Tech

Apple Hapus Ribuan Game Tidak Berlisensi dari App Store Tiongkok

Ahmad Redho Nugraha

Posted on August 3rd 2020

Apple memang terkenal sebagai perusahaan teknologi yang menjalankan langkah-langkah bisnisnya secara eksklusif. iPhone, misalnya, didesain untuk segmentasi pengguna dengan kapasitas ekonomi menengah ke atas.

Apple selama ini menjual teknologi, bukan hanya hardware. Hal yang sama juga ditemukan pada produk-produk teknologinya yang futuristik dan harganya selangit. Karenanya, keberadaan game tidak berlisensi di app store adalah hal yang bertolak belakang dengan idealisme tersebut.

Akhirnya sabtu (1/8), Apple menyingkirkan 29.800 aplikasi dari app store mereka di Tiongkok. Dan 26.000 di antaranya adalah game. Langkah tersebut diambil Apple karena adanya tindakan keras dari pemerintah Tiongkok terkait peredaran game tidak berlisensi.

Awal tahun lalu, Apple menerbitkan deadline kepada para pengembang game yang memasarkan produk game mereka di app store. Para pengembang hingga akhir Juni diminta untuk mengurus kepemilikan nomor lisensi dari pemerintah setempat, yang mengizinkan mereka untuk mengadakan in-app-purchase di dalam gamenya.

Game buatan developer Tiongkok memang sudah lama berurusan dengan peraturan tersebut, dan belum diketahui mengapa Apple tiba-tiba mengambil tindakan tegas saat ini. Mereka belum memberikan keterangan lebih lanjut.

Apple sudah menghapus sebanyak 2.500 aplikasi dan game dari app store di awal Juli lalu. Beberapa game tersebut berasal dari developer besar, termasuk Zynga dan Supercell.

"(Kebijakan) ini paling berdampak terhadap developer game berskala kecil hingga menengah, karena sulit sekali mengurus lisensi bisnis. Ini mengguncang industri game iOS di seluruh Tiongkok," ujar Todd Kuhn, marketing manager AppIn Tiongkok. AppIn adalah perusahaan yang membantu perusahaan dari seluruh dunia dalam mendistribusikan aplikasi mereka.(*)

Related Articles
Tech
Tak Sertakan Charger di iPhone 12, Pelajar Tiongkok Tuntut Apple

Tech
Xiaomi Bakal Hapus Branding Nama 'Mi' dari Produknya. Kenapa NIh?

Tech
Meski Komponen Sulit, Apple Kembali Jadi No. 1 di Pasar Smartphone Global