Tech

Ini Alasan Microsoft Harus Beli TikTok Selain Dorongan Politik

Kezia Kevina Harmoko

Posted on August 4th 2020

(Enlarge)

 

Setelah pemerintah Amerika Serikat resmi memaksa TikTok menjual perusahaannya yang terletak di negeri Paman Sam tersebut, muncul pembeli paling memungkinkan yaitu Microsoft.

Melalui website resminya, perusahaan yang dipimpin oleh Satya Nadella ini menyatakan ada kemungkinan untuk mengakuisisi aplikasi video singkat tersebut. Mereka menjamin akan menjaga data masyarakat Amerika Serikat menjadi lebih aman dan tidak dibagikan ke luar negara tersebut.

Perusahaan teknologi raksasa tersebut memang gak perlu diragukan lagi dari segi keuangannya. Tapi, terlihat aneh nggak sih kalau Microsoft yang kesannya lebih ke ranah profesional dan bisnis tiba-tiba membeli TikTok yang menjadi tempat hiburan generasi muda?

Ternyata TikTok punya banyak peluang yang bisa mendorong perkembangan perusahaan teknologi tersebut lho. Nih beberapa alasannya!

Bisa punya data lebih banyak

Pasti dong media sosial sebesar TikTok mampu untuk menghimpun data para penggunanya. Data penggunaan aplikasi ini bisa digunakan untuk mengetahui pola tindakan konsumen hingga mengetahui apa sih kekurangan Microsoft dalam aplikasi yang mereka miliki.

Misalnya di Amerika Serikat, kebanyakan orang menggunakan Gmail dan menulis dokumen di Google Docs. Nah, Microsoft baru tahu kebiasaan itu. Baru sadar deh ternyata tanpa aplikasi Microsoft pun, produktivitas tetap bisa berjalan bagi masyarakat negara tersebut. Data yang seperti ini nih bisa didapat dari pola pengguna TikTok atau dari konten video itu sendiri.

 

Mengembangkan intelegensi buatan

TikTok sudah mulai menggunakan teknologi tersebut dalam fitur filter yang mereka miliki dan mampu membaca konten apa yang kita sukai di aplikasi tersebut. Algoritmanya akan mengatur agar kita terus mendapatkan konten serupa melalui for you page, mangkanya susah banget untuk berhenti scrolling.

Nah, Microsoft sebenarnya juga punya intelegensi buatan ini. Tapi sayangnya masih butuh serangkaian tes yang melibatkan banyak konsumen lagi. Bisa banget deh memanfaatkan TikTok yang sudah punya fitur ini.

 

Mengembangkan augmented reality

TikTok sudah merambah ke dunia augmented reality dengan beberapa filter dan iklan yang mereka tampilkan. Di sisi lain, AR milik Microsoft masih terbatas di perangkat HoloLens yang masih kurang tenar.

 

Keuntungan finansial

Microsoft bukan sekali dua kali mengakuisisi perusahaan. Sebut saja LinkedIn, media sosial untuk profesional yang sukses besar. Pastinya jika TikTok yang sudah tenar diambil alih, keuntungan besar akan datang pada Microsoft. Asalkan TikTok tetap menjalankan perusahaannya sendiri dan menjaga ciri khas aplikasinya. Jangan dilebur seperti Nokia dan Skype gitu deh, jadinya malah nggak berkembang.

Tentunya bukan hal yang mudah untuk diputuskan Microsoft. Apalagi sebenarnya penjualan TikTok ini punya unsur politik, yaitu konflik antara Amerika Serikat dan China. Apakah TikTok akan hilang dari Amerika Serikat atau jadi milik Microsoft? Kita tunggu aja deh keputusannya maksimal pada 15 September mendatang. (*)

Related Articles
Tech
TikTok Batal Kerja Sama dengan Microsoft di Amerika, Lebih Pilih Oracle

Tech
Donald Trump Setujui Kesepakatan Oracle-TikTok untuk Dirikan "TikTok Global"

Current Issues
Ada Diskusi Tersembunyi, Twitter Diam-Diam Mau Beli TikTok?