Tech

Tiongkok Lebih Pilih TikTok AS Ditutup daripada Dijual kepada Perusahaan AS

Ahmad Redho Nugraha

Posted on September 13th 2020

Tak hanya diimpit deadline yang kian mendekat, TikTok kini juga mendapat tekanan dari negara asalnya. Jumat (11/9) lalu, Tiongkok menyatakan jika mereka lebih menginginkan TikTok ditutup di wilayah AS daripada dibeli perusahaan teknologi milik AS.

ByteDance, induk perusahaan TikTok yang berbasis di Tiongkok selama ini berusaha melobi beberapa perusahaan raksasa teknologi di AS, seperti Microsoft, Oracle, bahkan Twitter agar mereka mau membeli aplikasi video singkat tersebut. 

Langkah tersebut dilakukan setelah Donald Trump mengultimatum mereka untuk menghentikan operasional TikTok di wilayah AS pada tanggal 20 September, kecuali ByteDance melego hak kepemilikan mereka di AS kepada perusahaan teknologi milik negara Paman Sam tersebut.

Pemerintah Tiongkok, di sisi lain, merasa jika penjualan paksa tersebut akan membuat negara mereka tampak lemah di hadapan dunia internasional. Problem TikTok ini lebih ketimbang sekadar urusan bisnis. Ada dua negara adidaya yang sedang bersaing. 

Meski demikian, ByteDance mengatakan kepada Reuters jika Pemerintah Tiongkok tidak meminta mereka untuk menghentikan operasional TikTok di wilayah AS atau pasar manapun di dunia.

Hanya saja kenyataannya, Tiongkok sempat melakuakn revisi undang-undang ekspor teknologi pada 28 Agustus lalu, dan hal tersebut diduga bertujuan menghambat terjadinya kesepakatan di antara ByteDance dan AS.

Zhao Lijian, Menteri Luar Negeri Tiongkok mengatakan dalam sebuah rilis jika AS saat ini tengah melanggar konsel keamanan nasional dan dia menuntut AS untuk berhenti mengopresi perusahaan asing.

TikTok belakangan ini mendiskusikan empat cara dalam menentukan akuisisi aplikasi tersebut dengan para calon pembelinya. ByteDance sebenarnya masih bisa menjual aset TikTok di AS tanpa persetujuan Pemerintah Tiongkok, dengan catatan mereka tidak turut menjual algoritma kunci mereka dalam mengoperasikan aplikasi tersebut di AS.

Banyak pejabat AS yang mengkritisi keamanan privasi pengguna TikTok, dan menduga jika ByteDance menjual data pengguna TikTok di AS kepada Beijing. Hal tersebut tentu saja ditampik oleh ByteDance. (*)

 

Related Articles
Tech
Tanggapi Misinformasi Soal Perusahaan Mereka, TikTok Kini Buat Twitter Baru

Tech
Donald Trump Setujui Kesepakatan Oracle-TikTok untuk Dirikan "TikTok Global"

Tech
ByteDance Tidak Sertakan Algoritma TikTok dalam Penjualan Asetnya pada AS