Current Issues

Seru! Ratusan Murid di Dunia Belajar Bikin Film Pendek dari Rumah

Delya Oktovie Apsari

Posted on July 27th 2020

 

Beberapa film pendek hasil karya siswa yang diunggah di laman Babel.com.

 

#DiRumahAja selama pandemi sudah kita jalani selama berbulan-bulan. Bosan? Rasanya sampai lupa apa itu bosan, karena setiap hari dirasakan.

Mungkin ini pula yang dirasakan Arabella Sharkey, siswi kelas 11 dari Canadian International School. Namun, ia memiliki caranya sendiri untuk mengatasi kebosanannya. Yakni, dengan membuat film pendek sendiri!

Dilansir dari South China Morning Post, Sharkey adalah satu dari ratusan siswa usia 13-18 tahun yang mendedikasikan waktu mereka untuk menciptakan film pendek. Proyek ini digagas oleh filmmaker asal Hong Kong, Jeremy Hung Hei, dan diberi nama Film Stylo.

Pria yang getol membuat film sejak SMP ini, baru saja menyelesaikan isolasi mandiri selama dua minggu di kampung halamannya, sepulang dari Amerika Serikat. Sebelumnya, Ia menjalani residensi bidang seni di Universitas Yale berkat program beasiswa dari Asosiasi Yale-Tiongkok mulai Januari kemarin. Namun, kampus bergengsi di New Haven tersebut tutup akibat pandemi.

"Pandemi telah mengubah keadaan dan memberikan tujuan lain pada proyek beasiswaku," tutur Hung soal latar belakang proyek Film Stylo.

"Salah satu golnya adalah untuk menumbuhkan konsep mentalisasi psikologis melalui refleksi diri, berbagi dan diskusi dengan teman tentang proses pembuatan film dan pekerjaan yang dihasilkan. Mentalisasi membantu siswa mengembangkan kapasitas untuk menumbuhkan sense of self dan sense of others yang sehat, mempromosikan empati, keragaman dan inklusi pada generasi siswa kami berikutnya," kata Eunice Yuen, psikiatri anak di Yale Child Study Center.

Selama prosesnya Hung mendampingi ratusan murid dari beberapa negara. Menurutnya, mereka tidak hanya mendapat dukungan kreatif dan emosional lewat Film Stylo, tetapi mereka juga bisa 'mengintip' kehidupan siswa lainnya.

"Kami punya murid di Hong Kong yang membuat film dari gedung tinggi, sedangkan murid lainnya merekam dari rumah horizontal mereka di New Haven. Mereka menyaksikan kehidupan mereka masing-masing," ujar founder Babel Film Workshop tersebut.

Film pendek yang dibuat Sharkey bertajuk Views from My Home: The Giant & The Beanstalk -- merujuk pada dongeng legendaris tentang Jack, yang memanjat pohon kacang polong melewati langit dan masuk ke rumah raksasa. Sharkey mengambil gambar dari tempat tinggalnya yang berada di lantai 52. Dalam filmnya, ia mencurahkan perasaannya, bagaimana tinggal di gedung yang sangat tinggi membuatnya merasa seakan-akan ia adalah Jack.

 

 

"Kehidupan siswa sekarang didominasi oleh teknologi, sehingga penting bagi kita untuk mengajari mereka melihat apa yang menjadikan kita manusia [...] Ini bukan sekadar membuat film, kami ingin memastikan kalau murid bisa mengkomunikasikan sesuatu yang memiliki arti. (Proyek) ini sekarang adalah arsip internasional dokumentasi masa bersejarah kini dari perspektif murid," papar Hung.

Baginya, ketika menonton film yang dibuat oleh orang lain, kita bisa membayangkan rasanya menjadi orang tersebut dan melihat apa yang mereka lihat. "Itu adalah cara yang kuat untuk mengkomunikasikan pengalaman." (*)

Related Articles
Current Issues
Sekolah Dibuka Januari 2021, 7 Hal Ini Harus Dilakukan Sekolahmu

Current Issues
Perubahan Iklim Bikin Virus Makin Kuat, Manusia Tambah Lemah

Current Issues
Ngeri! 44,9 Juta Warga Indonesia Percaya Kebal Covid-19