Portrait

Belajar Kandel Dari Fias

Cerita Fathia Nur Aulia Berbisnis Ropispang

Lita Leana

Posted on May 7th 2018

Fathia Nur Aulia mungkin nggak berarti apa-apa untuk kalian. Namun, bagiku nama itu telah berhasil menjadi sumber inspirasi utama kehidupanku. Fathia adalah sahabatku.

Fias, panggilan akrab Fathia, merupakan temanku selama berada di bangku Sekolah Menengah Atas. Kemampuannya dalam mengatur waktu, ketekunan usaha, serta cita-citanya membuat aku banyak belajar mengenai hidup yang mandiri.

Sewaktu kami bersekolah di SMA, ketika orang-orang lain sibuk mengeluarkan uang untuk jajan, Fias justru meraup keuntungan lewat berjualan roti pisang panggang. Sebetulnya sedari kecil ia sudah diajarkan untuk berjualan oleh orang tuanya. Namun, karena banyaknya cacian dan bully-an dari teman-teman sekolahnya, akhirnya dia mengurungkan niatnya untuk berjualan. Baru saat masuk SMA dia kembali berani berbisnis lagi.  

Ketika ditanya apakah ia pernah menyerah dengan keadaan, Fias selalu menjawab, “Nggak, karena aku akan terus usaha mencari berbagai cara buat nyelesain setiap masalah yang ada”. “Seperti kalo pendapatan jualan aku mulai turun, maka aku akan mulai berkreasi membuat menu baru atau topping baru,” kata Fias.

Memang banyak perempuan di luar sana seperti dia, but she is different for me. Kegigihannya membuatku kagum. Sangat terkagum-kagum.

Fias pernah bercerita kepadaku, suatu ketika ia mendapatkan seorang pelanggan. Seorang Ibu-ibu. Pelanggannya ini menawar harga Ropispang (roti pisang panggang) buatan Fias dengan harga yang nggak wajar, jauh di bawah harga sebenarnya. Dibanding menunjukkan kekesalannya, Fias justru dengan sabar menghadapi sang Ibu.

“Jualan itu harus sabar. Karena setiap hari kita akan bertemu dengan orang-orang yang berbeda,” celotehnya kepadaku.

Setelah lulus Sekolah Menengah Atasa ia melanjutkan kuliah di sebuah Universitas ternama di Jakarta sambil terus melanjutkan bisnis Ropispang-nya. Telah mencicipi pahit manis saat berjualan, membuatnya mantap ingin menjadi seorang entrepreneur.

“Aku nggak mau bekerja untuk orang lain, tapi aku mau orang bekerja buat aku makanya aku pengen jadi entrepreneur,” ujar Fias.

Sosok Fias telah mengajari aku banyak hal tentang menjadi perempuan yang mandiri. Kecerdikannya dalam mencari jalan keluar saat ditimpa masalah, kesabarannya saat menghadapi berbagai macam jenis pelanggan, hingga cita-citanya menjadi seorang entrepreneur terus membuatku terbakar api semangat. Aku haru kandel.

Dan satu lagi, ada pesannya yang akan selalu kuingat. “Jangan pernah buang-buang waktu dan uang untuk hal yang nggak berguna. Dan sekecil apapun usahamu untuk mewujudkan mimpi, lakukan.”

Related Articles
Portrait
Mbak Ambon dan Anak-Anak Indonesia

Portrait
Gus Sholah, Tentang Larangan Merokok dan Aktif di Medsos

Portrait
Heroik! Aksi Damkar Surabaya Selamatkan Kucing Masuk Sumur