Current Issues

Lewis Capaldi Hingga Niall Horan Suarakan #NoSilenceInMusic Demi Keadilan

Kezia Kevina Harmoko

Posted on August 3rd 2020


(Instagram @niallhoran)

Ratusan bintang musik ternama dari Inggris termasuk para artis, manajer, produser, hingga label rekaman menyuarakan sebuah protes untuk melawan rasisme dan intoleransi.

Pesan yang didukung oleh band alternative The 1975, Niall Horan, Little Mix, Lewis Capaldi, label rekaman Universal Music, Warner Music, Sony Music, dan beberapa figur publik lain ini disampaikan melalui Twitter @UK_Music, akun resmi dari organisasi yang memayungi industri musik Inggris.

Diawali dengan kalimat yang menggambarkan betapa pentingnya persatuan, persahabatan, cinta di dunia musik.

“Beberapa bulan terakhir banyak kejadian yang dilatarbelakangi oleh rasisme kulit hitam, antisemitisme (kebencian terhadap kaum Yahudi), islamophobia, xenophobia, dan transphobia terjadi,” tulis pernyataan tersebut.

“Entah itu rasisme sistematis atau ketidakadilan ras, kejadian ini bertambah buruk dengan adanya brutalitas polisi di Amerika. Beberapa serangan melalui dunia maya juga dilancarkan oleh kaum anti Yahudi. Semuanya menghasilkan hal yang sama, kecurigaan dan perpecahan. Kita benar-benar keterlaluan ketika menyerang sesama manusia.”

Memang, rentetan kekerasan terhadap kaum minoritas belakangan ini marak terjadi. Sebut saja kasus pembunuhan George Floyd hingga Breonna Taylor yang merupakan orang berkulit hitam. Yang kemudian aksi ini meluas ke berbagai penjuru dunia, melahirkan gerakan #BlackSavesMatter.

Bahkan warganet sempat menemukan sebuah lagu yang berisi ujaran kebencian tentang islamophobia terhadap Zayn Malik. Banyak banget deh kejadian-kejadian yang bikin kemanusiaan dipertanyakan.

Pernyataan tersebut melanjutkan, “Kaum minoritas dari berbagai latar belakang dan kepercayaan benar-benar kesulitan. Akar dari rasisme ini adalah ketidakpedulian dan kurangnya edukasi.”

Mayoritas rasisme memang berawal dari kecurigaan dan anggapan yang salah akan suatu ras. Sayangnya anggapan ini terus berkembang dan jadilah sebuah stereotip yang dianggap benar. Hal ini tentu saja merugikan kaum minoritas yang juga manusia yang sama seperti semua masyarakat lain.

“Kami, industri musik Inggris, dengan bangga menyuarakan suara kami sebagai bentuk solidaritas. Diam bukan jawaban.”

Organisasi tersebut melanjutkan, “Musik adalah bentuk cinta terhadap semua ras, agama, orientasi seksual, dan gender. Musik membawa kebahagiaan bagi pendengarnya. Melalui musik, edukasi, dan empati, kita bisa menemukan persatuan. Kami berjuang bersama untuk menghapuskan rasisme untuk generasi mendatang,” ujar pernyataan UK Music tersebut.

Diakhiri dengan tagar #NoSilenceInMusic, pernyataan tersebut menyebar di dunia maya. Harapannya, pesan damai untuk saling menghargai satu sama lain bisa mengikis rasisme yang telah lama terjadi.

Sebelumnya di awal Juli lalu, para musisi asal Inggris juga bersatu dalam meramaikan tagar #LetTheMusicPlay untuk menyelamatkan keberlangsungan industri musik. Solidaritas nomor satu! (*)

Related Articles
Current Issues
Tuai Kontroversi, Starbucks Kini Izinkan Staff Pakai Atribut Black Lives Matter

Current Issues
Dituding Dukung Rasisme, Pencerah Kulit ini Akan Berganti Nama

Current Issues
Waspada Coronavirus Bukan dengan Cara Rasis terhadap Tionghoa