Hobi

Pengarang Act-age Ditangkap Karena Kasus Pelecehan. Bagaimana Nasib Komiknya?

Ahmad Redho Nugraha

Posted on August 11th 2020

 

Jagat manga belakangan ini sempat dihebohkan dengan kasus penangkapan pengarang Act-age, Tatsuya Matsuki. Act-age adalah manga yang tayang di Majalah Komik Mingguan Shonen Jump di Jepang.

Matsuki ditangkap lantaran dilaporkan melakukan pelecegan seksual terhadap dua siswi SMP. Ketika ditangkap oleh Lembaga Kepolisian Metropolitan Tokyo, Matsuki mengaku bersalah dan siap menerima hukumannya. 

Perlakuan tidak terpuji oleh Matsuki tersebut mendapat respons tegas dari Shonen Jump. Mereka memutuskan untuk membatalkan kontrak kerjasama dengan Matsuki dan mengakhiri manga Act-age begitu saja di edis ke-37 Majalah Komik Shonen Jump.

Situs Shueisha Manga Plus juga mengumumkan pada Sabtu (8/8) lalu jika mereka tidak akan mengunggah chapter terakhir manga tersebut di situsnya. Mereka juga mengeluarkan sebuah pernyataan dalam bahasa Inggris di situs tersebut.

Tatsuya Matsuki, penulis manga Act-age ditangkap polisi pada 8 Agustus 2020.

Bagian editorial menanggapi situasi ini dengan sangat serius, dan setelah mengonfirmasi dan mendiskusikan permasalahan ini dengan Usazaki-sensei, ilustrator maga ini, kami menyimpulkan jika manga ini TIDAK MUNGKIN dilanjutkan. Chapter yang dirilis pada edisi ke-36 dan ke-37 Majalah Komik Shonen Jump akan menjadi yang terakhir.

Kami sangat menyesal karena seri manga ini mendapat banyak dukungan yang diberikan oleh para pembacanya selama ini. Meski demikian, keputusan ini kami ambil murni karena adanya insiden, dan karena Majalah Komik Mingguan Shonen Jump menyadari besarnya tanggung jawab sosial yang harus dipikul.

Kami menyatakan penyesalan dan permintaan maaf terdalam kami kepada para pembaca. Ini adalah masa-masa yang sulit bagi Usazaki-sensei, tapi bagian editorial menawarkan bantuan dan dukungan kepada Usazaki-sensei untuk kerjasama lainnya di masa mendatang.

Informasi lainnya mengenai novel graifs, publikasi terkait dan event akan kami umumkan segera setelah kami mengambil keputusan."

Dengan absennya Matsuki sebagai penulis cerita, Shiro Usazaki tidak bisa melanjutkan cerita Act-age.

Matsuki dan Usazaki merilis Asagaya Geijutsu Koukou Eizou-ka e Youkoso (Welcome to Asagaya Art High School Film Department), komik one-shot di Majalah Komik Shonen Jump pada Januari 2017 lalu.

Komik tersebutlah yang kelak akan dilanjutkan menjadi serialisasi Act-age. Juli lalu, Shueisha menerbitkan volume ke-12 dari manga tersebut, sementara Manga Plus mulai mempublikasikan chapter-nya sekaligus dalam bahasa Inggris pada Januari lalu.

 

Act-age menempati peringkat ketiga pada polling Recommended Comics Selected by Japanese Bookstore Employees ke-14 tahun lalu, dan menempati posisi kelima dalam Tsugi ni Kuru Manga Taisho 2018, penghargaan manga yang diselenggaakan oleh majalah sastra Da Vinci Kadokawa dan platform streaming NicoNico. Act-age juga pernah dinominasikan dalam Kodansha Manga Awards ke-43 pada Mei lalu.

Act-age mendapat sambutan yang baik oleh para pembaca Jepang. Kejahatan yang dilakukan Matsuki sangat disayangkan banyak pihak, terutama basis penggemar manga Act-age. Kasus pelecehan seksual yang menjeratnya bukan hanya akan menjebloskannya ke penjara, tetapi juga menghancurkan kariernya sendiri. (*)

Related Articles
Hobi
Jelang Tamatnya "Haikyuu!!", Furudate Sensei Tulis "Catatan Pengarang" Terakhir

Hobi
Manga Terpanjang di Dunia, Kochikame akan Rilis Chapter Spesial 20 Juli Nanti

Hobi
Dua Domain Situs Dragon Ball Didaftarkan untuk "Proyek Rahasia". Benarkah?