Opinion

Sadar Nggak sih Selama ini Kamu Udah Melakukan Body Shaming?!

Fidya Citra

Posted on August 15th 2018

“Ih kamu gendutan deh”, “Kok kamu kurus banget sih”, sehari-hari kata-kata kayak gini kian menari-nari di kehidupan (terutama perempuan) entah di dunia nyata maupun dunia maya. Kalian sebenernya sadar nggak sih kalo tindakan ngomentarin bentuk badan orang kayak gini termasuk body shaming??

Menurut kamus Oxford body shaming memiliki artian tindakan untuk menghina seseorang berdasarkan bentuk tubuhnya dengan membuat kritik atau pernyataan mengenai bentuk maupun ukuran tubuh seseorang.

“Lho, tapi kan aku niatnya mau muji badannya yang kurusan”, tetep aja kalo kamu nggak diminta untuk komentar, pernyataan kamu tergolong dalam body shaming. Soalnya, kamu kan nggak tau apa yang ada dipikiran temen kamu, ketika kamu bilang dia kurusan… Siapa tau dia jadi mikir “Selama ini gue gendut banget ya”.

Kalo kalian selama ini mengira komentar berbau body shaming atau fat shaming di media sosial itu cuma buat bahan bercandaan dan “Yaelah gitu doang nggak usah baper” kalian salah besar! Menurut penelitian yang dilakukan The Medical Journal Obesity, orang yang mendapatkan penilaian negatif mengenai berat badannya selain mengalami masalah mental, juga akan 3x lipat lebih mudah terkena diabetes, penyakit jantung, dan stroke dibanding orang dengan berat badan yang sama tapi tidak menerima komentar negatif.

Eits! Dampak secara mental maupun fisik ini jangan dikira hanya dirasakan perempuan aja. Meskipun mereka keliatannya adem ayem aja, laki-laki juga bisa merasakan sakit hati karena dihina "Pendek", "Hitam", atau "Jelek".

Pesan buat kalian yang hobi komentar negatif terhadap tubuh seseorang, kayaknya kalian perlu ditiup deh ubun-ubunnya. Abis, biar apa coba komentar “Duh gendutan ya kak?”, “Kakak kurusan banget deh jelek?”.

Mau bercanda? Nggak lucu!

Mau basa-basi? Nggak bermutu!

Mau ngingetin aja? Nggak perlu, karena badan orang lain itu none of your bussiness!

Dan untuk kalian yang sering dapet komentar negatif mengenai tubuh kalian, inget aja standar sempurna setiap orang itu berbeda. Kamu nggak perlu dengerin pendapat orang lain yang mencoba mematahkan standar kesempurnaan milik kamu. Selama kamu merasa nyaman dan sehat. Why the heck should you care?

Related Articles
Interest
Dua Bintang TikTok ini Ceritakan Pengalamannya Jadi Korban Cyberbullying

Sport
Kalah Dicaci Maki, Menang Dipuji

Interest
Greta Thunberg Cerita Pernah di-Bully: "Aku Sangat Kesepian"