Entertainment

Dituduh Plagiat, Logo Merchandise ‘folklore’ Taylor Swift Diubah

Kezia Kevina Harmoko

Posted on July 31st 2020


(Beth Garrabrant)

Album folklore milik Taylor Swift berhasil mencuri perhatian penikmat musik seluruh dunia. Bukan hanya karena lagu-lagunya yang enak banget, bintang pop satu ini juga menyertai album terbarunya dengan merchandise keren seperti cardigan yang dipakai di salah satu video musik dan beberapa sweater.

Sayangnya, desain logo merchandise dari album debut yang merajai tangga lagu ini menuai kontroversi. Pada Jumat (24/7) lalu, seseorang bernama Amira Rasool menyatakan kemiripan antara logo folklore tersebut dengan logo perusahaan fashion daring miliknya yang bernama The Folklore.

 

Pemilik usaha berkulit hitam yang berasal dari Afrika ini tidak mempermasalahkan nama folklore, namun bentuk logo cardigan dan sweater milik pelantun exile tersebut yang dinilai sangat mirip.

“Berdasarkan kemiripan desain tersebut, saya percaya bahwa desainer merchandise tersebut meniru logo perusahaan yang saya miliki. Saya menyayangkan bahwa perusahaan atau figur publik besar melakukan plagiarisme terhadap karya milik usaha kaum minoritas,” kata CEO dari The Folklore.

Kita pasti sudah sering lihat dong desain dari cardigan hangat yang dipakai Taylor Swift di video musik cardigan. Beberapa figur publik lain juga terlihat mengenakan outer hangat tersebut. kalau kita perhatikan lagi, memang ada kemiripan bentuk logo, di antaranya tulisan ‘the’ yang sama-sama vertikal.

Bedanya, merchandise sang penyanyi pop menggunakan font yang berbeda dari logo perusahaan Amira Rasool. Gaya tulisan merchandise tersebut juga miring dan diawali huruf kecil, bukan kapital seperti milik perusahaan The Folklore.

Dilansir dari wawancara yang dilakukan oleh InStyle, pemilik usaha yang berasal dari Afrika tersebut berkata, “Jelas bukan Taylor yang membuat desain merchandise miliknya. Namun, ia lah yang menerima keuntungan dan timnya yang mengerjakan segala hal. Jadi semua tergantung pada keputusannya.”

Untungnya tim dari Taylor Swift menanggapi dengan segera. Selasa (28/7) lalu mereka mengeluarkan pernyataan resmi terhadap tuduhan plagiarisme yang diterima. “Kami sadar tentang keluhan perihal logo ‘the folklore’ di beberapa merchandise. Kini merchandise dengan desain logo ‘the folklore’ tidak akan diproduksi atau dipasarkan,” jelasnya dilansir dari Good Morning America

 

“Dengan tujuan yang baik, bagi semua pemesan merchandise tersebut, mereka akan menerima versi terbaru tanpa kata ‘the’ pada tulisan ‘folklore’.”

Kini cardigan dan sweater dari album folklore sudah tidak memiliki tulisan ‘the’ lagi untuk logonya. Gimana, mau coba beli? Ingat, ketersediaan merchandisenya terbatas lho! (*)

Related Articles
Entertainment
Teori Fans Terjawab, Ini Inspirasi Taylor Swift Menamai Tokoh dalam 'folklore'

Entertainment
Taylor Swift Rilis Album ‘Folklore’ Tiba-Tiba, Bikin Fans Kaget Setengah Mati

Entertainment
8 Fakta Unik Tentang Album Terbaru Taylor Swift ‘Folklore’