Current Issues

NHS Akan Gunakan Anjing Pelacak Dalam Uji Coba Tes untuk Covid-19

Dwiwa

Posted on August 21st 2020

Anjing telah diketahui memiliki indera penciuman yang sangat tajam. Sejak lama, hewan berkaki empat ini telah digunakan untuk mendeteksi obat-obatan terlarang dan juga bahan peledak. Dan sekarang, hewan ini tampaknya juga mampu mendeteksi Covid-19.

Di Inggris, National Health Service (NHS) tengah melakukan uji coba untuk mengetahui apakah anjing dapat digunakan untuk mendeteksi Covid-19. Dilansir dari Independent, para peneliti saat ini tengah mencari 'sampel bau' untuk melihat apakah anjing dapat secara akurat mendeteksi bau penyakit pada pasien tanpa gejala.

Jika ini berhasil, peneliti berharap penggunaan anjing bisa diperluas di lingkungan medis dan di seluruh dunia. Hewan ini berpotensi dapat melakukan skrining hingga 250 orang per jamnya.

"Jika kita dapat menunjukkan jika anjing terlatih kami dapat mengeidentifikasi orang yang membawa virus, tetapi tidak sakit. Ini akan mengubah permainan. Kita akan mampu meningkatkan penggunaan anjing di pelabuhan masuk untuk mengidentifikasi pelancong pembawa virus yang masuk ke dalam negara," ujar Profesor Steve Lindsay, dari Departemen Biosains di Universitas Durham.

Uji coba yang dipimpin oleh London School of Hygiene and tropical Medicine (LSHTM) ini bekerja sama dengan badan amal Medical Detection Dogs dan Universitas Durham ini, meminta sukarelawan untuk meberikan sampel napas dan bau tubuh mereka dengan memakai masker selama tiga jam, kaus kaki dan kaos selama 12 jam.

Sejauh ini, sebelas rumah sakit telah mendaftar untuk melakukan uji coba dengan 92 karyawan Rumah Sakit Umum Kettering bersama dengan para karyawan terlibat, dan akan menjalani pengujian sebagai bagian dari pemeriksaan rutin yang dilakukan oleh karyawan NHS.

Masyarakat yang memiliki gejala Covid-19 ringan dan akan menjaalani tes swab, atau telah menjalani tes swab yang dilakukan dalam 24 jam sebelumnya, juga direkrut oleh para peneliti.

"Kontribusi kami melibatkan perekrutan sukarelawan staf dari kolega yang akan menjalani tes swab Covid-19. Setelah menjalani tes swab kami meminta mereka untuk menggunakan kaos kaki nilon khusus selama 12 jam dan makser selama tiga jam, dan kemudian memasukkannya ke dalam kantong dan mengembalikannya kepada kami," ujar Joanne Walsh, Pimpinan Perawat Rumah Sakit untuk penelitian.

Sampel tersebut kemudian dikirim bersama dengan hasil pengujian Covid-19 kepada tim yang melakukan penelitian dengan anjing di Milton Keynes. Anjing-anjing tersebut telah dilatih untuk mengendus sampel dan menunjukkan apakah positif atau negatif.

"Ini kemudian dapat dibandingkan dengan hasil tes yang sebenarnya pada orang tersebut untuk melihat apakah anjing dapat mendeteksi dengan benar," lanjutnya.

Ini bukan pertama kalinya anjing digunakan untuk mengetahui fenomena medis karena kepekaan indera penciumannya.

"Anjing kami telah berhasil mendeteksi berbagai jenis kanker, parkinson, dan malaria diantara penyakit lain yang mempengaruhi jutaan orang di dunia," ujar Claire Guest, kepala firma Medical Detection Dogs yang berbasis di Milton-Keynes yang melatih hewan untuk pengujian ini.

"Kami sangat bangga bahwa hidung anjing bisa menjadi bagian dari solusi untuk menemukan cara mendiagnosis Covid-19 dengan cepat dan non-invasive dan membuat perbedaan nyata pada pandemi di masa depan," tambahnya. (*)

Related Articles
Current Issues
Anak Muda yang Positif Covid-19 Cenderung Kehilangan Indera Penciuman dan Perasa

Current Issues
Covid-19 Tembus SeJuta dalam 5 Hari, WHO Peringatkan Krisis Bakal Memburuk

Current Issues
Ternyata, Salah Satu Bahan Semprotan Serangga Dapat Membunuh Virus SARS-Cov-2