Current Issues

Waspada! Ternyata Coronavirus Bisa Bertahan 3 Minggu di Daging Beku

Dwiwa

Posted on August 24th 2020

 
(Nataliia Rumiantseva/Alamy via The New York Times)

Penemuan adanya coronavirus jenis baru yang menyebabkan Covid-19 di makanan beku sempat menjadi permbicaraan heboh beberapa waktu lalu. Hal ini ditemukan oleh pejabat di distrik Longgang Shenzhen, Tiongkok ketika menguji barang impor yang masuk.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), temuan ini tidak perlu dikhawatirkan. Hal ini dikarenakan tidak ada bukti jika makanan atau distribusi makanan terlibat dalam proses penularan. CDC pun menyebut walaupun virus ini bisa menyebar melalui permukaan terkontaminasi, termasuk makanan dan kemasan, ini bukan jalur utama penularan.

Baca juga: Ada Virus Corona di Makanan Beku, Bisakah Membuat Kita Sakit?

Namun sebuah penelitian terbaru mengungkap jika virus ini bisa bertahan hingga tiga minggu pada daging dan ikan beku. Dilansir dari The Sun, dalam penelitian ini, potongan salmon, ayam, dan daging babi sengaja diberi sampel coronavirus.

Potongan daging yang terinfeksi ini kemudian disimpan dalam suhu beku untuk melihat apakah virus dapat bertahan. Daging beku ini ditempatkan dalam kondisi yang mirip dengan ketika sedang dalam pengangkutan antar negara.

Ini artinya, sampel disimpan pada suhu 4 derajat celcius yang merupakan kondisi suhu pendinginan standar dan minus 2 untuk suhu beku standar. Kemudian setelah 21 hari, ditemukan jika coronavirus masih ada dalam sampel.

Hal ini pun membuat para ilmuwan memperingatkan bahwa ini mungkin menjelaskan tentang terjadinya outbreak di beberapa negara yang telah lama tidak memiliki kasus Covid-19. Temuan tersebut juga berpotensi menyebabkan terjadinya lonjakan di masa depan.

Penelitian yang belum dilakukan peer-reviewed itu pun meminta penjelasan terkait kembalinya outbreak Covid-19 di beberapa wilayah yang telah memberlakukan pemberantasan lokal yang jelas. Mencontohkan Vietnam, Selandia Baru, dan sebagian Tiongkok yang telah berhasil menghilangkan kasus selama beberapa bulan.

“Impor makanan dan kemasan yang telah terkontaminasi  bisa menjadi sumber penularan dalam outbreak tersebut dan sumber dari kluster yang sudah ada. Meskipun dikatakan jika penularan lewat makanan terkontaminasi bukan jalur utama, potensi dari pergerakan barang terkontaminasi ke wilayah tanpa Covid-19 dan menyebabkan terjadinya outbreak adalah hipotesis penting,” begitu narasi dalam penelitian tersebut.

Penelitian yang dipublikasikan di situs bioRxiv ini juga menyebutkan jika penjamah makanan yang telah terinfeksi memiliki potensi menjadi kasus indeks outbreak baru. Apalagi, pasar internasional sangat luas dan bahkan beberapa peristiwa tidak terduga terjadi dari waktu ke waktu.

“Para penulis berdiskusi, dengan sangat bijaksana, bagaimana pentingnya para pekerja pabrik yang memiliki gejala atau melakukan kontak dengan kasus Covid-19 untuk diijinkan tidak bekerja,” jelas Prof James Wood, kepala departemen Kedokteran Hewan di Universitas Cambridge kepada The Sunday Telegraph.(*)

Related Articles
Current Issues
Banyak yang Sembuh Lalu Positif Lagi, Bisakah Kita Tertular Covid-19 Dua Kali?

Current Issues
Anak Muda Sehat Pun Butuh Waktu Berminggu-minggu Sembuh dari Covid-19 Ringan

Current Issues
Jangan Gantung Masker di Kaca Spion, Ahli Memperingatkan Soal Risiko Covid-19