Entertainment

Syuting di Xinjiang, Film 'Mulan' Kembali Dihujani Kritik Warganet

Delima Pangaribuan

Posted on September 8th 2020

Perilisan film live action Disney Mulan memang penuh kontroversi. Bahkan sejak sebelum film itu diluncurkan ke publik. Kali ini, kritikan datang dari warganet karena apa yang mereka temukan di bagian credit film.

Melansir The Hollywood Reporter, warganet berang karena mengetahui ternyata ada ucapan terima kasih khusus buat Pemerintah Provinsi Xinjiang.

Seperti diketahui, film ber-budget USD 200 juta itu merupakan adaptasi dari animasi Disney terkenal Mulan. Berlatar belakang budaya Tionghoa, wajar kalau kemudian mereka melakukan syuting di dataran Tiongkok. Masalahnya, ternyata syuting dilakukan di Xinjiang yang cukup dikenal karena kasus pelanggaran HAM.
 
Xinjiang, yang beribukota Urumqi, merupakan rumah bagi ribuan masyarakat etnis Uighur. The Hollywood Reporter merangkum bahwa pemerintah Tiongkok melakukan pelanggaran HAM terhadap masyarakat Uighur dengan mendirikan belasan kamp konsentrasi untuk 're-edukasi'. Etnis ini juga ditekan secara sosial dengan kerja paksa dan sterilisasi supaya jumlahnya nggak berkembang lagi.
 

Nah, setelah film selesai, ada ucapan special thanks kepada pemerintah setempat. Termasuk untuk biro keamanan masyarakat di Turpan yang merupakan pusat dari kamp re-edukasi tersebut. Namun, hingga artikel tersebut diturunkan, The Hollywood Reporter belum mendapat keterangan resmi dari Disney.
 
Sebetulnya sudah sejak lama lokasi syuting Mulan ini diungkap ke publik. Disney bahkan melakukan pengambilan gambar di 20 lokasi di dataran Tiongkok. Salah satunyaa Urumqi. Sutradara Mulan asal Selandia Baru, Niki Raco, bahkan pernah membagikan lokasi syuting di Urumqi lewat media sosialnya.
 
Beberapa tokoh menyayangkan tindakan Disney ini dan menyampaikan unek-uneknya di Twitter. Kolumnis Washington Post, Isaac Stone Fish, menulis hal yang paling salah dalam kasus ini adalah Disney berterima kasih pada satuan yang secara aktif membantu terjadinya genosida terhadap etnis minoritas.
 

Aktivis Hongkong Joshua Wong juga mencatat ini sebagai tambahan poin minus bagi film Mulan. "Kalian (Disney) juga secara tidak langsung mendukung penahanan massal Muslim Uighur," cuit Joshua di Twitter.
 
Sebelumnya, Mulan juga pernah menimbulkan kontroversi sebelum ditayangkan. Liu Yifei, pemeran Mulan, sempat ngetwit mendukung aksi polisi menertibkan demonstran Hongkong dengan kekerasan. Hal ini mendorong masyarakat khususnya di Hongkong untuk memboikot film Mulan. (*)
 
 
 
Artikel Terkait
Entertainment
“Mulan” Live-Action, Mungkin Jadi Film Perdana di Bioskop Pasca-Pandemi

Entertainment
Rilis Film Disney Kembali Ditunda, Kali Ini Sampai Satu Tahun

Entertainment
Mulan, Lebih dari Sekedar Wanita Pemberani