Tech

Masuki Industri Gaming, Apple Mulai "Sisihkan" Pesaingnya di App Store

Ahmad Redho Nugraha

Posted on August 10th 2020

Meski sudah lama merambah dunia gaming, sebagian besar gamer di dunia ini mungkin tidak melihat Apple sebagai perusahaan game yang sederajat dengan Microsoft (XBox), Nintendo ataupun PlayStation. Tapi Apple sepertinya belum menyerah dalam persaingan di industri game, terutama lewat App Store mereka.

Beberapa waktu belakangan Apple kerap "bermain-main" dengan kebijakan approval mereka dalam menyeleksi aplikasi atau game yang masuk di App Store. Apple baru-baru ini menolak hadirnya aplikasi xCloud milik Microsoft di App Store mereka.

xCloud sendiri adalah software yang membuat penggunanya dapat memainkan game-game konsol secara live streaming pada beberapa jenis perangkat gawai yang terintegrasi dengan software ini. Aplikasi yang rencananya akan dirilis bulan depan ini sepertinya menemui jalan buntu saat Apple tidak mengizinkan mereka muncul di App Store.

Sementara di sisi lain, Apple meng-approve aplikasi Facebook Gaming di App Store mereka. Itu pun setelah Facebook Gaming melakukan beberapa penyesuaian dalam fitur utama mereka demi memenuhi keinginan Apple. "Sayangnya, kami harus menghapus beberapa fungsi di dalam gameplay untuk mendapat persetujuan Apple bagi aplikasi Facebook Gaming," terang COO Facebook Sheryl Sandberg.

Tindakan defensif Apple tersebut mendapatkan kritik dari tim XBox Microsoft. Dalam sebuah pernyataan, mereka menyebutkan: "Apple adalah satu-satunya platform game general purpose yang mencegah para pemain menggunakan sistem cloud gaming dan layanan game berlangganan seperti XBox Game Pass. Mereka secara konsisten memperlakukan aplikasi gaming dengan cara yang berbeda, memberlakukan peraturan yang lebih longgar kepada aplikasi non-gaming meskipun aplikasi tersebut mengandung konten interaktif."

Micorsoft adalah perusahaan game dengan nilai kapitalisasi USD1,61 biliun, tapi iOS adalah platform gaming terbesar di dunia. CEO Apple Tim Cook memahami hal tersebut dan lebih senang menjalankan perusahaannya dalam temponya sendiri. Mereka bahkan merilis Apple Arcade, platform game berlangganan khusus Apple.

Apple mengatakan jika App Store mereka memiliki kurator-kurator khusus untuk aplikasi dan game yang diperbolehkan muncul di sana. Seperti fitur dan teknologi apapun yang mereka tawarkan kepada para konsumen. Jadi, Apple akan bersifat cukup eksklusif dalam bersaing di industri game.

Walau demikian, bukan tidak mungkin keputusan Apple menolak aplikasi cloud gaming seperti xCloud akan menjadi bumerang bagi mereka. Karena xCloud tidak dapat dioperasikan di perangkat Apple, termasuk iPhone dan iPad. Jadi Apple sebenarnya kehilangan peluang dalam menjaring keuntungan, mengingat saat ini saja ada sekitar 90 juta pengguna XBox Live yang aktif di seluruh dunia.

Keberadaan jaringan game berlangganan dan cloud gaming, tidak dipungkiri. Selama beberapa tahun belakangan ini telah menjadi tren baru dalam dunia game konsol. Jika Apple ingin mampu bersaing dengan platform ini, maka mereka harus rela membangun sistem mereka sendiri.

Salah satu alasan di balik sikap Apple kemungkinan karena banyaknya transaksi pembelian in-game di beberapa game berbasis cloud gaming, dan hal tersebut berpotensi menjadi ancaman bagi ekosistem pembelian in-app Apple selama ini.

App Store Apple juga saat ini belum mendukung aplikasi cloud gaming lain seperti Nvidia GeForce dan Google Stadia, yang selama ini bisa diakses via ponsel Android, meski kedua platform tersebut tidak memiliki jangkauan seluas Microsoft.

Sebagai tandingan awal dari platform cloud gaming, Apple telah merilis Apple Arcade. Meski tidak termasuk platform cloud gaming, Apple Arcade, dalam standar Apple, adalah platform yang sesuai dengan kebijakan dan prinsip mereka. Yakni, menyediakan game indie yang "family-friendly" tanpa iklan yang mengganggu. Tidak ada transaksi in-app yang menyebalkan, serta disertai review yang detil dari pihak Apple.

Dalam pernyataan mereka terhadap Business Insider saat merespons berita penolakan xCloud di App Store, mereka mengatakan: "App Store diciptakan untuk menjadi tempat yang aman dan terpercaya bagi para konsumen untuk mencari dan mengunduh aplikasi, dan merupakan peluang bisnis bagi semua pengembang. Sebelum mereka (para pengembang aplikasi dan game) dapat menjajal toko kami, semua aplikasi akan di-review sesuai dengan panduan yang bertujuan melindungi konsumen dan mengadakan level persaingan yang setara bagi para pengembang.

Konsumen kami menikmati aplikasi dan game yang baik dari jutuan pengembang, dan service gaming dapat diluncurkan di App Store selagi mereka dapat memenuhi panduan yang berlaku bagi semua pengembang, termasuk mengirim game secara individual untuk kami review dan kami tampilkan di chart dan search. Selain App Store, para pengembang juga daat menjangkau pengguna iPhone dan iPad via web, lewat browser Safari dan browser lainnya yang kami sediakan di App Store."

Meski demikian, posisi Apple dalam industri gaming sebenarnya masih belum cukup kuat untuk bisa memberikan pengaruh positif yang besar. Inovasi-inovasi Apple dalam usaha mereka untuk bersaing memiliki dampak positif terhadap Apple. Tetapi tetap belum mampu menciptakan ekosistem industri yang bersahabat bagi para gamer.

Apple selama ini berprinsip menyediakan game yang dapat dimainkan dengan gratis di App Store mereka, dengan melarang keberadaan transaksi in-app di dalam game yang mereka sediakan di App Store.

Pun demikian, peraturan tersebut telah dilanggar berkali-kali oleh beberapa studio yang memang memperoleh pendapatan mereka dengan cara demikian. Bahkan data dari Sensor Tower menunjukkan jika dalam daftar 200 game teratas di App Store, 199 di antaranya mengandalkan pendapatan dari mikrotransaksi in-app. Salah satunya adalah Minecraft di peringkat 50 yang sudahlah dijual dengan harga USD 6,99 juga menawarkan pembelian in-app.(*)

Related Articles
Tech
10 Hal Ini Bisa Bikin iPad atau iPhone Lawas Kamu Jadi Lebih Bermanfaat

Tech
Apple Luncurkan Preview iOS dan iPadOS 14, ini Fitur Terbarunya

Current Issues
Gunakan FaceTime untuk Meeting Kerjaan Selama WFH