Current Issues

Belum Melandai, Daerah-Daerah Ini Alami Lonjakan Covid-19 yang Signifikan

Dwiwa

Posted on September 11th 2020

Lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia kembali memecahkan rekor baru pada Kamis (10/9) dengan adanya penambahan 3.861. Angka ini menjadi jumlah penambahan yang tertinggi semenjak kasus pertama Covid-19 diumumkan oleh Presiden Joko Widodo pada 3 Maret lalu.

Penambahan ini membuat jumlah total kasus Covid-19 di Indonesia menjadi 207.203 kasus. Meningkatnya jumlah angka nasional ini tentu juga berarti adanya penambahan kasus di daerah-daerah.

Menurut Juru Bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito dalam siaran YouTube Sekretariat Presiden pada Selasa (8/9), ada kenaikan kasus sebanyak 18,6 persen jika dibandingkan dengan minggu lalu.

Menurut hasil laporan mingguan tersebut, wilayah yang mengalami kenaikan tertinggi ada di provinsi Bali. Selain Bali, beberapa wilayah lain yang juga terjadi lonjakan kasus adalah Sulawesi Selatan, Riau, Lampung, Jakarta, Jawa Barat, Aceh dan Jogja.

Berikut beberapa fakta dari wilayah-wilayah yang mengalami lonjakan kasus yang dihimpun tim Mainmain dari berbagai sumber.

BALI
Diantara beberapa wilayah yang mengalami lonjakan kasus, Bali adalah salah satu Provinsi yang menyita banyak perhatian. Terhitung pada Kamis (10/9), jumlah terkonfirmasi positif sudah ada 6.834, 6.809 merupakan Warga Negara Indonesia (WNI) dan 25 merupakan Warga Negara Asing (WNA).

Dilansir dari Detik, Pulau Dewata pada 8 September jumlah kasusnya berada di angka 6.549 atau naik sebanyak 285 kasus dalam dua hari. Sedangkan pada minggu lalu, pada 2 September 2020 kasus positif di wilayah ini masih berada di angka 4.436 dengan 8 Kabupaten/Kota berada di zona merah.

Pada 8 September Wiku menyebut jika Bali mencatatkan penambahan kasus paling tinggi di antara 34 provinsi di Indonesia. Peningkatan kasus ini membuat 55 rumah sakit rujukan perawatan pasien Covid-19 di Bali nyaris penuh.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Bali I Ketut Suarjaya, pihaknya telah melakukan antisipasi soal lonjakan kasus Covid-19. Selain menambah fasilitas kamar isolasi dan ICU, mereka juga melakukan pengaturan terhadap pasien Covid-19 agar tidak menumpuk.

Menurut Suarjaya, adanya peningkatan hingga lebih dari 100 persen dibanding minggu lalu ini juga akibat dari kurang disiplinnya masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan. karena itu, dia menghimbau agar masyarakat lebih disiplin lagi dalam menggunakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun.

Gubernur Bali pun telah mengeluarkan PERGUB No. 46 Tahun 2020, terkait penegakan disiplin dan sanksi administratif bagi pelanggar protokol kesehatan untuk mencegah Covid-19. Bagi individu akan dikenakan denda Rp 100 ribu sedangkan pelaku usaha dan fasilitas umum lain Rp 1 juta.


LAMPUNG
Wilayah lain di Indonesia yang mengalami lonjakan kasus adalah Lampung. Menurut Dinas Kesehatan Lampung, penambahan kasus di wilayah ini pada Jumat (11/9) memang hanya ada dua kasus yang membuat total kasus menjadi 511.

Tetapi jika mundur dalam dua hari terakhir, lonjakan kasus di wilayah ini memang cukup tinggi. Pada Kamis (10/9), terjadi peningkatan kasus sebanyak 21 kasus baru sedangkan pada Rabu (9/9) ada peningkatan kasus sebanyak 22.

Adanya peningkatan kasus ini membuat empat daerah di wilayah Lampung masuk ke dalam xona oranye. Berdasarkan analisis dua mingguan dari Satgas Covid-19 nasional, Lampung Barat, Pringsewu, Lampung Utara, dan Bandar Lampung berubah menjadi zona oranye.

Keempatnya kembali menjadi zona oranye setelah terjadi perubahan tingkat risiko persebaran Covid-19 di wilayah tersebut. Kondisi ini pun membuat pihak berwenang meminta agar penerapan protokol kesehatan semakin diperketat. Termasuk juga di sektor pariwisata yang sudah mulai dibuka kembali.

DI YOGYAKARTA
Yogyakarta juga menjadi salah satu wilayah yang mengalami lonjakan kasus cukup tinggi dalam beberapa hari terakhir. Dalam dua hari terakhir terjadi peningkatan sebanyak 100 kasus. Baik Rabu (9/9) dan Kamis (10/9) jumlah pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 sama-sama 50 kasus.

Penambahan ini membuat total kasus positif di Yogyakarta menjadi 1.695. Lonjakan kasus dalam beberapa hari terakhir ini membuat tempat tidur critical hanya tinggal tersisa 26 dari 48 yang disediakan.

Tempat tidur critical tersebut adalah bed yang dikhususkan bagi pasien Covid-19 yang perlu perawatan intensif. Terutama pasien Covid-19 yang perlu ventilator maupun alat bantu napas. Selain itu, jumlah ruang perawatan isolasi biasa juga tinggal tersisa 125 dari total 345 yang disediakan.

