Current Issues

Eropa Minta Kaum Muda Bantu Hentikan Penyebaran Covid-19

Dwiwa

Posted on September 10th 2020

(Morrell/EPA via The Guardian)


Peningkatan kasus Covid-19 di beberapa bagian Eropa, otoritas kesehatan Inggris dan Spanyol meminta kaum muda untuk berkontribusi lebih banyak dalam menghentikan virus. Dilansir dari The Guardian, beginilah situasi sejumlah negara besar Eropa dan cara menanganinya.

Spanyol
Spanyol menjadi negara pertama di Eropa barat yang mencatat kasus Covid-19 lebih dari 500 ribu pada Senin (7/9). Pihak berwenang telah mendesak agar pemerintah memperhatikan anak muda selama berminggu-minggu. Peningkatan bulan ini juga memperlihatkan efek negatif setelah anak-anak muda di seluruh negara mulai kembali melakukan pembelajaran tatap muka pasca absen 6 bulan.

Menurut angka resmi terbaru, 25 persen kasus baru terdeteksi pada kelompok umr 15-29 tahun, sedangkan mereka yang berumur 15-59 tahun menyumbang 71 persen kasus baru. Kelompok yang paling banyak terwakili adalah pria dan wanita berusia 15-44 tahun dan wanita berusia 89 tahun ke atas.

Selama seminggu terakhir, jumlah kasus dari setiap seratus ribu orang berumur 15-29 adalah 158,2, dibandingkan dengan rata-rata semua usia 102,5.

Pada Selasa, kementerian kesehatan meluncurkan kampanye baru yang bertujuan untuk mengingatkan masyarakat, terutama orang muda tentang pentingnya mencuci tangan, menggunakan masker dan menjaga jarak.

Kampanye yang mengusung tagar #EstoNoEsUnJuego (#ThisIsNotAGame) menampilkan video hitam putih yang diiringi sajak anak-anak Spanyol dan memperlihatkan anak-anak muda berkumpul untuk minum di jalanan.

Gambar tersebut kemudian secara dramatis berubah menjadi gambar orang-orang di rumah sakit termasuk wanita tua yang dirawat oleh petugas medis dengan APD lengkap dan tentu saja juga gambar peti mati di brankar.

"Jika kita tidak mengikuti pedoman kesehatan, kita membahayakan nyawa kita dan orang lain. Bantu kami mengikuti mereka," bunyi peringatan itu.
Di Madrid, wilayah paling parah di Spanyol, pertemuan di dalam dan luar ruangan lebih dari 10 orang dilarang.

Pemerintah setempat, yang telah dikritisi karena kurangnya sumber daya untuk pengujian dan pelacakan, mengatakan minggu lalu bahwa mereka akan menggandakan jumlah pelacakan kontak dari 560 menjadi 1.100.

Sementara pemerintah di beberapa wilayah telah memberlakukan lockdown lokal berdasar kasus per kasus, menteri kesehatan Spanyol telah mengesampingkan kuntara nasional. "Tidak Sebanding dengan apa yang kita lihat pada Maret. Sistem tidak kewalahan".

Perancis
Dalam laporan terbarunya, yang mencakup seminggu hingga 1 September, otoritas kesehatan mendokumentasikan perkembangan eksponensial penularan virus. Terutama pada orang dewasa muda dan mencatat kegagalan orang dewasa muda untuk menerapkan tindakan pencegahan.

Tampaknya peningkatan terbesar dalam kasus baru pada minggu itu dibandingkan dengan yang sebelumnya adalah peningkatan 44 persen di antara anak usia 0 hingga 14 tahun - ini seminggu sebelum kembali ke sekolah - diikuti oleh kenaikan 33 persen pada orang 15-44 tahun, 30 persen pada usia 45-64 tahun dan 36 persen pada mereka yang berusia 75 ke atas.

Pada Senin, sebuah saluran TV menayangkan video dari sejumlah klub malam yang padat di Paris, sangat sedikit orang yang menggunakan masker dan tidak ada social distancing. Restoran dan bar di seluruh kota sangat padat saat sore hari dan sekali lagi, orang muda memberikan kecupan di pipi dan tidak menjaga jarak 1 meter.

Irlandia
Anak-anak muda memainkan peran yang tidak proporsional dalam tingkat infeksi yang melonjak, menimbulkan peringatan soal membuka kembali universitas. Populasi yang lebih mungkin terkena virus corona serta memaparkan infeksi pada orang lain adalah mereka yang berusia 15-24 tahun.

Insiden kumulatif 14 hari di Irlandia untuk kasus telah meningkat menjadi 34,7 kasus untuk setiap seratus ribu orang, lebih tinggi dari Inggris dan Italia tetapi tetap masih di bawah Spanyol. Ronan Glynn, pejabat kepala petugas medis, pada hari Senin menyatakan keprihatinan yang semakin besar atas terjadinya peningkatan terutama di Dublin dan Limerick.

