Tech

Produksi dan Kebutuhan Robot Meningkat di Tiongkok, Imbas Covid-19?

Delima Pangaribuan

Posted on July 21st 2020

(CGTN)

 
Laporan terbaru Reuters menunjukkan kalau produksi dan kebutuhan robot di Tiongkok meningkat. Ini bisa menjadi gambaran juga akan situasi di negara lain, karena semua sekarang sama-sama menghadapi pandemi Covid-19. Yup, disebut-sebut kalau kenaikan permintaan robot ini paling besar dipengaruhi pandemi.
 
Menurut laporan Reuters yang dikutip CGTN, industri robot Tiongkok meningkat sampai 29,2 persen pada 2020. Sampai dengan Juni, jumlah penjualan robot mencapai 20 ribu unit lebih. Kenaikan akselerasi penjualannya pun keliatan banget menggeliat sejak Mei. Tiongkok sendiri sudah memproduksi hampir 94 ribu robot dalam enam bulan pertama ini.
 
Puluhan ribu robot itu nggak terbatas di robot industri aja, lho. Biasanya robot-robot yang diproduksi adalah robot yang digunakan untuk kebutuhan industri manufaktur atau pabrikan gitu. Tapi sejak Covid-19 melanda, tren mulai bergeser juga ke hospitality alias usaha-usaha jasa dan... hospital, alias rumah sakit. