Current Issues

Pemblokiran WeChat Malah Rugikan Perusahaan AS

Mainmain.id

Posted on September 13th 2020

Sejumlah perusahaan Amerika Serikat (AS) yang punya operasional di Tiongkok kini waswas. Terutama perusahan yang berhubungan dengan transaksi pembayaran WeChat. Sebab batas waktu penerapan pemblokiran transaksi dengan sejumlah perusahaan Tiongkok makin dekat.

Sebagaimana diketahui, presiden Donald Trump mengeluarkan surat perintah eksekutif. Di dalamnya ada larangan transaksi untuk perusahaan AS dengan sejumlah perusahaan di Tiongkok, termasuk Tencent. Tencent inilah yang menjadi holding dari WeChat.

Macquarie Securities menyebutkan, pembayaran online via aplikasi seluler telah menjadi kebiasaan masyarakat Tiongkok beberapa tahun terakhir. Sebanyak 83 persen dari semua pembayaran di Tiongkok pada 2018 dilakukan lewat aplikasi seluler. Dari jumlah itu, 92 persennya terjadi di WeChat (milik Tencent) dan Alipay (Alibaba).

Nah, jika surat perintah eksekutif Trump dijalankan, otomatis kerugian akan terjadi pada perusahaan-perusahaan Amerika Serikat yang selama ini beroperasi di Tiongkok. “Larangan Trump lewat surat perintah eksekutif pada WeChat akan sangat menghancurkan perusahaan Amerika Serikat di Tiongkok,” kata Ker Gibbs, presiden Kamar Dagang Amerika di Shanghai pada Fox Business.

Menurut Gibbs, sangat sulit melihat perusahaan AS dapat bertahan di pasar Tiongkok tanpa menggunakan pembayaran WeChat. Ia mencontohkan, perusahaan seperti Nike bisa kalah dari Adidas yang berasal dari Jerman, jika surat perintah eksekutif itu akhirnya dijalankan.

“Pembeli Nike bisa saja beralih ke Adidas karena kemudahan pembayaran yang sudah menjadi kebiasaan warga di sana,” ujarnya. Tapi bisa juga memang negara-negara lain, yang menjadi sekutu Amerika Serikat, mengikuti larangan Trump karena takut sanksi sekunder.

Perusahaan-perusahaan AS yang selama ini beroperasi di Tiongkok seperti

Apple Inc., Walmart Inc., dan Walt Disney Co., bulan lalu mengadakan panggilan telepon dengan administrasi Trump. Mereka menyatakan keprihatinannya tentang perintah eksekutif yang melarang adanya transaksi dengan Tencent.

Surat perintah eksekutif itu sendiri harus diberlakukan mulai 20 September 2020. Tanggal itu juga merupakan batas waktu yang harus dipenuhi ByteDance untuk menjual TikTok ke perusahan AS. Atau jika tidak, Trump akan mengusir pergi aplikasi itu dari AS.

WeChat tercatat memiliki 1,17 miliar pengguna aktif bulanan pada akhir 2019. Sebagian besar di antaranya berada di Tiongkok. WeChat selama ini digunakan oleh warga Tiongkok untuk tetap berhubungan dengan teman dan keluarga di rumah. Baik saat di dalam negeri maupun di luar negeri. Selain untuk pembayaran, WeChat juga dapat digunakan untuk berbagai layanan seperti mengorder taksi.

Pelarangan transaksi yang melibatkan Tencent oleh Trump karena alasan keamanan. Trump khawatir aplikasi itu dimanfaatkan Partai Komunis Tiongkok untuk mengambil data dan informasi pribadi pengguna dari Amerika Serikat.(*)

Related Articles
Current Issues
Departemen Perdagangan AS Cabut Larangan Bertransaksi dengan TikTok dan WeChat

Current Issues
Resmi Berlaku! Mulai Minggu WeChat dan TikTok Dilarang di AS

Current Issues
Prank TikToker dan Fans K-Pop Bikin Kampanye Donald Trump Sepi Penonton