Current Issues

Asal-Usul Challenge Foto Hitam Putih #WomenSupportingWomen dan Apa Itu Femicide

Kezia Kevina Harmoko

Posted on August 1st 2020


(Instagram @khloekardashian dan @zeycan_rochelle) 

Kalau kamu aktif banget di Instagram, pasti deh pernah melihat postingan foto hitam putih seorang perempuan, selfie atau candid. Lalu, caption Instagramnya berupa kalimat motivasi dukungan terhadap sesama kaum hawa lengkap dengan tagar #ChallengeAccepted #WomanEmpowerment dan #WomanSupportingWoman atau #WomenSupportingWomen.

Nah, jutaan orang telah mengikuti tagar atau challenge Women Supporting Women ini. Bahkan bintang dunia seperti Khloe Kardashian hingga Vanessa Bryant juga ikut tantangan satu ini. Tapi di balik tantangan yang lagi viral ini, apa sih makna di baliknya? Yuk simak beberapa faktanya! 

Asal-Usul #WomenSupportingWomen

Sebenarnya, tagar satu ini diperkirakan pertama kali diunggah dalam foto milik seorang jurnalis asal Brasil. Pemilik akun @anapaulapadraoofficial ini memposting potret hitam putih dirinya yang tersenyum.

Nah, hanya sekadar itu aja sebenarnya. Ia nggak mengajak atau mentag siapapun untuk ikut meramaikan tagar tersebut, murni mengingatkan bahwa perempuan harus saling mendukung satu sama lain. Tapi, kok bisa ya jutaan orang jadi ikut mengunggah foto mereka dan merasa #WomenSupportingWomen menjadi sebuah tantangan? 

Ramainya perempuan Turki menuntut femicide diberantas


(Instagram @beelzeboobz)

Tantangan viral tersebut ternyata ramai di waktu yang sama ketika para perempuan Turki menuntut keadilan. Negara mereka mengalami kasus femicide yang tidak sedikit jumlahnya dan diperkirakan meningkat tajam selama pandemi.

Femicide adalah tindakan pembunuhan atau kekerasan terhadap perempuan dengan dasar kebencian pada gender perempuan. Nah, kasus ini sangat sering terjadi di Turki. Kasus terbaru adalah kematian Pinar Gültekin, mahasiswi usia 27 tahun yang meninggal di tangan pasangannya sendiri.

Usaha untuk mencegah femicide dan segala kekerasan pada perempuan ini terancam dengan wacana akan dicabutnya Konvensi Istanbul oleh pemerintah setempat.

Apa itu Konvensi Istanbul?

Konvensi Istanbul adalah kebijakan yang diambil Dewan Eropa untuk menghentikan segala kekerasan terhadap perempuan. Beberapa negara di belahan dunia Eropa menandatangani perjanjian tersebut dan mensahkannya agar kasus kekerasan bisa berkurang.

Salah satu negara yang menerapkan Konvensi Istanbul adalah Turki. Namun pemerintah setempat belakangan ini terdengar akan mencabut perjanjian tersebut di negara mereka dengan alasan mengancam nilai-nilai tradisional sebuah keluarga, seperti yang dilansir dari The Guardian.

Dilansir dari unggahan Instagram seorang perempuan yang tinggal di Turki, Zeycan Rochelle Yildirim, sistem peradilan negaranya cenderung memihak kepada laki-laki ketika kasus kekerasan terhadap perempuan terjadi. Hukuman mereka biasanya berkurang jika menggunakan alasan "tidak sengaja" atau dalih keagamaan.

Beberapa perempuan yang memprotes tentang kematian Pinar Gültekin mendapatkan perlakuan kasar dari para petugas kepolisian. Bayangkan kalau Konvensi Istanbul dihapus. Keadaan tentunya akan semakin parah, padahal 42 persen perempuan Turki berusia 15-60 tahun pernah merasakan kekerasan fisik atau seksual dari orang terdekat atau pasangan mereka.

Hubungan tantangan #WomenSupportingWomen dengan femicide dan Konvensi Istanbul

Kalau dilihat dari asal-usul tantangan foto ini, sebenarnya tagar tersebut gak ada hubungannya dengan apa yang diperjuangkan perempuan Turki. Namun, dengan viralnya tagar ini, kasus di Turki juga menuai perhatian lebih dari warganet.

Alhasil, mereka yang awalnya nggak tahu apa yang terjadi di Turki, merevisi challenge mereka dengan memberikan informasi perihal apa yang diperjuangkan perempuan Turki. Nah, bagus juga kan?

Nah, kalau mau ikut tantangan satu ini, tambahkan tagar #IstanbulConventionSavesLives agar dunia maya bisa menyebarkan situasi yang sedang dialami para perempuan Turki.

Ingat juga, jangan sekadar latah mengikuti challenge, tapi lakukan juga imbauan tantangan tersebut. Yuk, saling mendukung satu sama lain! #WomenSupportingWomen (*)

Related Articles
Interest
Museum Hagia Sophia Diubah Jadi Masjid, Digunakan Ibadah Pertama pada 24 Juli

Interest
Hadapi Pandemi Covid-19, Begini Cara 8 Masjid Besar Dunia Beradaptasi

Current Issues
Rahasia Jepang Tangani Covid-19 yang Bisa Dicontoh Indonesia