Tech

Stitch, Fitur Baru TikTok untuk Mengutip Video dari Pengguna Lain

Ahmad Redho Nugraha

Posted on September 5th 2020

Sembari menunggu putusan nasibnya di Amerika Serikat pada 20 September mendatang, TikTok dan ByteDance sepertinya tidak berniat "libur" sama sekali. Mereka justru melanjutkan aktivitas bisnis seperti biasa, bahkan sempat-sempatnya merilis fitur baru untuk TikTok yang disebut "Stitch" serta menggaet banyak mitra pemasaran.

Stitch sebenarnya sudah diujicoba sejak April lalu. Ide utama dari fitur ini adalah mempermudah para pengguna TikTok dalam "mengutip" video orang lain selama lima detik. Lalu, memasukannya ke dalam video mereka sendiri. Fitur ini akan sangat berguna dalam mengutip konten TikTok yang viral, bahkan bisa digunakan menjadi pembuat meme berformat video TikTok.

TikTok mengatakan jika fitur ini dapat bekerja berdasarkan peraturan akun yang disesuaikan oleh pemilik akun TikTok itu sendiri. Pengguna TikTok dapat mengatur apakah video mereka dapat di-stitch atau tidak setiap mereka akan membuat video baru.

Pengguna TikTok yang mengutip video dari akun lain akan menyertakan link credit menuju akun pemilik video tersebut. Hal ini bisa membantu mengurai masalah tumpang-tindih konten dan nama kreator original.

Disamping fitur Stitch, TikTok juga berusaha memperluas jangkauan pasar Amerika Serikat dengan cara menggaet 20 mitra pemasaran, pengembangan kreatif, efek brand VR, dan AR dan lain sebagainya. Mitra-mitra tersebut termasuk perusahaan dan campaign management.

TikTok mengonfirmasi jika langkah yang diambilnya tersebut merupakan inisiatif global, yang berarti bahwa mereka melakukan hal ini untuk mengekspansi pasar global dimanapun TikTok bisa beroperasi. Namun dengan nasib TikTok di AS yang masih sangat bergantung pada keputusan parlemen AS, langkah ini juga dapat menjadi batu loncatan TikTok dalam memperkuat posisinya di pasar AS.

ByteDance saat ini tengah berada dalam negosiasi yang alot dengan beberapa perusahaan teknologi AS yang berusaha membeli TikTok. Jika negosiasi tersebut tidak ada yang berhasil, maka nasib dari hubungan kemitraan dan pemasaran TikTok dengan mitra-mitranya kemungkinan masih akan sangat tidak tertebak.

"Dengan peluncuran TikTok for Business, kami menciptakan kesempatan baru bagi para marketer untuk menjadi storyteller yang kreatif di dalam komunitas TikTok", Melissa Yang, kepala bagian Ecosystem Partnership berujar dalam sebuah postingan blog TikTok.

TikTok for Business sendiri adalah platform TikTok yang diluncurkan khusus untuk para mitra TikTok dalam menjadi media pemasaran mereka, dengan format pemasaran khas TikTok. "Kami tidak sabar untuk memberikan pengalaman kreatif dan menyenangkan kepada para mitra kami, dan komunitas TikTok secara lebih luas."

Saat ditanya bagaimana fitur-fitur terbaru TikTok tersebut akan bekerja seandainya operasional TikTok di masa mendatang dipecah ke dalam wilayah-wilayah operasional yang lebih kecil, terutama jika TikTok kehilangan pasar di AS? TikTok tidak bersedia memberikan komentar lebih lanjut. "Sayangnya, kami tidak bisa memberikan komentar mengenai spekulasi tersebut," demikian tutur juru bicara TikTok.(*)

Related Articles
Tech
Tanggapi Misinformasi Soal Perusahaan Mereka, TikTok Kini Buat Twitter Baru

Tech
Donald Trump Setujui Kesepakatan Oracle-TikTok untuk Dirikan "TikTok Global"

Tech
Netflix Tolak Tawaran Beli TikTok di AS