Tech

Aktivitas TikTok Mungkin Dibatasi di Inggris, Tapi Tidak dengan Pendirian Kantor

Dwiwa

Posted on August 27th 2020

Posisi TikTok terus terjepit. Mereka terus disorot akan penyalahgunaan data pengguna di sejumlah negara. TikTok dianggap dimanfaatkan oleh Pemerintah Tiongkok sebagai alat mematai-matai warga asing. Belakangan beredar kabar, Inggris juga akan melakukan pembatasan terhadap aplikasi berbagi video ini.

Dilansir dari South China Morning Post, meski ada pembatasan tapi rencana TikTok membangun kantor pusat internasional di London tampaknya masih bisa berjalan. Hal ini dikarenakan hasil tinjauan dari kepala staf perdana menteri Eddie Lister yang menunjukkan jika TikTok tidak memberikan ancaman keamanan yang besar seperti Huawei.

Meski begitu, menurut sumber yang tidak ingin disebutkan namanya, pemerintah tetap diminta untuk mencegah perusahaan memindahkan data ke luar negeri. Juru bicara TikTok dan juru bicara Pusat Keamanan Siber Nasional Inggris menolak untuk memberi tanggapan terkait hal ini.

Posisi TikTok tak jauh beda dengan perusahaan asal Tiongkok lainnya, Huawei. Huawei sendiri telah menghabiskan satu dekade untuk bisa memperoleh posisi penting dalam infrastruktur komunikasi di Inggris.

Tapi sayang, Huawei kini harus terdepak. Itu setelah kajian bersama yang dilakukan AS dan anggota parlemen partai Konservatif pendukung Boris Johnson mendapati temuan bahwa Huawei menimbulkan risiko keamanan negara.

Bulan lalu, Inggris meminta semua peralatan yang dibuat oleh perusahaan yang berbasis di Shenzhen itu untuk dihapus dari jaringan di negeri tersebut. Lantaran berasal dari Tiongkok, TikTok pun mengalami nasib serupa.

Beberapa hari ini anggota partai pendukung Johnson juga menyuarakan keprihatinan terkait TikTok. Mereka dinilai hadir secara cepat menjadi saingan situs berbagi video milik Google, YouTube. Dan berfungsi sebagai alternatif penyalur bakat dan penghasil dolar.

“Dengan keberadaan kantor yang mencolok di Inggris, ByteDance dapat dengan mudah menyamar sebagai orang Inggris setara dengan Facebook atau Google dalam mendapatkan kredibilitas di London,” ujar anggota parlemen Konservatif Iain Duncan Smith.

Tom Tugendhat, anggota parlemen Konservatif yang memimpin komite urusan luar negeri Parlemen juga mempertanyakan reputasi ByteDance di Tiongkok. Pada bulan lalu, dia mencuitkan jika TikTok adalah bentuk malware pengawasan.

ByteDance sendiri telah membantah klaim yang mengatakan mereka dikendalikan oleh pemerintah Tiongkok. Atau klaim lain bahwa data pengguna TikTok berisiko disalahgunakan. Meski begitu, eksekutif operator TikTok di Inggris telah bersiap mendapatkan pengawasan yang lebih ketat dari regulator dan politisi.

Aplikasi berbagi video yang sedang populer ini memang tengah mempertimbangkan memperluas kantornya di London. Menjadikan kota ini sebagai kantor pusat internasional. Namun menurut sebuah sumber, masih belum ada keputusan yang diambil.

Terkait penyimpanan data, TikTok menyebut jika saat ini data pengguna disimpan di AS. Dan cadangannya disimpan di Singapura. Awal bulan ini, TikTok mengumumkan rencana membangun situs baru di Dublin, yang akan digunakan untuk penyimpanan data pengguna Eropa.

Regulator di seluruh Eropa juga telah melakukan penyelidikan kepada TikTok, tetapi politisi tampaknya tidak terburu-buru melakukan pemblokiran. Bahkan menurut juru bicara pemerintah, Perancis dan Jerman tidak memiliki rencana untuk melakukannya.(*)

Related Articles
Tech
Capai Kesepakatan, Xiaomi Berhasil Lolos dari Daftar Hitam AS

Tech
TikTok Terindikasi Langgar Perjanjian Soal Privasi Pengguna di Bawah Umur

Tech
Penggunaan VPN Meningkat Sejak TikTok Diisukan akan Diblokir