Current Issues

Kepala BNPB Ungkap Banyak Orang Jakarta dan Jawa Timur Percaya Kebal Covid-19

Dwiwa

Posted on September 4th 2020

Indonesia mencatatkan rekor penambahan kasus harian tertinggi pada Kamis (3/9). Di hari ketiga bulan September ini, sebanyak 3.622 pasien baru dikonfirmasi positif terinfeksi Covid-19. Angka tersebut memperbanyak jumlah orang terinfeksi yang kini telah mencapai 184.268 kasus.

Dari banyaknya peningkatan kasus yang terjadi, dua provinsi di Indonesia menyumbang kasus paling banyak. Di urutan paling atas ada ibu kota Indonesia DKI Jakarta dengan total kasus 43.709 yang disusul oleh Jawa Timur tepat di bawahnya dengan total 34.655 kasus per 3 September, menurut situs resmi masing-masing provinsi.

Selama beberapa minggu terakhir kedua wilayah ini memang rutin memberikan sumbangan kasus yang cukup tinggi. Entah karena jumlah pengujian yang meningkat atau memang kasusnya yang semakin banyak.

Tapi sebuah penelitian terbaru yang diungkap oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo tampaknya cukup menarik. Dilansir dari The Jakarta Post, data yang diungkap itu menunjukkan jika banyak warga di dua provinsi tersebut yakin jika diri mereka kebal dari virus SARS-Cov-2.

Ada lima provinsi yang dilihat selama beberapa bulan oleh tim sebelum bisa menyimpulkan hal ini. Kelimanya adalah DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Kalimantan Selatan. Di wilayah-wilayah tersebut, ternyata masih ditemukan orang-orang yang percaya mereka tidak akan pernah terinfeksi Covid-19.

Doni sendiri tidak menyebutkan detail dari penelitian yang dimaksud. Tetapi dari data, kelima provinsi tersebut merupakan wilayah yang terbilang mengalami dampak cukup parah akibat dari pandemi. Doni pun menyebut jika tampaknya, temuan tersebut memiliki keterkaitan.

"(Warga) masih menganggap Covid rekayasa, masih anggap Covid ini konspirasi. Kami akan upayakan tim gabungan bisa sasar daerah-daerah tersebut,” ujar Doni seperti dikutip dari CNN Indonesia.

Hal ini dikatakan Doni akan ditindaklanjuti dengan memberikan edukasi lebih lanjut kepada masyarakat terkait. BNPB disebut akan menggandeng para pakar mulai dari psikologi, antropologi, hingga sosiologi untuk membuat masyarakat lebih mengerti dan paham soal Covid-19.

Nah kalau kalian guys, termasuk kelompok yang mana? Melakukan tindakan pencegahan dengan mematuhi protokol kesehatan atau kelompok yang masih yakin jika Covid-19 adalah rekayasa dan konspirasi? (*) 

Artikel Terkait
Current Issues
Begini Efeknya Kalau Kalian Pakai Maskernya Gak Bener...

Current Issues
Bioskop Bakal Dibuka Lagi, Bahaya Sebagai Tempat Penularan Covid-19 Gak Sih?

Current Issues
Belum Melandai, Daerah-Daerah Ini Alami Lonjakan Covid-19 yang Signifikan