Entertainment

Novel Karya Mendiang Kobe Bryant, Dorong Atlet Muda Jaga Kesehatan Mental

Dwiwa

Posted on July 22nd 2020

(Foto: USA Today) 

Bryant memang sudah meninggal dalam kecelakaan helikopter bersama putrinya, Gianna, sekitar lima bulan lalu. Tetapi semangat mantan bintang NBA itu masih bisa dirasakan hingga saat ini. Selain melalui ukiran prestasi yang pernah dibuatnya, semangat Kobe juga semakin terasa melalui buku yang baru saja dirilis oleh istrinya, Vanessa Bryant. Buku bergenre dewasa muda ini diberi judul Geese Are Never Swans yang diciptakan Kobe dan ditulis oleh psikologis Eva Clark.

Buku ini menceritakan tentang perjuangan seorang bocah lelaki yang bercita-cita menjadi atlet renang di Olimpiade. Mimpinya mirip dengan almarhum kakaknya, Danny, yang bunuh diri setelah gagal masuk tim nasional. Meskipun ada banyak cobaan dan kesulitan dihadapi, Gus mulai belajar kekuatan penyembuhan dalam olahraga.

“Kami sangat bangga untuk melanjutkan misi Kobe untuk mengajari kekuatan emosi pada atlet generasi muda. Buku Dewasa muda karya Kobe #GeeseAreNeverSwans resmi dirilis hari ini. Novel ini fokus pada pentingnya kesehatan mental pada atlet muda dan bagaimana olahraga dapat membantu mengatasi kesulitan terbesar dalam hidup,” tulis Vanessa dalam Instagram seperti dilansir dari ET.

Dia pun mengucapkan terima kasih kepada orang-orang yang terus mendukung apa yang telah ditinggalkan Kobe. Selain itu, buku ini juga membantu Vanessa dalam mengatasi kesedihan. “Aku senang kita masih memiliki bukunya untuk membantu kita semua sepanjang perjalanan ini,” tambahnya.

(Instagram Kobe Bryant)

Sementara Clark mengatakan kepada People jika buku tersebut merupakan karya penuh cinta yang membutuhkan waktu tiga tahun untuk konsep berharga, pertemuan, dan sesi diskusi untuk bisa menyelesaikannya.

“Kobe memiliki semangat itu, dia seorang pendongeng. Dia begitu berdedikasi untuk memahami cerita: ‘apa tanggung jawab kita? Bagaimana kamu menceritakan pada orang-orang yang membutuhkan?’”, jelas Clark mengingat bagaimana rasanya dia bekerja bersama Kobe.

Menurut Clark, Kobe begitu tertarik untuk menunjukkan bahwa atlet ini memiliki dorongan ekstrim yang berasal dari trauma yang (sayangnya) dianggap orang-orang sebagai kesuksesan. Tetapi mereka tidak berhubungan dengan trauma mereka, itulah sebabnya mereka sangat marah.

“Dia benar-benar ingin menunjukkan penyembuhan: bagaimana menerima bantuan, terhubung dengan orang lain, menjaga diri sendiri dan tetap memiliki dorongan dan menjadi atlet yang hebat. Ketika kalian tidak berjuang, kalian tidak akan melihat lebih banyak. Terus maju,” lanjut Clark.

Clark juga menyebut jika sebelum kematiannya, pemain legenda LA Lakers itu begitu bersemangat untuk merilis buku ini, yang diharapkan dapat meningkatkan kesadaran tentang pentingnya kesehatan mental di dunia olahraga.

“Masih ada banyak stigma pada kesehatan mental, ini terkihat seperti sesuatu, terutama dalam olahraga, yang tidak dibicarakan atau orang tidak bisa berterus terang. Kita perju menjaga atlet kita dan menghargai setiap bagian dari itu. Bukan hanya sekadar mengagumi secara fisik tetapi juga apa yang mereka alami secara emosional,” jelas Clark.

Menurut Clark, Kobe ingin menceritakan kisah tersebut dan terhubung dengan anak-anak muda sehingga mereka merasa dilihat, termotivasi dan perasa seperti dunia mengerti dan peduli pada mereka. “Aku pikir itu, sangat penting baginya,” imbuhnya. (*)

Related Articles
Entertainment
So Sweet, Putri Sulung Kobe Bryant Dapat Cardigan “Folklore” dari Taylor Swift

Entertainment
Pesan Haru Vanessa di Momen Ulang Tahun ke-42 Mendiang Kobe Bryant

Sport
Penghormatan Luar Biasa untuk Kobe Bryant dan Gianna di Laga Kandang Lakers