Current Issues

Setelah TikTok, India Blokir Ratusan Aplikasi Tiongkok Termasuk PUBG Mobile

Kezia Kevina Harmoko

Posted on September 3rd 2020

Konflik antara India dan Tiongkok kian memanas. Masalah yang berawal dari pelanggaran batas wilayah ini kini makin memengaruhi ranah bisnis dengan adanya pemblokiran terhadap aplikasi-aplikasi buatan negeri panda tersebut.

Di bulan Juni lalu, India sudah memblokir 59 aplikasi buatan Tiongkok termasuk aplikasi TikTok yang punya jutaan pengguna hingga browser kenamaan UC Browser. Kini, pemblokiran memakan lebih banyak korban dengan tambahan 118 aplikasi lain, dua di antaranya adalah game PUBG Mobile dan aplikasi pembayaran Alipay yang dinaungi oleh Ant Group.

Pengumuman pemblokiran ini secara resmi diumumkan pada Rabu (2/9) lalu. Kementerian elektronik dan teknologi informasi India menyatakan bahwa keputusan ini diambil karena deretan aplikasi tersebut berhubungan dengan aktivitas yang mengancam kedaulatan, pertahanan dan keamanan, dan menjadi permintaan masyarakat India, berdasarkan informasi yang tersedia.

“Kementerian elektronik dan teknologi informasi menerima banyak complain dari berbagai sumber termasuk beberapa laporan tentang penyalahgunaan aplikasi yang tersedia untuk Android dan iOS untuk mencuri dan mengirimkan data ke server yang berada di luar negara India,” jelas pernyataan tersebut dilansir dari SCMP.

Di India sendiri banyak kasus para gamers yang ketagihan bermain PUBG Mobile hingga menyebabkan hal-hal negatif. Mulai kasus pembunuhan, bunuh diri, dan kejadian musibah lainnya.

Salah satu kasus yang ramai dibicarakan terjadi pada Januari 2019. Saat itu ada pelatih fitnes yang kecanduan PUBG Mobile melukai dirinya sendiri. Pada September 2019, Hindustan Times melaporkan ada seorang pria berusia 25 tahun di Karnataka membunuh ayahnya yang menghentikannya bermain PUBG Mobile.

Sebelum pemblokiran PUBG Mobile, India sudah melarang TikTok, WeChat, dan UC Browser. Pada tahap pemblokiran kali ini, tak hanya PUBG Mobile yang diblokir. AliPay (alat pembayaran milik Alibaba), Marvel Super WarTaobao (marketplace milik Alibaba), Youku (platform video), hingga Huya (platform streaming) turut diblokir oleh India.

Pemblokiran ini tentu akan berdampak besar pada perusahaan-perusahaan pemilik aplikasi tersebut. Sebab India termasuk pasar yang besar, mengingat populasi mereka juga besar.

Waduh, gamer India terpaksa pensiun dari PUBG dong? Gak ada lagi Winner Winner Chicken Dinner di India nih? (*)

Artikel Terkait
Esports
Krafton Ubah Sosmed dan Situs Resmi PUBG: New State menjadi New State Mobile

Hobi
PUBG Mobile Siapkan Investasi USD 100 juta untuk Kembali ke India

Sport
Bigetron Duduki Posisi Kesembilan di Prelim Ketiga