Tanpa langkah pencegahan yang ketat, membuka kembali kampus dapat memperbanyak interaksi fisik dan memperluas serta memperkuat rantai kontak sosial di antara mereka yang paling mungkin terinfeksi dan menyebarkan virus, tulis Sean L'Estrang, seorang ilmuwan sosial di University College Dublin dalam catatan penelitian.

Di Irlandia Utara, mantan menteri kesehatan, Jim Wells, memperingatkan bahwa wilayah tersebut menghadapi gelombang kedua yang dipicu orang muda. Dia mengatakan pada BBC bahwa eksekutif Stormont harus memahami pesan itu bahwa hanya karena kalian berusia antara 18 dan 30 tidak berarti kalian tidak membawa virus.

Italia
Menteri Kesehatan Roberto Speranza, telah meminta orang muda untuk mengulurkan tangan untuk membantu menahan virus corona. Hal ini dikarenakan usia rata-rata orang yang terinfeksi turun menjadi 32 selama 30 hari.

"Mereka telah membayar mahal dalam beberapa bulan terakhir, dimulai dengan penutupan sekolah dan universitas, dan kami meminta mereka membantu karena virus tersebut tidak terlalu berbahaya bagi kaum muda," ujar Speranza pada Senin.

Meski begitu, mereka berisiko menularkan virus ke orang tua dan kakek nenek mereka. Karena itu, otoritas terus meminta pemuda Italia untuk menghormati aturan dasar, dimulai dengan memakai masker dan menjaga jarak 1 meter.

Setelah beberapa bulan relatif tenang, Italia mengalami peningkatan kasus virus corona pada pertengahan Agustus, dengan banyak kasus dilacak di klub malam yang kemudian ditutup.

Wisatawan muda yang pulang berlibur dari negara berisiko serta pulau Sardinia telah menyumbang peningkatan kasus baru-baru ini. Data dari Higher Health Institute di negara tersebut pada Senin menunjukkan jika 62,1 persen dari mereka yang dites positif dalam 30 hari terakhir berusia antara 19 dan 50 tahun.

Italia belum mengambil tindakan khusus untuk mengurangi penyebaran virus pada kelompok yang lebih rentan, tetapi di beberapa wilayah, contohnya kota La Spezia di Liguria telah melarang musik di bar.

Jerman
Semakin banyak orang muda Jerman yang terinfeksi. Lebih dari separuh infeksi baru yang tercatat adalah orang-orang berusia di bawah 30 tahun. Insiden pada usia 20 hingga 24 tahun sekarang lebih dari 30 dari seratus ribu, dibandingkan dengan hanya 10 untuk usia 40 hingga 49 tahun dan dua di antara kelompok umur 70 hingga 79 tahun.

Sementara orang yang berusia diatas 80 tahun menyumbang 17 persen dari infeksi baru di bulan April, saat ini hanya tinggal 4 persen.

Ada kekhawatiran di Berlin, infeksi pada mereka yang berusia 20 hingga 24 tahun adalah 43 dari setiap seratus ribu (rata-rata di Berlin adalah 13,7). Distrik populer Friedrichshain-Kreuzberg berada di bawah fokus khusus.

Menteri kesehatan Berlin, DIlek Kalayci memperingatkan jika angka tidak turun, pihak berwenang akan dipaksa untuk melakukan tindakan yang lebih keras. Polisi sudah biasa membubarkan pertemuan besar di taman dan tepi sungai di seluruh kota atau pesta ilegal.

Hal yang menjadi perhatian khusus, kata Kalayci, dibandingkan dengan outbreak dalam kelompok yang lebih muda di lokalisasi dan dikendalikan, 87 persen infeksi baru adalah individu yang mampu menyebarkan virus ke seluruh ibu kota Jerman. Klub dan banyak tempat lainnya tetap ditutup.

Ribuan pemuda Jerman telah pergi ke Praha di negara tetangga Republik Ceko sebagai alternatif. Tetapi pihak berwenang di sana mengatakan saat ini klub dan diskotik akan ditutup mulai tengah malam pada Rabu karena meningkatnya kasus.

Larangan menjual alkohol telah diberlakukan secara lokal di Munich dan Hamburg. Tetapi pihak berwenang sejauh ini ragu-ragu untuk lebih membatasi kam muda karena takut mereka akan menjadi bumerang. (*)

 

Related Articles
Current Issues
Mendekati Musim Dingin, Kasus Covid-19 Makin Melonjak di Eropa dan Amerika

Current Issues
Peneliti: Perjalanan Panjang dengan Pesawat Bisa Munculkan Klaster Covid-19 Baru

Current Issues
Jika Semua Orang Mematuhi Protokol Kesehatan, Lockdown Tidak Diperlukan