Jika dibandingkan pada awal-awal pandemi, peningkatan kasus dalam dua bulan terakhir memang mengalami lonjakan cukup tajam. Terhitung sejak kasus pertama diumumkan pada 15 Maret, pasien corona yang tercatat hingga 30 Juni hanya mencapai 313.

Sedangkan terhitung sejak 1 Juli hingga Kamis (10/9), total ada penambahan kasus sebanyak 1.382. Jika dua periode waktu ini dibandingkan, terlihat adanya lonjakan hingga 4 kali.

Hal ini pun membuat pihak berwenang tidak pernah berhenti untuk meminta masyarakat di Jogja selalu mematuhi protokol kesehatan yang berlaku. Selain itu, rencana penerapan kembali pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Jakarta juga membuat DIY memberikan syarat surat bebas Covid-19 bagi warga Jakarta yang akan berkunjung ke Jogja.

DKI JAKARTA
DKI Jakarta masih menjadi penyumbang kasus Covid-19 tertinggi di Indonesia. Bahkan pada Kamis, kembali menembus rekor harian tertinggi dengan jumlah 1.450. Ini membuat jumlah total kasus Covid-19 di Jakarta menjadi 51.284 atau hampir seperempat dari seluruh total kasus di Indonesia.

Adanya lonjakan yang signifikan di ibu kota ini membuat Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berencana untuk kembali memberlakukan PSBB mulai 14 September mendatang.

PSBB kali ini bukan lagi transisi, melainkan akan berjalan lebih ketat seperti pada awal-awal corona silam. Anies pun berpesan kepada warga Jakarta untuk tidak keluar rumah atau meninggalkan Jakarta kecuali ada kepentingan yang sangat mendesak.

Penerapan PSBB ini dilakukan karena jumlah kasus di Jakarta sudah tidak terkendali. Hampir seluruh wilayah di ibu kota, kecuali Jakarta Selatan berstatus zona merah. Jika kondisi ini dibiarkan, maka fasilitas kesehatan yang ada terancam akan kewalahan atau mengalami kolaps.

"Situasi wabah di Jakarta ada dalam kondisi darurat. Sekali lagi ini soal menyelamatkan warga Jakarta. Bila ini dibiarkan maka RS tidak akan sanggup lagi menampung dan efeknya kematian akan tinggi terjadi di Jakarta," ujar Anies dalam konferensi pers di kanal YouTube Pemprov DKI Jakarta pada Rabu (9/9) seperti dikutip dari Detik.

JAWA BARAT
Menjadi wilayah yang berada paling dekat dengan DKI Jakarta, kasus Covid-19 di Jawa Barat juga mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Pada Kamis, jumlah penambahan kasus baru mencapai 335 yang membuat total kasus menjadi 13.668.

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyebut penambahan saat ini memang trennya sedang mengalami kenaikan. Hal ini disebabkan adanya klaster keluarga yang saat ini sedang diselidiki.

Sedangkan soal klaster industri yang sempat meledak beberapa waktu lalu telah berhasil ditekan. Kasus Covid-19 aktif di Jawa Barat pun masih mencapai angka lima ribuan dengan sekitar 2 ribu diantaranya menjalani isolasi di rumah sakit. Tiga daerahnya, Bekasi, Kota Depok, Kota Bekasi juga sudah berstatus zona merah.

Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi yang menjadi wilayah penyangga Jakarta pun telah diminta Anies untuk bekerja sama mendukung penerapan PSBB di ibu kota. Tetapi hingga hari ini (11/9) masih belum ada kesepakatan yang terjadi.

JAWA TIMUR
Wilayah lain di Indonesia yang juga mengalami lonjakan kasus positif signifikan adalah Jawa Timur. Pada Kamis, ada penambahan kasus sebanyak 381 pasien baru di seluruh wilayah Jawa Timur. Ini membuat total kasus positif menjadi 37.093.

Kondisi ini membuat enam wilayah di Jawa Timur kembali mengalami perubahan zona menjadi merah. Enam wilayah tersebut adalah Sidoarjo, Kota Pasuruan, Pasuruan, Banyuwangi, dan Kota Malang.

Wilayah zona merah ini ditetapkan karena di enam daerah tersebut memiliki risiko tinggi penyebaran virus corona. Sementara untuk zona oranye berada di 26 kabupaten/kota termasuk Gresik, Surabaya, Madiun, Jember, dan lainnya.

Sedangkan daerah zona kuning atau berisiko rendah ada di enam kabupaten/kota yakni Tulungagung, Ngawi, Pacitan, Sampang, Situbondo, dan Pamekasan. Tidak ada zona hijau di wilayah Jawa Timur.

Dilansir dari Detik, kondisi ini, menurut Pakar Epidemiologi Universitas Airlangga Surabaya harus disikapi dengan semakin ketatnya penerapan protokol kesehatan Covid-19 oleh masyarakat luas. Dia juga mengingatkan jika zona oranye bahkan kuning juga tidak berarti aman.

Orang-orang tetap harus menerapkan protokol kesehatan dengan ketat agar penyebaran Covid-19 bisa segera dihentikan. (*)

Artikel Terkait
Current Issues
Meski Ada Vaksin Covid-19, Kehidupan Diperkirakan Baru Akan Normal Pada 2022

Current Issues
Direktur CDC: Semua Pakai Masker Selama 12 Minggu, Pandemi Bisa Dikendalikan

Current Issues
Kenapa Sih Masker Scuba atau Buff Dilarang Digunakan Untuk Cegah Covid-19?