Lifestyle

Fakta Soal Antioksidan, Zat yang Dipercaya Baik untuk Kesehatan

Dwiwa

Posted on July 26th 2020

 

Antioksidan menjadi salah satu bahasan yang cukup populer dalam beberapa tahun terakhir. Zat ini digadang-gadang memiliki manfaat super untuk kesehatan tubuh. Tidak heran jika banyak orang berburu antioksidan baik itu berbentuk suplemen maupun dari berbagai jenis makanan.

Tapi, benar nggak sih antioksidan ini merupakan superfood? Dilansir dari Insider, antioksidan sebenarnya merupakan zat yang banyak ditemukan di bahan makanan nabati seperti buah, sayur, kacang-kacangan, kopi, gula, termasuk suplemen.

Bahan ini penting untuk tubuh karena dapat mencegah atau menunda kerusakan sel yang disebabkan oleh radikal bebas. Radikal bebas sebenarnya merupakan produk sampingan normal dalam kehidupan manusia. Seperti asam laktat yang timbul saat berolahraga.

Selain itu, radikal bebas juga bisa berasal dari luar tubuh. Beberapa contohnya adalah asap rokok, polusi udara, jenis obat-obatan tertentu, termasuk paparan sinar matahari. Radikal bebas ini dapat mengikat sel sedemikian rupa sehingga dapat merusak protein dan DNA yang ada di dalamnya.

Untungnya, ancaman ini bisa diatasi oleh antioksidan. Itulah mengapa mengonsumsi antioksidan dalam jumlah cukup penting untuk melawan kerusakan yang diakibatkan oleh radikal bebas. Jika terlalu banyak, radikal bebas dapat merusak sel dalam bentuk stres oksidatif yang terkait dengan penyakit seperti kardiovaskuler, kanker, radang sendi, hingga kondisi neurodegeneratif seperti Alzheimer.

Manfaat kesehatan yang diperoleh dari antioksidan sebenarnya sejalan dengan keuntungan dari diet makanan utuh dan menjalani gaya hidup sehat. Para ilmuwan juga menyebut jika antioksidan dapat mengurangi peradangan, sebuah proses ketika sel darah putih melindungi tubuh dari penyusup asing seperti bakteri dam virus.

Apa sumber makanan yang kaya antioksidan?

Secara alami tubuh sebenarnya juga memproduksi antioksidan dalam bentuk gluthathione dan alpha lipoic acid. Tetapi kalian juga bisa mendapatkannya dari makanan seperti buah, sayur, kopi yang telah diketahui kaya akan anti oksidan.

Ada banyak zat yang berfungsi sebagai antioksidan, termasuk vitamin C, vitamin E, beta-karoten, selenium dan magnesium. Zat-zat ini bisa ditemui di banyak makanan mulai dari bluberri hingga dark chocholate.

Sementara itu, sebuah penelitian pada tahun 2010 yang dipublikasikan di Nutrition Journal, menemukan jika diet yang mengutamakan makanan nabati paling baik untuk melawan stres oksidatif. Ini disebabkan karena makanan nabati mengandung antioksidan 5 hingga 3 3kali lebih banyak dari produk daging.

Masih menurut penelitian yang sama, kayu manis, basil, kopi, teh, beri, dark chocholate, kacang, kubis, artichoke, allspice, dan dill memiliki kandungan antioksidan yang tinggi. Namun yang harus diingat, tidak ada makanan tunggal yang kaya antioksidan. Artinya kalian harus mengonsumsi lima porsi buah dan sayur setiap haru untuk mendapatkan seluruh antioksidan yang dibutuhkan.

Suplemen antioksiden mungkin tidak diperlukan

Suplemen antioksidan menjadi sumber lain yang bisa dikonsumsi. Namun bukti yang mendukung manfaat mengonsumsi antioksidan dalam bentuk suplemen masih terbatas. Misalnya artikel review pada 2011 di Oxidative Medicine and Cellular Longevity yang melaporkat bahwa antioksidan dalam bentuk suplemen mungkin tidak memberikan perlindungan yang sama seperti diet kaya antioksidan dari makanan utuh.

Tim Spector, profesor epidemiologi genetis di King College London menyebut jika antioksidan bekerja paling baik ketika dikonsumsi sebagai makanan utuh seperti dalam bentuk sayur, buah, dan kacang-kacangan. (*)

Related Articles
Lifestyle
5 Makanan Ini Bantu Jaga Kulitmu Tetap Sehat

Lifestyle
Awas, Diet Yo-Yo Berbahaya Bagi Kesehatan Loh

Lifestyle
Minuman Ini Bisa Bikin Lemak Visceral Menumpuk dan Sebabkan Penyakit Serius Loh