Sport

Juventus Tunjuk Andrea Pirlo Sebagai Pelatih Baru

Tora Nodisa

Posted on August 9th 2020

(Foto: Forza Serie A Italia)

Juventus menunjuk Andrea Pirlo sebagai pelatih beberapa jam setelah memecat Maurizio Sarri setelah klub itu tersingkit dari Liga Champions melawan Olympic Lyon. Pirlo yang kini berusia 41 tahun adalah seorang legenda Juventus, AC Milan, serta timnas Italia. Selama kariernya, Pirlo pernah memenangkan gelar liga Italia Serie A, Liga Champhions, hingga Piala Dunia (2006).

Andrea Pirlo dipromosikan ke tim utama tepat satu minggu setelah ditunjuk sebagai pelatih tim U-23 Juventus dan tanpa memimpin pertandingan. Jadi Pirlo sama sekali belum menangani tim U-23 di gim resmi.

Keputusan tersebut diambil beberapa jam setelah klub Turin itu memecat pelatih Maurizio Sarri menyusul tersingkirnya Juventus dari babak 16 besar Liga Champions. Juventus tunduk dari Olympique Lyonnais karena kalah jumlah gol tandang.

Sarri, yang pernah menangani Chelsea, telah bertanggung jawab selama satu musim dan membawa Juventus meraih gelar Serie A kesembilan berturut-turut (2020). Namun, sejauh ini Sarri belum memenuhi ekspektasi manajemen yang ingin memenangkan Liga Champions. Salah satu kesalahan Sarri yaitu gagal di babak 16 besar ini.

"Pilihan hari ini didasarkan pada keyakinan bahwa Pirlo memiliki apa yang diperlukan untuk memimpin tim. Pirlo butuh untuk kesuksesan baru," tulis manajemen Juventus dalam sebuah rilis resmi. "Hari ini memulai babak baru dalam kariernya di dunia sepak bola, seperti yang dikatakan hampir seminggu yang lalu: dari Maestro ke Mister."

Juventus mungkin berharap Pirlo dapat meniru prestasi Zinedine Zidane, mantan pemain kelas dunia lainnya yang pernah menikmati kesuksesan di Real Madrid, meski tidak memiliki pengalaman melatih sebelumnya. Zidane yang juga pernah bermain untuk Juventus, telah memenangkan dua gelar La Liga dan tiga Liga Champions.

Keputusan Terburu-buru atau Wajar?

"Keputusan untuk Pirlo sangat wajar, dengan gaya Juventus, karena dia adalah seseorang yang pernah bermain untuk tim ini. Jadi itu terasa wajar," kata pejabat Juventus, Fabio Paratici. "Kami juga percaya dia ditakdirkan untuk menjadi hebat. Dia sebagai pemain dan kami yakin dia bisa melakukan hal yang sama sebagai pelatih. ”

Pirlo, sosok yang agak membingungkan, karena dirinya menjadi pemain terkenal dalam perannya sebagai playmaker. Pirlo mampu memberikan umpan tepat ke seluruh penjuru lapangan meski posisinya ada tepat di depan pemain bertahan.

Dia memenangkan hampir semua gelar individu dan trofi. Serta, mencapai puncaknya dengan mengangkat Piala Dunia bersama Italia pada 2006.

(Foto: Pinterest)

Pirlo memenangkan Liga Champions dua kali bersama AC Milan, Serie A dua kali bersama Milan dan empat kali bersama Juventus, Piala Dunia Antarklub bersama Milan, Coppa Italia bersama Milan dan Juve plus Serie B saat masih muda bersama Brescia.

Setelah berkembang di Brescia, ia menghabiskan sebagian besar karirnya di Milan dan kemudian Juventus, tetapi juga sempat bermain sebentar di Inter Milan, bermain dengan status pinjaman di Reggina dan menyelesaikan karir bermainnya di New York City di Major League Soccer.

Pirlo harus menghadapi ekspektasi besar di Juve di mana memenangkan Serie A sekarang dipandang hampir sebagai kewajiban. Klub Turin tersebut jelas bertekad untuk memenangkan Liga Champions, tetapi itu terbukti sulit dipahami dengan Juve kalah di final 2015 dan 2017. (*)

Foto: Serie A

Related Articles
Sport
Pemain Serie A Italia Pertama yang Positif Corona Berangsur Membaik

Sport
Derby Milano: Inter Termotivasi Kejar Juve, Milan Berharap Tuah Ibra

Sport
Dulu Cuma Bisa Mainkan di PS, Kini Rafael Leao Bantu Ibra Cetak Gol