Tech

Google Ternyata Masih Iklankan Beberapa Aplikasi "Stalkerware", Apa Itu?

Ahmad Redho Nugraha

Posted on August 12th 2020

Spyware alias stalkerware sudah lama menjadi salah satu sumber ancaman kejahatan siber di dunia maya. Aplikasi spyware biasanya mengiklankan dirinya sebagai aplikasi untuk mengawasi perangkat smartphone anak-anak, dengan mamanfaatkan fitur telepon, SMS atau pun fitur lainnya yang terintegrasi dengan data pribadi smartphone orang lain.

Seringkali aplikasi ini dimanfaatkan untuk memata-matai orang lain yang tidak seharusnya. Sehingga kerap disalahgunakan, bahkan dapat mengarah kepada tindak kejahatan siber seperti penipuan atau scamming.

Meski demikian, stalkerware ternyata masih ditemukan mengiklankan aplikasi mereka lewat layanan Google Ads dengan leluasa. Beberapa iklan mereka kerap muncul berbarengan dengan hasil pencarian Google. Padahal Google sering mengatakan jika mereka sudah memblokir spyware dari layanan mereka.

Bulan lalu, Google mengumumkan jika mereka telah memperbarui kebijakan periklanan mereka. Salah satunya adalah dengan memblokir perusahaan yang mengiklankan aplikasi mata-mata dengan tujuan untuk melacak atau mengawasi aktivitas orang lain tanpa izin mereka.

Google menekankan jika mereka memberi perusahaan-perusahaan tersebut waktu hingga 11 Agustus untuk menghapus iklan mereka.

Meski demikian, sejauh ini masih ada tujuh perusahaan yang mengiklankan stalkerware lewat layanan Google Ads, seperti: FlexiSpy, mSpy, WebWatcher and KidsGuard.

Google mengatakan jika efek kebijakan mereka tidak langsung terjadi seketika. Kebijakan mereka tidak sempurna. Dan Google kini mendapat banyak kritik karena ternyata mereka membuat pengecualian untuk produk atau jasa yang didesain untuk orang tua dalam melacak atau mengawasi anak-anak mereka yang masih di bawah umur.

Malwarebytes, salah satu pembuat antivirus yang bertekad memberantas stalkerware, mengatakan jika kebijakan Google tersebut "belum tuntas". Sebab batas antara stalkerware dan aplikasi parental monitoring dapat bias. Terutama karena beberapa pembuat stalkerware memberitahu penggunanya bagaimana cara untuk mengawasi orang lain via aplikasi mereka.

Salah satu contohnya adalah mSpy, yang di situs resminya menjelaskan bagaimana cara menggunakan aplikasi mereka untuk mematai "anak-anak, istri ataupun rekan" penggunanya. KidsGuard bahkan terang-terangan menyebutkan jika aplikasi mereka dapat dipergunakan untuk "menangkap basah" pasangan yang berselingkuh. Hal yang sama juga dilakukan oleh Spyic dan Phonespector di situs web mereka masing-masing.

Tahun lalu, Electronic Frontier Foundation mendirikan Koalisi Kontra Stalkerware (Coalition Againsta Stalkerware). Itu adalah kelompok akademisi, perusahaan dan lembaga nonprofit yang bertujuan mendeteksi, melawan dan meningkatkan kesadaran publik tentang bahaya stalkerware.

Kelompok itu mengingat semua orang tidak dapat hanya mengandalkan pertolongan dari perusahaan teknologi seperti Google dalam melindungi mereka dari ancaman kejahatan siber.(*)

Related Articles
Tech
Google Resmi Hubungkan Jaringan Internet Eropa-AS via Kabel Bawah Laut 'Dunant'

Tech
Chrome Ubah Logo untuk Pertama Kali dalam Delapan Tahun

Tech
Khawatir Dimata-matai, Atlet AS di Olimpiade Beijing 2022 Disarankan Tak Bawa HP