Tech

Neuralink Kembangkan Robot Bedah Otak, Langkah Awal "Menghadapi" Dominasi AI

Ahmad Redho Nugraha

Posted on August 29th 2020

Teknologi adalah ujung tombak bagi perkembangan berbagai industri di masa depan. Elon Musk sadar akan hal tersebut, dan dia menginisiasi kemunculan berbagai inovasi di bidang teknologi lewat perusahaan-perusahaannya. Salah satunya Neuralink.

Kabar tentang Elon Musk yang ingin menciptakan perangkat gawai yang terhubung dengan otak manusia memang bukan kabar baru. Tapi kali ini dia dan Neuralink merintis sesuatu yang lain, yaitu robot bedah.

Dalam menciptakan robot itu, Neuralink bekerjasama dengan perusahaan desain industri asal Vancouver, Woke Studio. Teknisi Musk di Neuralink mengembangkan teknologi robotiknya. Sementara Woke Studio bekerja mendesain tampilan dan user experience robot tersebut. Termasuk alat komunikasi berupa ear-piece yang pernah dipresentasikan Neuralink beberapa bulan silam.

"Walau pasien (bedah otak) tidak sadar saat mesin ini bekerja, kami tetap perlu mendesain robot dengan tampilan yang tidak menakutkan, juga robot yang secara estetika cocok dengan portofolio mesin buatan Musk yang lainnya," tukas Woke Studio dalam sebuah press release.

"Robot ini juga perlu memenuhi persyaratan medis yang banyak, termasuk dalam hal sterilitas dan perawatan, serta kemampuan untuk dipergunakan dengan aman dan baik oleh operatornya."

Woke mengatakan jika robot operasi Neuralink dapat dibagi ke dalam tiga bagian utama. Yakni, kepala, tubuh, dan bagian dasar. Kepala robot ini berupa bagian yang menyerupai helm. Berperan menahan kepala pasien.

Bagian kepala ini juga dilengkapi dengan berbagai perangkat, seperti jarum operasi, kamera dan sensor untuk memetakan otak pasien bedah. Bagian kepala ini juga dilengkapi kantong sekali pakai untuk menyokong operasi yang steril.

Bagian tubuh robot menampung seluruh komponen yang dibutuhkan untuk keperluan motorik robot, agar bagian kepalanya dapat melakukan operasi dengan lancar sesuai prosedur. Sementara bagian bawah robot ini berfungsi sebagai bagian penyokong dan menyimpan bagian "otak" bagi komputer robot tersebut.

Neuralink, perusahaan pembuat robot ini, didirikan Elon Musk karena keyakinan pribadinya dalam mencegah sebuah ancaman potensial bagi kehidupan manusia d masa depan, yaitu dominasi kecerdasan buatan (artificial intelligence) dalam segala lini aktivitas manusia.

Langkah paling awal yang hendak diambil Musk dalam memitigasi hal tersebut adalah dengan menciptakan teknologi yang bisa digunakan dalam mendeteksi kerusakan pada otak.

Musk berharap jika Neuralink dapat membantu manusia menjadi lebih "kompetitif" terhadap AI, dengan cara memfasilitasi manusia dengan menghilangkan hambatan impuls pada sistem syaraf, koneksi langsung berkecepatan tinggi antara manusia dan komputer, serta kemampuan melakukan direct thought input.(*)

Related Articles
Tech
Elon Musk: Monyet Bisa Bermain Game dengan Bantuan Neuralink

Tech
SpaceX Manfaatkan Menara Penangkap Roket untuk Proyek Roket "Super Heavy"

Tech
Lewat Update Firmware-nya, Tesla Bawa "Hadiah Natal" Suara Kentut