Current Issues

Lonjakan Kasus Covid-19 Menunjukkan Anak Muda Tak Boleh Abai

Dwiwa

Posted on September 10th 2020

Pandemi Covid-19 telah terbukti menyebabkan penyakit parah bahkan kematian pada orang-orang yang berusia lanjut. Tetapi tidak berarti jika orang-orang yang lebih muda kemudian kebal dari penyakit ini.

Dilansir dari ScienceNews, setidaknya 3.200 orang berumur 18 hingga 34 telah dirawat di 419 rumah sakit Amerika Serikat dari awal April hingga akhir Juni. Menurut JAMA Internal Medicine, 21 persen (684 orang) berakhir di ruang perawatan intensif dan 10 persen (331 pasien) harus menggunakan ventilator serta hampir 3 persen (sekitar 90 orang) meninggal dunia.

Menurut Aubree Gordon, seorang ahli epidemiolog di University of Michigan di Ann Arbor, angka ini mengkhawatirkan mengingat Covid-19 merajalela di kampus yang mulai banyak dibuka di AS.

Jumlah kasus pada orang dewasa muda hampir mencapai seperempat dari seluruh total kasus virus corona di Amerika Serikat. Angka kematian tiga persen ini memang sedikit jika dibandingkan dengan orang lanjut usia yang dirawat di rumah sakit, yang mencapai lebih dari 20 persen dalam dua penelitian berbeda yang dilakukan di AS dan Jerman.

Tetapi jika dibandingkan dengan penyakit lain, angka ini masih lebih tinggi. Misalnya, angka ini lebih dari dua kali lipat tingkat kematian untuk serangan jantung pada orang dewasa muda, tulis para peneliti.

Kondisi yang mendasari seperti obesitas parah atau tekanan darah tinggi dikaitkan dengan penyakit yang lebih parah atau kematian. Tim juga menemukan bahwa orang dewasa muda yang memiliki beberapa kondisi mendasar dapat mengalami risiko penyakit serius dan kematian seperti orang berusia 35 hingga 64 tahun tanpa kondisi tersebut.

Lebih dari separuh dari orang dewasa muda yang dirawat di rumah sakit adalah orang-orang kulit hitam atau hispanik, meskipun ras atau etnis tidak dikaitkan dengan peningkatan risiko kematian atau penggunaan ventilator.

Aaron Milstone, seorang ahli penyakit menular pada anak di John Hopskin University mengatakan jika melihat penyakit yang lebih parah pada orang dewasa muda dengan kondisi yang mendasari mencerminkan temuan dari populasi yang lebih besar yang termasuk orang dari kelompok umur lain.

Karena penelitian tersebut hanya mempertimbangkan pasien yang dirawat di rumah sakit, tidak dapat dikatakan apa risikonya bagi orang dewasa muda pada umumnya yang terinfeksi virus corona.

"Tapi jika kalian dirawat di rumah sakit, risiko komplikasi tinggi, dan itu harus menjadi perhatian untuk semua orang baik itu anak-anak, dewasa muda, atau penduduk yang lebih tua," ujar Milstone.

Terlebih, 3 persen orang-orang yang bertahan di rumah sakit tetap membutuhkan lebih banyak perawatan di fasilitas perawatan. Tidak diketahui apakah pasien lain yang dipulangkan dari rumah sakit masih mengalami gejala Covid-19

"Orang muda sering kali mengabaikan risiko mereka dengan alasan usia," jelas Gordon. Dia menambahkan jika temuan ini menggarisbawahi fakta bahwa orang yang lebih muda masih berisiko mengalami gejala parah, terutama jika mereka memiliki kondisi kesehatan lain. (*)

Related Articles
Current Issues
Beda Dengan Flu, Covid-19 5 Kali Lebih Mematikan Bagi Pasien yang Dirawat di RS

Current Issues
Waduh, Cuma 50 Persen Warga Amerika Serikat yang Mau Divaksin

Current Issues
Membatasi Kapasitas Ruangan Dapat Menurunkan Infeksi Covid-19 Secara Signifikan