Current Issues

Tambahkan Face Shield di Atas Masker untuk Melindungi dari Covid-19

Dwiwa

Posted on August 2nd 2020

(ANTARA FOTO/Didik Suhartono/foc)

Masker telah berubah menjadi alat perlindungan diri bagi orang-orang yang harus keluar dari rumah. Penutup wajah satu ini telah dilaporkan dalam beberapa penelitian mampu menurunkan risiko penularan Covid-19. Lalu bagaimana dengan face shield yang akhir-akhir ini juga banyak dipromosikan mampu melindungi dari Covid-19?

Dilansir dari Good House Keeping, dua pejabat tinggi di Satuan Tugas Coronavirus di White House, AS, Anthony Faucy dan Deborah Birx telah merekomendasikan face shield dan pelindung mata lain sebagai cara untuk mencegah warga AS menyentuh wajah mereka.

Face shield kami rasa dapat melindungi individu dan dapat mengurangi penggunanya menyentuh mata dan menyebarkan virus. Serta (mencegah) droplet mengenai mereka. Jadi ada dua teknologi berbeda untuk dua alasan berbeda,” ujar Birx saat hadir dalam acara Fox & Friends. Menurutnya, face shield bisa memberikan perlindungan ekstra untuk orang-orang yang sudah memakai masker.

Sementara dokter Fauci, direktur National Institute of Allergy and Infectious Disease AS, mengatakan kepada ABC Health jika dia akan merekomendasikan face shield atau kacamata keselamatan untuk keamanan optimal.

“Jika kalian memiliki kacamata atau pelindung mata, kalian harus menggunakannya. Ini bukan rekomendasi universal, tetapi jika kalian benar-benar ingin melengkapinya, kalian sebisa mungkin harus menggunakannya. Secara teoritis, kamu harus melindungi seluruh permukaan mukosa,” jelas Fauci. Dia menambahkan jika mata tidak terlindungi oleh masker.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) berpendapat jika virus akan menyebar ketika droplet infeksius memasuki selaput lendir, alasan mengapa para ahli meminta orang-orang sebisa mungkin untuk tidak menyentuh wajah mereka.

CDC menyebut jika penularan utama Covid-19 melalui droplet pernapasan yang dihirup ketika seseorang yang terinfeksi batuk, bersin, atau berbicara dalam jarak dekat dengan orang lain. Inilah alasan mengapa masker menjadi penting.

Pejabat CDC juga merekomendasikan perlindungan mata untuk para pekerja medis, meski bukan untuk penggunaan sehari-hari karena masalah pasokan. Nah, sebelum memutuskan apakah perlu membeli face shield atau tidak, ada baiknya kalian memahami lebih dulu fungsi dari face shield ini.

Apakah face shield menggantikan masker?

TIDAK. Kalian tidak bisa menggunakan face shield sebagai pengganti masker. Apa alasannya?

“Masker mengandung droplet yang kalian keluarkan ke lingkungan. Tetapi face shields melindungi pengguna dari cipratan droplet yang mungkin mengenai wajah. Meski face shields dapat melindungi pemakai dan orang lain dari droplet infeksius, aerosol tidak akan bisa dicegah untuk masuk lewat berbagai sisi face shields dan berpotensi menyebabkan infeksi,” jelas dokter Sherill Brown, direktur medis dari pencegahan infeksi di AltaMed Health Service di Los Angeles.

Apakah face shields berfungsi sebaik masker?

Menurut dokter Ghazala Usmani, direktur klinis pediatrik, hematologi dan onkologi di Umass Memorial Medical Center mengatakan, jika selama pandemi para pekerja medis telah dianjurkan untuk menggunakan face shields ketika berinteraksi lebih dari 45 menit dengan pasien yang belum dites Covid-19.

Paparan dalam waktu lama dengan seseorang yang memiliki status Covid-19 tidak jelas dalam jarak dekat dapat meningkatkan risiko. Terutama semenjak kondisi rumah sakit dapat menimbulkan aerosol yang sangat infeksius karena penggunaan peralatan.

Face shields akan melindungi kulit dan yang tidak terlindungi masker dari semprotan material infeksi yang mungkin akan kita sentuh dengan tangan dan mernggosokkannya ke mata, mulut dan hidung. Kita biasanya menggunakan ini di rumah sakit ketika pasien sakit di ruangan mereka dimana biasanya tidak mengenakan masker,” tambah Brown.

Haruskah aku mengenakan face shields atau kacamata?

Jika kalian secara konsisten berada di sekitar orang asing atau merawat seseorang yang sakit, face shields lebih cocok digunakan dalam jangka waktu lama.

Face shields melindungi seluruh mata dan wajah, di mana kacamata hanya melindungi area yang lebih sempit tepat di depan mata kita dan tidak terlalu protektif,” jelas Brown.

Jika kalian membeli face shields untuk digunakan bersama dengan masker, belilah model yang bisa digunakan kembali yang tidak akan mengganggu pasokan alat pelindung diri (APD) medis. Ada banyak yang dijual secara online dengan bahan yang bisa dibersihkan sebelum digunakan kembali.

Menurut Usmani, kalian harus mencari produk yang benar-benar menutupi seluruh wajah, melingkupi bagian pipi dan memanjang hingga bawah dagu. Kalian juga bisa menggunakan kacamata untuk memberikan perlindungan tambahan. Ini juga akan membantu mencegah kalian untuk menyentuh bagian mata di depan umum.(*)

Related Articles
Current Issues
Tips Makan di Restoran Selama Pandemi dari Peneliti CDC Amerika Serikat

Current Issues
Direktur CDC: Semua Pakai Masker Selama 12 Minggu, Pandemi Bisa Dikendalikan

Current Issues
Obesitas Tingkatkan Risiko Kematian Akibat Covid-19 Pada Pria