Current Issues

Kenaikan Kasus Covid-19 Pupuskan Harapan Jadi Pusat Pariwisata Asia Tenggara

Dwiwa

Posted on September 8th 2020

Harapan untuk membuka kembali tempat-tempat wisata populer di wilayah Asia Tenggara dalam waktu dekat tampaknya harus kembali tertunda. Hal ini dikarenakan masih tingginya kasus Covid-19 di wilayah ini dan lonjakan kasus yang belum menurun.

Rencana pembukaan Bali untuk turis asing di bulan September ini harus kembali ditunda karena adanya lonjakan kasus Covid-19. Sementara di Thailand, rencana untuk membuka kembali pulau Phuket tampaknya juga harus ditunda karena kemunculan kasus penularan lokal pertama di Thailand.

Dilansir dari CNA, negara-negara Asia Tenggara saat ini masih mencoba mendorong industri pariwisata domestik untuk bisa kembali bangkit. Selain itu, beberapa negara juga tengah mempertimbangkan untuk melakukan “gelembung perjalanan” agar bisnis pariwisata bisa kembali bergerak.

Bali sendiri awalnya menjadi salah satu wilayah di Indonesia yang terlihat mampu menangani pandemi lebih baik dari daerah lain. Tetapi kasus Covid-19 di wilayah ini mengalami lonjakan setelah kembali membuka pintu untuk para wisatwan domestik pada akhir Juli.

“Peningkatan pariwisata lokal adalah salah satu faktor penting dalam peningkatan kasus di Bali,” ujar Pandu Riono, seorang ahli epidemiologi dari Universitas Indonesia.

Sementara itu, Ketut Suarjaya, kepala dinas kesehatan Bali mengatakan pariwisata domestik tidak bisa disalahkan untuk terjadinya lonjakan kasus. Sementara beberapa pihak lain menilai apa yang dialami Bali menjadi peringatan akan bahayanya membuka kembali perbatasan terlalu cepat.

Epidemiologis dan pakar kesehatan masyarakat mengatakan kedatangan wisatawan ke Bali tidak hanya meningkatkan jumlah kasus di berbagai wilayah di Indonesia, tetapi juga menggarisbawahi kelemahan negara dalam menangani pandemi seperti kurangnya pengujian dan pelacakan kontak.

Ahli kesehatan masyarakat mengatakan kemungkinan faktor lain yang berkontribusi adalah munculnya mutasi virus yang lebih menular atau yang dikenal dengan nama D614G.

Rekor kasus virus corona tertinggi di Bali terjadi pada Jumat (4/9) dengan jumlah mencapai 196, rekor harian kelima secara berturut-turut. Kasus harian di pulau Dewata hampir tiga kali lipat dari rata-rata kasus dalam enam minggu terakhir. Sementara jumlah kematian berlipat ganda menjadi 116 selama periode tersebut.

Ekonomi Runtuh

Perekonomian Indonesia mengalami guncangan triwulanan pertama semenjak sepuluh tahun terakhir pada triwulan kedua. Perekonomian Bali bahkan menyusut lebih banyak dari bagian negara lain dan hampir menyentuh angka 11 persen.

Thailand, dimana pengunjung asing menyumbang hampir 11 persen dari PDB tahun lalu, telah terdampak lebih parah akibat jatuhnya pariwisata -- meskipun sebagai gantinya berhasil mengendalikan pandemi lebih baik – juga mengalami guncangan terbesar sejak krisi keuangan Asia pada kuartal kedua.

Negara tersebut juga menangguhkan rencana perjanjian “gelembung perjalanan” dengan sejumlah negara terpilih pada Agustus karena kasus virus corona melonjak di beberapa negara Asia.

Yuthasak Supasorn, gubernur dari Otoritas Pariwisata Thailand (TAT) mengatakan pembukaan kembali Phuket untuk wisatwan asing akan kembali ditunda.

Kepada Reuters dia mengatakan berharap jika pembukaan bisa dimulai selama musim dingin Eropa yang biasanya menjadi musim ramai turis di Thailand. Sementara itu, pembukaan kembali pariwisata lokal Vietnam juga terpukul ketika pandemi kembali merebak di negara yang sempat berhasil mengendalikan Covid-19 tersebut. (*)

Related Articles
Current Issues
Kasus Covid-19 Indonesia Tembus 100.000, Protokol Kesehatan Harus Lebih Dipatuhi

Current Issues
Kangen Piknik? Berikut Daftar Lengkap Negara yang Siap Kalian Kunjungi

Current Issues
Kenapa Sih Masker Scuba atau Buff Dilarang Digunakan Untuk Cegah Covid-19?