Current Issues

Kasus Covid-19 Indonesia Tembus 100.000, Protokol Kesehatan Harus Lebih Dipatuhi

Dwiwa

Posted on July 28th 2020

Sejak kasus pertama Covid-19 diumumkan 2 Maret lalu di Indonesia, jumlah orang yang terinfeksi terus meningkat setiap harinya. Dan pada Senin (27/7), kasus Covid-19 di Indonesia akhirnya menembus angka seratus ribu, tepatnya 100.303 setelah mengalami peningkatan 1.525 kasus dalam sehari.

Angka ini membuat Indonesia menjadi negara dengan jumlah kasus tertinggi di Asia Tenggara. Namun menurut para ahli, angka tersebut mungkin tidak mencerminkan jumlah kasus sesungguhnya yang ada di negara dengan penduduk terpadat keempat di dunia ini. Sebab, pengujian di Indonesia masih cukup rendah dan ada beberapa faktor lain yang juga mempengaruhi.

Dilansir dari Portland Press Herald, saat awal pandemi terjadi di Tiongkok dan mulai menyebar di beberapa negara lain, para pemimpin Indonesia mengatakan tidak adanya virus yang masuk ke bumi pertiwi karena kuatnya doa dan juga beberapa langkah pencegahan yang dilakukan. Namun pada 2 Maret 2020, kasus resmi pertama diumumkan langsung oleh presiden Joko Widodo.

Semenjak itu, penyebaran terjadi dengan begitu cepat, terutama di daerah metropolitan. Dari penambahan kasus harian di angka ratusan kemudian berubah menjadi lebih dari seribu dalam sebulan terakhir. Pemerintah pun mulai menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di beberapa wilayah alih-alih lockdown untuk memutus rantai penularan.

Namun pada awal Juni, di tengah kasus Covid-19 yang trennya terus meningkat, pembatasan mulai dilonggarkan, bahkan dicabut di beberapa wilayah. Mall dan restoran dibuka setelah memasang pembatas plastik dan menerapkan pengecekan suhu.

Transportasi yang sempat dihentikan sesaat, termasuk penerbangan, juga kembali diperbolehkan beroperasi di seluruh negeri. Ojek yang sempat dilarang membawa penumpang juga sudah diijinkan untuk mengangkut orang hanya dengan berbekal pembatas plastik antara pengemudi dan penumpang.

Tapi, para pemilik usaha sebenarnya tahu tidak ada cara mudah untuk mencegah penularan virus di tempat mereka. "Sebagai pengusaha, kami hanya bisa mengambil tindakan seperti itu,” ujar pemilik kedai kopi di Jakarta Amir Faisal, yang memasang pembatas akrilik di meja kafenya.

Para ahli kesehatan di negeri ini sebenarnya sudah sejak lama bersuara, mengkritisi keputusan pemerintah untuk kembali membuka bisnis. Padahal penyebaran Covid-19 masih cukup masif, bahkan sudah merembet masuk ke daerah pedesaan, bukan lagi hanya di kota besar seperti saat awal pandemi.

“Pemerintah hanya berpikir soal ekonomi, bukan kasus. Peningkatan aktivitas, pertemuan, dan pekerjaan sangat potensial meningkatkan jumlah (kasus Covid-19),” ujar ahli epidemiologi Universitas Indonesia Pandu Riono.

Akhir Juni lalu, kasus di bumi pertiwi baru dikonfirmasi sekitar 50 ribu dan pemerintah menyebut jika peningkatan yang terjadi berhubungan dengan tempat kerja seperti kantor dan pabrik. Kurang dari sebulan kemudian, jumlah ini sudah meningkat dua kali lipat.

“Saya juga tidak tahu kapan puncaknya akan datang. Melihat perkembangan yang fluktuatif, ada daerah yang mengalami penurunan kasus, sementara daerah lain mengalami peningkatan,” ujar Donni Monardo , Kepala Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

Di negeri yang kaya ini, pengujian virus masih berada di level terendah di dunia. Di daerah yang jauh dari pusat kota, hasil tes membutuhkan waktu berhari-hari untuk dapat kembali. Menurut para sosiolog, ini akibat kurangnya koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah, sehingga ada kesalahan dalam pengambilan langkah.

“Ada masalah komunikasi terkait upaya penyebaran informasi dari pemerintah kepada masyarakat. Sementara pemerintah memberitahu masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan untuk Covid-19, ada kesenjangan dan penyimpangan diantara mereka,” ujar Daisy Indira Yasmine, sosiologis dari UI.

Selain itu, ada juga hambatan budaya. Ibadah masih dilakukan di masjid si seluruh negeri, yang mengarah pada outbreak baru. Tradisi penguburan secara agama telah membuat jenazah pasien Covid-19 diambil paksa dari rumah sakit, menyebabkan kemunculan apa yang disebut pemerintah sebagai kluster mayat.

Tidak ada tanda yang jelas soal bagaimana pemerintah akan mengatasi dan mengendalikan penyebaran virus SARS-Cov-2 di bumi pertiwi. Briefing harian yang selama ini hadir setiap sore juga sudah ditiadakan dan perhatian dialihkan pada pengembangan vaksin.

Indonesia memang telah bekerja sama dengan beberapa perusahaan farmasi negara lain dan sekaligus mengembangkan vaksin sendiri di dalam negeri. Salah satu vaksin bahkan sudah berada pada fase ketiga pengujian dan dikatakan mungkin tersedia pada tahun depan.

Namun, beberapa ahli tampaknya tidak yakin jika hanya mengandalkan vaksin menjadi langkah yang tepat bagi Indonesia untuk mengendalikan pandemi.

“Ini terlihat seperti kita ingin keajaiban untuk mengatasi pandemi hanya dengan menemukan vaksin. Tetapi vaksin bukan menjadi satu-satunya solusi,” ujar Riono. Menurutnya, pemerintah seharusnya menyiapkan cara untuk mengendalikan kluster penularan baru yang potensial.

Di Jakarta, salah satu wilayah dengan peningkatan kasus harian tertinggi, perilaku masyarakat terhadap virus menjadi lebih santai. Beberapa kafe tampak ramai dan tidak memberikan jarak antar pelanggan seperti aturan yang disarankan. Mall penuh dengan pengunjung tanpa masker dan bepergian antar daerah juga lebih mudah.

“Ketika pemerintah mencabut pembatasan, orang mulai berkerumun di tempat yang sebelumnya ditutup, seperti masjid dan tempat kerja,” ujar Riono, merujuk pada peningkatan kasus di Jakarta.

Seorang pasien yang berhasil sembuh dari Covid-19 tetapi kehilangan ibu mertuanya pada April, Simon Nainggolan, mengatakan jika Indonesia masih sangat jauh dari akhir pandemi. “Orang-orang yang perlu bekerja harus lebih mematuhi protokol kesehatan,” ujarnya.(*)

Related Articles
Current Issues
Cara Cerdas Menghindari Corona Versi Ahli Penyakit Menular Amerika Serikat

Current Issues
Pembuatan Vaksin Covid-19 Adalah Tantangan Terbesar Dalam Sejarah Medis

Current Issues
Kemungkinan Vaksin Covid-19 Baru Tersedia Awal 2021