Tech
Ini Alasan Microsoft Harus Beli TikTok Selain Dorongan Politik

Tech
TikTok Diblokir dari Gawai Milik Staf Pemerintah AS