Tech

Siap-Siap, TikTok Tak Bisa Digunakan di AS Jika Gagal Diambil Alih

Dwiwa

Posted on August 8th 2020

Ketegangan Amerika Serikat dan Tiongkok terus memanas semenjak pandemi Covid-19 meluas ke seluruh belahan bumi. Kedua negara maju ini pun saling tuding menjadi biang keladi kemunculan virus SARS-Cov-2.

Ketegangan keduanya bahkan juga merembet ke sektor lain. Dilansir dari The Sun, salah satu aplikasi paling populer TikTok juga bakal turut kena dampaknya. Platform ini bakal dilarang karena dicurigai menjadi “ancaman nasional”.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, juga telah menandatangani perintah eksekutif yang mengklasifikasikan aplikasi populer ini sebagai ancaman nasional. Perintah eksekutif yang dirilis pada Kamis (6/8) ini mengklaim jika aplikasi sosial media tersebut menimbulkan risiko nyata bagi warga AS.

Donald Trump bersikeras jika AS harus mengambil tindakan agresif melawan pemilik TikTok demi melindungi keamanan nasional. Sosial media ini akan dilarang pada 20 September jika perusahaan induknya, ByteDance, tidak bersedia menjualnya ke Amerika.

Tidak hanya TikTok, aplikasi perpesanan multiguna sekaligus pembayaran WeChat yang diluncurkan pada 2011 oleh pengembang Tiongkok Tencent juga kena dampak.

 

Baca juga: TikTok Resmi Diblokir AS, Pengguna Nggak Tertarik Beralih ke Aplikasi Lain

 

"Saat ini, tindakan harus diambil untuk mengatasi ancaman yang ditimbulkan oleh satu aplikasi seluler khususnya TikTok. TikTok secara otomatis mengambil banyak informasi dari penggunanya, termasuk internet dan informasi aktivitas jaringan seperti lokasi data dan riwayat penelusuran dan penelusuran," jelas perintah tersebut.

Mereka juga menyebut ancaman data tersebut memungkinkan partai Komunis Tiongkok mengakses informasi pribadi warga Amerika. Berpotensi juga dilakukan pelacakan lokasi karyawan dan kontraktor Pemerintah. Berkas-berkas pribadi tersebut kemudian digunakan untuk pemerasan dan melakukan spionase perusahaan.

Berdasar rilis berita yang dikeluarkan oleh Gedung Putih pada Kamis, Trump menyebut jika ancaman ini nyata. Aplikasi ini pun sudah dilarang diunduh oleh ponsel milik para pegawai pemerintahan seperti Departemen Keamanan Dalam Negeri, Administrasi Keamanan Transportasi, dan Angkatan Bersenjata Amerika Serikat. Trump juga menandatangani perintah eksekutif lain yang melarang WeChat karena menimbulkan ancaman serupa.

Pelarangan aplikasi WeChat dan TikTok diberlakukan dalam 45 hari ke depan. Pada Senin (3/8), Microsoft mengatakan akan berupaya membeli seluruh operasi global TikTok. Perusahaan itu menawarkan USD 30 miliar untuk membeli aplikasi dalam hitungan hari.

Raksasa teknologi ini berpacu dengan tenggat waktu hingga September untuk menyelesaikan pembelian aplikasi yang sangat populer tersebut. Deadline pada 15 September diberikan oleh Komite Investasi Asing di AS, yang mengatur kesepakatan internasional berdasar resiko keamanan.

Sementara itu, Trump menuntut bahwa setiap kesepakatan potensial perlu menghasilkan pembayaran besar untuk Departemen Keuangan AS. Membeli aplikasi tersebut bisa menjadi kesuksesan besar bagi Microsoft dan AS kerena TikTok telah digunakan lebih dari 1 juta warga Amerika. Ini akan memberikan Microsoft kesempatan yang lebih baik untuk bersaing dengan sosial media besar lain, khususnya Facebook.(*)

Related Articles
Current Issues
Departemen Perdagangan AS Cabut Larangan Bertransaksi dengan TikTok dan WeChat

Current Issues
Belum Melunak, Joe Biden Malah Tambah Daftar Hitam Perusahaan Tiongkok

Tech
Tiongkok Punya Andil di Perusahaan Induk, Senat Desak Biden Blokir TikTok