Tech

Netflix Tolak Tawaran Beli TikTok di AS

Ahmad Redho Nugraha

Posted on August 27th 2020

Posisi TikTok di Amerika Serikat kian terpojok. Mereka harus mendapatkan pembeli sebelum batas waktu yang ditentukan Presiden AS Donald Trump, berakhir. Trump mengultimatum ByteDance, perusahaan induk TikTok, untuk melego hak kepemilikan aplikasi video singkat itu kepada perusahaan AS. Maksimal 15 September. Jika tidak, mereka kudu hengkang.

Setelah dikabarkan mendekati Twitter dan Microsoft, kini giliran Netflix yang dibidik ByteDance untuk membeli TikTok. Kabar tersebut dibeberkan lewat laporan Wall Street Journal

Meski demikian, Netflix tampaknya melepaskan kesempatan bernilai miliaran dolar AS itu. Belum diketahui apa penyebabnya.

ByteDance mungkin menganggap jika Netflix akan menjadi "rumah" yang cocok bagi TikTok, tapi sepertinya Netflix tidak sependapat. Walau pada 2019 lalu CEO Netflix Alex Sherman pernah berkata jika satu-satunya kompetitor sejati mereka adalah waktu tidur, tahun ini dia menyebutkan jika pesaing utamanya di ranah hiburan internet adalah TikTok.

Jika TikTok tidak berhasil mendapatkan pembeli dan terpaksa hengkang dari pasar AS, Netflix adalah salah satu pihak yang akan diuntungkan.

Netflix hanya salah satu pihak yang berkontak dengan ByteDance untuk urusan akuisisi perusahaan. Twitter, Alphabet dan Apple adalah perusahaan lain yang diisukan pernah membahas akuisisi TikTok dengan ByteDance. Oracle dan Microsoft merupakan dua calon pembeli kuat.

Nilai valuasi TikTok berada di kisaran USD 10 miliar hingga USD 50 miliar (sekitar Rp.147 triliun hingga Rp.733 triliun), sehingga seharusnya TikTok cukup menjanjikan bagi perusahaan manapun yang mau membelinya. Masalahnya hanya terdapat pada anggaran perusahaan yang ingin membelinya. 

Microsoft sejauh ini adalah satu-satunya pihak yang terang-terangan berminat dengan TikTok. Awal Agustus lalu, Microsoft mengatakan jika mereka telah berdisikusi dengan ByteDance untuk mengambil alih urusann operasional TikTok, bukan hanya di AS, tetapi juga di Kanada, Selandia Baru dan Australia.

Bahkan Microsoft dan ByteDance telah menandatangani "surat kesungguhan yang tidak mengikat" pada akhir Juli lalu, dan itu merupakan langkah yang signifikan dalam proses akuisisi di antara kedua belah pihak.

Senin (27/8) lalu, TikTok melayangkan tuntutan kepada Pemerintah AS menyusul keputusan sepihak Donald Trump memblokir aplikasi sejuta umat tersebut. Tuntutan tersebut berfokus kepada keputusan presiden Trump pada 6 Agustus lalu yang melarang adanya transaksi apapun antara ByteDance dan masyarakat AS. 

Menurut TikTok, Pemerintah AS telah mengabaikan hak mereka dalam mengurus akuisisi kepemilikan TikTok secara baik-baik. Mereka juga menekankan jika Pemerintah AS tidak memiliki bukti yang mendukung klaim mereka jika Pemerintah Tiongkok terlibat langsung dalam penggunaan data pengguna TikTok. (*)

 

Related Articles
Tech
TikTok Terjepit, Kini Warganet Tiongkok Sebut CEO-nya "Pengkhianat"

Tech
Donald Trump Setujui Kesepakatan Oracle-TikTok untuk Dirikan "TikTok Global"

Tech
ByteDance Tidak Sertakan Algoritma TikTok dalam Penjualan Asetnya pada AS