Tech

"Dr. Spot", Robot Pemeriksa Pasien Covid-19 dari Jarak Jauh

Ahmad Redho Nugraha

Posted on August 21st 2020

Semua lembaga kesehatan resmi di dunia selalu mengulangi nasihat yang sama dalam mencegah penularan Covid-19, yaitu membatasi kontak fisik dengan sesama manusia dan rajin menjaga kebersihan. Ironisnya, hal ini justru paling sulit dilakukan di rumah sakit, dimana kontak antara penderita atau carrier Covid-19 dengan tim medis selalu terjadi setiap hari. Lantas apa solusi yang baik dalam menanggulangi hal ini?

Beberapa tim ilmuwan lintas disiplin dari MIT, Brigham and Women's Hospital, Boston Dynamics dan lembaga riset dan kesehatan lainnya melakukan sebuah kolaborasi dalam mengatasi hal tersebut. Solusi mereka hadir dalam bentuk robot pendeteksi Covid-19 yang digerakkan dari jarak jauh.

Peneliti MIT dalam sebuah artikel ilmiah terbarunya mendeskripsikan unit robot yang mereka namai "Dr. Spot" tersebut dan menjelaskan apa perannya dalam membantu penanganan pasien Covid-19. Dr. Spot adalah robot berkaki empat dengan bentuk menyerupai anjing yang dapat melakukan pengawasan dan pengukuran tanda-tanda vital seorang pasien yang diduga membawa virus SARS-CoV-2. Dr. Spot juga dilengkapi dengan sebuah tablet yang memungkinkan dokter dan perawat untuk melakukan komunikasi visual dengan pasien yang diperiksa.

Pemanfaatan Dr. Spot ini merupakan versi hiperlokal dari telemedicine yang bukan hanya berpotensi mengurangi risiko paparan Covid-19 terhadap petugas emdis, tetapi juga dapat secara drastis mengurangi penggunaan APD dan menghemat sumberdaya medis yang diperlukan dalam menangani pasien Covid-19.

Dr. Spot dapat mengukur sinyal-sinyal vital pada tubuh pasien, seperti temperatur kulit, rasio pernapasan, detak jantung dan kadar oksigen dalam darah. Semua indikator tersebut adalah kunci dalam mengukur progres penyembuhan seorang pasien Covid-19. Dr. Spot diujicoba di lingkungan rumah sakit pada pekerja kesehatan untuk mengetahui akurasi dari perlengkapan dan sensor yang terpasang pada tubuhnya.

Meski masih dalam tahap riset, sistem ini dinilai cukup menjanjikan. Inovasi ini bukan hal yang baru dalam dunia kesehatan, tapi konsep ini mengharuskan lingkungan perawatan yang dapat mengakomodir pemeriksaan jarak jauh, dalam hal ini rumah sakit dan klinik.(*)

Artikel Terkait
Tech
Ilmuwan Kembangkan Kulit Buatan untuk Robot yang Bisa Bedakan Tekstur dan Suhu!

Tech
Twitter Berlakukan WFH Permanen untuk Karyawannya

Tech
Masker Grafena Diklaim dapat Tangkal Transmisi SARS-CoV-2 Hingga Hampir 100%