Lifestyle

Sedih Karena Kepergian Idola? Wajar kok! Ini Alasan dan Tips Menghadapinya

Kezia Kevina Harmoko

Posted on August 31st 2020

(Jeff Kravitz/FilmMagic)

Tahun 2020 memang memberikan banyak kejutan. Sederet figur publik yang punya tempat di hati kita mendadak pergi untuk selama-lamanya, sebut saja musisi Glenn Fredly, penyanyi campur sari Didi Kempot, aktris Glee Naya Rivera, hingga yang paling baru adalah meninggalnya Chadwick Boseman, aktor berbakat yang memerankan tokoh Black Panther.

Rasa sedih yang muncul akibat meninggalnya selebriti yang kita sayangi, memang tidak sama seperti kesedihan saat ditinggal keluarga. Tapi tetap saja, kedukaan tersebut bisa muncul. Meskipun memori yang terbentuk hanya melalui momen via layar televisi atau HP, konser yang ramai, namun semua ini membentuk rasa loyal tersendiri dan ini berdampak pada perasaan sedih yang berbeda.

Kenapa kita bisa merasa sedih karena kepergian idola

Berduka atas kematian seorang idola benar-benar wajar. Dilansir dari TeenVogue, seorang konselor klinis asal Amerika Serikat bernama Rachel O’Neill berpendapat kalau rasa sedih atas meninggalnya idola bisa terjadi karena kita punya hubungan personal dengan para idola. Walaupun tidak berhubungan langsung, idola kita punya peran penting dalam hidup kita.

Bisa jadi, idola kita dulu selalu mengisi hari-hari masa kecil kita. Sosok idola tersebut berubah jadi inspirasi dan kita ingin jadi seperti mereka, Atau, sosok mereka jadi pacar idaman pertama yang kita punya. Bisa juga kita selalu menikmati karya mereka ketika kita emosional. Karena semua ini, kematian idola terasa seperti kehilangan satu bagian dalam masa lalu kehidupan kita.

“Selebriti bisa jadi bagian yang besar dalam kehidupan sehari-hari kita. Mereka mungkin bikin kita tertawa, terhibur, antusias, atau tenang. Ketika seorang selebriti pergi untuk selamanya, kita merasa seperti kehilangan orang yang benar-benar berarti karena mereka yang memberi kita momen paling bahagia atau paling sedih,” jelas konselor tersebut.

Kalau kamu lagi merasakan kondisi ini, wajar kok. Pada dasarnya, kematian memang menimbulkan kesedihan. Biar kamu bisa menghadapi kesedihan ini, simak beberapa tips berikut.

Coba tonton atau dengar lagi karya mereka

Ketika merasakan duka, berikan diri kita tempat untuk merasakannya. Salah satu caranya adalah menonton film yang idola kita perankan atau karya lain yang mereka buat. Membagikan memori ke media sosial juga bisa membantu. “Mengingat sosok tersebut dalam cara apapun bisa membantu. Beberapa orang merasa lebih baik membagikan memori ke media sosial karena bisa menemukan orang lain yang merasakan hal yang sama,” kata O’Neil.

Interaksi dengan komunitas yang juga berduka

Biasanya, kematian seorang idola menjadi trending topic di berbagai media sosial dan ini memudahkan kita untuk menemukan orang-orang yang juga merasakan kesedihan yang sama. Komunitas ini bisa membentuk grup dukungan yang mampu saling menguatkan satu sama lain.

Dilansir dari TeenVogue, seorang psikiater asal Amerika Serikat bernama Neeraj Gandotra, juga berpendapat bahwa membicarakan perasaan duka tersebut dapat membantu kita menghadapinya. “Kalau kamu memendam perasaan sedih dan duka, kamu bisa sakit,” katanya.

“Membicarakannya atau menuliskannya bisa memaksa kamu untuk berpikir tentang perasaan tersebut, dan membantu kita memahami bahwa sama sekali nggak masalah untuk merasa down, karena itu adalah reaksi natural ketika dilanda kehilangan. Punya grup dukungan jadi hal yang paling penting untuk mengatasinya.”

Tentu kita juga bisa bicara dengan keluarga atau teman secara langsung kalau kurang terbiasa mengutarakan perasaan di media sosial. Pokoknya harus cari dukungan.

Lakukan journaling, meditasi, atau yoga

Melakukan hal-hal yang menangkan bisa jadi mekanisme kita menghalau duka. Kegiatan seperti journaling, meditasi, atau yoga bisa bantu menenangkan diri dan membantu kita melewati masa-masa sulit. Kalau dirasa masih kesulitan menghadapinya, jangan ragu untuk cari pertolongan profesional.

Coba belajar dari pengalaman ini

Psikiater Neeraj Gandotra menambahkan bahwa kita bisa menggunakan perasaan duka ini untuk mengevaluasi segala aspek dalam kehidupan kita dan membuat perubahan untuk jadi lebih baik. “Gunakan perasaan duka ini untuk punya lebih banyak perbinvangan tentang apa yang terjadi jika seseorang meninggal,” katanya. “Diskusi ini bisa sangat bermanfaat untuk menemukan hal-hal yang harus kita perbaiki.” (*)

Related Articles
Lifestyle
Hedonic Treadmill, Kondisi yang Bikin Kita Gak Bisa Lama Rasakan Bahagia

Lifestyle
5 Langkah Sederhana Menghadapi Duka atau Kehilangan saat Pandemi

Lifestyle
Sedih Itu Boleh, Malah Penting untuk Jaga Kesehatan Mental. Cek Ini Deh!