Current Issues

Ledakan di Beirut Lukai Ribuan Orang dan Tewaskan Sedikitnya 78 Jiwa

Dwiwa

Posted on August 5th 2020

(Anwar Amro/Agence Frence-Presse -- Getty Image via The New York Times)

Sebuah ledakan mengguncang Beirut, ibu kota Lebanon pada Selasa (4/8). Besarnya ledakan yang terjadi dilaporkan telah melukai sekitar 4 ribu orang dan menewaskan 78 lainnya.

Beberapa video yang beredar di Twitter menunjukkan betapa dahsyatnya ledakan yang terjadi. Diawali dengan sebuah ledakan kecil, bencana kemudian bertambah mengerikan ketika ledakan lebih besar menyusul tidak lama kemudian. Seketika kota menjadi gelap diselubungi awan debu dan asap.

Jalanan dipenuhi dengan puing-puing, memaksa orang-orang yang terluka berjalan kaki ke rumah sakit. Guncangannya yang sangat besar bahkan dilaporkan terasa hingga ke Cyprus, pulau yang berjarak lebih dari 100 miles dan tercatat di seismograf memiliki kekuatan 3.3.

Dilansir dari The New York Times, jumlah ini terus meningkat secara signifikan sepanjang hari dan mungkin akan bertambah. Mengingat orang-orang yang terluka terus membanjiri rumah sakit dan pencarian terhadap orang hilang masih dilakukan.

Sekretaris Jenderal Politik Kataeb, Nizar Najarian tewas dalam ledakan. Sementara Kamal Hayek, pimpinan perusahaan listrik milik negara menjadi salah satu korban luka dan dalam kondisi kritis.

Palang Merah Lebanon mengatakan jika seluruh ambulans yang ada di Lebanon Utara, Bekaa, dan Lebanon Selatan telah dikirim ke Beirut untuk membantu pasien. Terjadinya kerusakan parah di beberapa rumah sakit dan jumlah pasien yang terus melonjak membuat petugas kesehatan kewalahan.

Menurut National News Agency, Menteri Kesehatan Masyarakat Hamad Hassan menyebut jika semua biaya perawatan korban akan ditanggung pemerintah. Perdana Menteri Hassan Diab pun menetapkan bahwa Rabu akan menjadi hari berkabung nasional.

Kepresidenan Lebanon menulis dalam akun Twitter jika Presiden Michel Aoun telah menginstruksikan militer untuk membantu penanganan dan meminta pertemuan darurat dari Dewan Pertahanan Tertinggi, yang menyatakan Beirut sebagai daerah bencana.

Meski masih belum jelas apa yang menjadi penyebab ledakan, namun diketahui jika lokasi tersebut merupakan tempat menyimpan bahan peledak selama bertahun-tahun. Salah satunya adalah amonium nitrat yang biasa digunakan dalam pupuk dan bom.

Ledakan amonium yang tidak sengaja telah membuat banyak bencana mematikan dalam kecelakaan industri. Di Amerika Serikat, pada 1947 sebuah kapal yang membawa amonium nitrat terbakar dan meledak di pelabuhan Texas City, Texas dan menyebabkan reaksi ledakan berantai dengan api menyala hinggamenewaskan 581 orang. Bahan kimia ini juga menjadi komposisi utama dalam bom yang digunakan dalam beberapa serangan teroris.

“Fakta tentang depot berbahaya ini, yang ada sejak 2014 atau enam tahun terakhir, akan diumumkan. Apa yang terjadi saat ini akan dipertanggungjawabkan. Mereka yang bertanggung jawab akan membayar harga untuk bencana ini. Ini adalah janji bagi para martir dan orang-orang yang terluka. Komitmen nasional,” ujar Diab dalam siaran televisi.

Menurut Kantor Berita Nasional Lebanon, ledakan pada Selasa dimulai dengan kebakaran di sebuah gudang di pelabuhan Beirut. Ada laporan lokal menyebut jika gudang itu berisi kembang api, dan dalam video yang beredar, terlihat ada kilatan warna-warni yang disusul asap hitam, sesaat sebelum ledakan besar terjadi.

Gubernur Beirut, Marwan Abboud dalam sebuah tayangan televisi menyatakan tidak dapat mengatakan apa yang menyebabkan ledakan tersebut. Sambil menangis, dia menyebut ini sebagai bencana nasional. (*)

 

Related Articles
Interest
Mengenal Amonium Nitrat, Terduga Biang Keladi Ledakan Mematikan di Beirut

Current Issues
Bioskop Drive-In Mulai Diluncurkan di Dubai, Begini Cara Nontonnya!

Current Issues
Lockdown Dibuka, di Wuhan Ada Kasus Baru, di Jerman Penderita Meningkat