Sport

Mengintip Cabang Olahraga eSport di Asian Games 2018

Gabriel Wakkary

Posted on August 15th 2018

Wohoo! Akhirnya cabang e-sports akan berlaga untuk pertama kalinya dalam helatan olahraga internasional, Asian Games 2018! Nggak cuma mengundang perhatian para gamers, tapi juga khalayak luas seantero jagat. Bakal seperti apa ya, serunya?

Setidaknya ada enam nomor pertandingan yang akan bertarung di cabang ini, yakni Arena of Valor (AoV), Pro Evolution Soccer (PES), League of Legends (LoL), Clash Royale, HearthStone dan Starcraft 2.

Tiga peringkat teratas dalam setiap pertandingan akan tetap mendapat medali. Namun, penghargaan tersebut tidak akan dihitung ke dalam daftar perolehan total medali setiap negara yang mengirimkan kontingennya. Sebab, laga e-sport dalam Asian Games tahun ini masih berupa laga perkenalan. Sehingga perhitungan medali baru akan dicantumkan pada Asian Games 2022.

Indonesia sendiri akan mengirimkan 17 peserta dengan jumlah persebaran bervariasi di berbagai nomor perlombaan. Clash Royale, Starcraft 2, dan HeartStone adalah seri yang akan mengutus satu orang pemain saja. Sementara PES akan menurunkan dua pemain, Aov dengan lima pemain, diantaranya Glen Richard Pangalila dan Farhan Akbari H, lalu LoL dengan tujuh pemain, seperti Malik Abdul Aziz dan Juan Felix.

 

Malik Abdul Aziz, salah satu gamers muda yang mewakili Indonesia untuk LOL di Asian Games 2018

(via: LOL Esports Indonesia)

Keputusan melombakan e-sports dalam ajang Asian Games 2018 sebenarnya telah jatuh sejak Juli 2017 lalu. Meskipun menghadirkan polemik mengenai pantas atau tidaknya e-sports menjadi bagian dalam ajang olahraga sebesar Asian Games, (Plt.) Sekjen Komite Olimpiade Indonesia, Helen Sarita de lima, meyakinkan bahwa e-sports sama seperti olahraga lain yang membutuhkan otak manusia untuk menyusun taktik dan strategi.

"Dikaitkan dengan e-sport ada unsur olahraga karena menggunakan tenaga manusia, kecepatan, dan ketangkasan. Mirip bridge atau catur. Elektronik atau tidak selama dia pakai tenaga manusia, menggunakan ketangkasan dan kecepatan, itu bisa jadi olahraga. Ini unsur terkandung dari sport. Jadi e-sport menurut saya adalah olahraga," kata Helen sebagaimana di lansir dari CNN Indonesia.

Andrew Joseph Bali, salah seorang pelatih e-sports, turut menuturkan bahwa dedikasi yang dilakukan atlet e-sports tak kalah beratnya dibandingkan pemain-pemain cabang olahraga lain.

“Atlet e-sports itu sama saja dengan atlet regular. Sama-sama harus jaga fisik. Konsentrasi di depan komputer itu tidak semudah yang dibayangkan. Dijaga makanannya, jaga fisik, futsal, gym," ujar Andrew yang mengakui kalau fisik prima para pemain bisa membantu konsentrasi dalam jangka waktu panjang.

Wah, jadi nggak sabar nih, melihat para atlet e-sports kita berlaga. Kita doakan sama-sama yuk, semoga perjuangan dan dedikasi atlet-atlet baru ini bisa semakin mengibarkan nama bangsa.

Related Articles
Sport
Are You Ready for e-Sport?

Sport
Adelaide Wongsohardjo, Bintang Muda Harapan Timnas Basket Indonesia  

Opinion
Sibuk Dukung Negara Mereka? Kapan Dukung Negara Kita?