Current Issues

Covid-19 Bikin Sekolah Tutup, Generasi Terancam Kehilangan Keterampilan

Dwiwa

Posted on September 9th 2020

Pandemi Covid-19 telah membuat berbagai aktivitas manusia tidak bisa berjalan normal seperti sedia kala. Sebagian kantor memberlakukan bekerja dari rumah, sementara yang lain melakukan pembagian shift agar para pegawainya bisa memenuhi aturan protokol kesehatan yang berlaku.

Sekolah-sekolah pun terpaksa ditutup selama berbulan-bulan demi mencegah terjadinya penyebaran Covid-19 yang lebih banyak. Meski proses pembelajarannya sudah diganti dengan cara daring, namun tampaknya gangguan pada sekolah ini masih tetap akan memberikan dampak jangka panjang.

Dilansir dari Reuters, Organisation of Economic Cooperation and Development (OECD) memperkirakan jika kondisi ini dapat mengakibatkan penurunan sebesar 1,5 persen dalam perekonomian global hingga abad ini berakhir.

Dalam laporan yang dipublikasikan pada Selasa (8/9) OECD mengatakan jika Amerika Serikat akan mewakili kerugian ekonomi sebesar USD 15,3 triliun. Dan kerugian ini bisa terus bertambah jika gangguan pendidikan meluas pada tahun ajaran berikutnya.

“Kehilangan pembelajaran akan menyebabkan kehilangan keterampilan dan keterampilan yang berhubungan dengan produktivitas mereka,” kata laporan tersebut, menjelaskan perkiraan penurunan produk domestik bruto (PDB) global.

Penutupan selama berminggu-minggu oleh berbagai negara juga berdampak pada peningkatan kesenjangan dalam memperoleh pendidikan antara si kaya dan si miskin. Anak-anak yang memiliki akses internet, komputer, dan keluarga yang mendukung bernasib lebih baik.

“Siswa dengan latar belakang yang menguntungkan ... dapat menemukan cara lain untuk tetap bisa belajar. Mereka yang berasal dari latar belakang kurang beruntung lebih sering tertutup akses ketika sekolah ditutup,” jelas laporan tersebut.

Meskipun beberapa sekolah mulai dibuka kembali, masih tetap ada tantangan besar dalam dunia pendidikan. Sekolah harus bisa mengatur bagaimana membuka kembali tanpa menyebabkan kenaikan kasus infeksi.

Adanya gangguan ekonomi juga akan menimbulkan risiko pada anggaran pendidikan yang menyusut. Dan kampus juga harus melakukan perubahan agar bisa tetap menarik bagi para siswa. (*)

 

Related Articles
Current Issues
Semakin Banyak Ahli Meminta Pemerintah Pertimbangkan Kembali Membuka Sekolah

Current Issues
Hindari Masker Ini Karena Perlindungannya Tak Cukup Baik

Current Issues
Meski Ada Vaksin Covid-19, Kehidupan Diperkirakan Baru Akan Normal Pada 2022