Current Issues

Waspada! Terjadi Lonjakan Kasus Baru Covid-19 di Sejumlah Negara di Asia

Dwiwa

Posted on July 31st 2020

Kasus Covid-19 di seluruh dunia masih belum mengalami perlambatan. Kurvanya terus meningkat setiap hari dan bahkan mencapai rekor baru dari waktu ke waktu. Selain Amerika, kasus juga mengalami lonjakan cukup signifikan di Asia.

Dilansir dari Reuters, beberapa waktu lalu pemerintah di Asia selalu membanggakan diri atas keberhasilan mengatasi wabah dengan cepat semenjak virus SARS-Cov-2 muncul di Tiongkok akhir tahun lalu. Namun melonjaknya kasus dalam sebulan terakhir menunjukkan betapa bahayanya rasa puas diri.

“Kita harus berhati-hati untuk tidak terbawa dalam gagasan jika ada kekebalan emas yang dimiliki Australia terhadap virus ini,” ujar Perdana Menteri Australia Scott Morrison. Negeri Kangguru ini baru saja mencatatkan hari paling mematikan dengan 13 kematian dan lebih dari 700 infeksi baru.

Infeksi tersebut paling banyak terjadi di wilayah kedua paling padat di Victoria di mana pemerintah telah memerintahkan semua penduduk mengenakan masker. Setidaknya sudah ada 16.298 kasus dengan 189 kematian sejak pandemi mulai menginfeksi. Separuhnya berada di Victoria dan Melbourne, yang saat ini tengah di lockdown.

Menurut Morisson, pembatasan lebih lanjut yang dilakukan akan memberikan pukulan bagi ekonomi negara tersebut. Namun kegagalan dalam mengendalikan pandemi justru akan memberikan dampak ekonomi dalam jangka panjang.

Vietnam, yang telah bebas dari virus selama berbulan-bulan, juga mendapat peringatan keras tentang bahaya gelombang baru yang menyebar ke enam kota dan provinsi dalam waktu enam hari. Semua penyebaran ini terkait dengan outbreak yang terjadi di pusat kota Da Nang.

Puluhan ribu orang yang berkunjung ke Da Nang dihimbau pemerintah untuk melaporkan diri ke pusat pengendalian penyakit. Sembilan kasus baru telah dikonfirmasi yang membuat total kasus menjadi 42 semenjak virus muncul kembali pada akhir pekan.

Kasus juga muncul di Hanoi, Ho Chi Minh City, dan Central Highlands. Untungnya, ada program karantina terpusat dan pelacakan kontak yang agresif yang membuat Vietnam memiliki total hanya 459 kasus tanpa adanya kematian.

Namun saat ini lebih dari 81 ribu orang dalam karantina dan pihak berwenang di Hanoi mengatakan jika lebih dari 20 ribu penduduk yang baru kembali dari Da Nang akan mendapatkan pengujian.

Hanoi juga melarang pertemuan besar dan menutup bar. Sementara pemimpinnya Nguyen Duc Chung menyatakan kota harus bertindak sekarang juga dan cepat. “Kita harus menggunakan kekuatan penuh untuk menguji 21.063 orang yang kembali. Semua harus selesai dalam tiga hari,” ujar Chung.

Di India, lebih dari 52 ribu kasus dilaporkan dalam waktu 24 jam terakhir, yang membuatnya menjadi paling tinggi dalam satu hari. Angka ini membuat jumlah total kasus di negara ini hampir mencapai 1,6 juta.

Secara global, India berada di peringkat ketiga sebagai penyumbang kasus tertinggi di dunia. Kota-kota besar seperti New Delhi dan Mumbai memang telah mengalami penurunan kasus. Sayangnya, di daerah pedesaan kasusnya justru meningkat dengan tajam.

Hong Kong juga mencatat penambahan harian terbanyak dengan 149 kasus baru, termasuk 145 yang ditularkan secara lokal. Lebih dari 3 ribu orang telah terinfeksi di Hong Kong dengan 24 diantaranya meninggal dunia.

Tiongkok juga melaporkan 105 kasus baru di daratan utama, naik dari 101 yang dilaporkan pada hari sebelumnya. Sebanyak 96 di antaranya berada di wilayah barat jauh dari Xinjiang, lima di provinsi Liaoning, satu di Beijing dan tiga kasus impor dari negara lain. Pada Rabu, Tiongkok memiliki total 84.165 kasus dengan 4.634 kematian.

Korea Utara yang selama ini melaporkan tidak ada kasus domestik pun baru-baru ini mengeluarkan peringatan adanya kemungkinan kasus yang muncul. Meski belum di konfirmasi positif, tetapi pria 24 tahun yang sempat membelot ke Korea Selatan pada 2017 ini menunjukkan gejala terinfeksi saat terjaring skrining ketat di Kaesong.

Surat kabar Rodong Sinmun, juru bicara Partai Buruh yang berkuasa, memperingatkan bahaya dari kecerobohan. “Satu detik kelalaian dapat menyebabkan krisis yang fatal,” katanya.

Kembali terjadinya lonjakan kasus di beberapa negara asia yang telah "berhasil" mengatasi pandemi bisa kita jadikan sebagai pengingat. Menerapkan pola hidup sehat dan mengikuti protokol kesehatan yang berlaku tetap harus dilakukan meski kalian berada di wilayah yang saat ini tidak ditemukan kasus Covid-19.

Sebab secara keseluruhan, Indonesia telah memiliki kasus terkonfirmasi di atas seratus ribu, meningkat dua kali lipat hanya dalam waktu satu bulan. Penularan kasus yang tadinya banyak di kota pun kini sudah semakin sering ditemukan di wilayah pedesaan yang selama ini dianggap cukup aman dari Covid-19.

Jadi, ingat selalu ya untuk menggunakan masker saat keluar rumah, menjaga jarak minimal dua meter, dan rajin mencuci tangan dengan sabun serta menjaga kebersihan diri. Oh ya, Covid-19 juga tidak hanya berbahaya bagi orang berusia lanjut, tetapi bagi segala usia. Yuk lindungi diri dan orang-orang tersayang.(*)

Related Articles
Current Issues
Covid-19 Global Tembus 10 Juta Kasus, Hampir 500 Ribu Penderita Meninggal Dunia

Current Issues
Jepang Bahas Pelonggaran Larangan Perjalanan dengan Beberapa Negara

Current Issues
Keberhasilan Vaksin Covid-19 Tergantung dari Jumlah Orang yang Diimunisasi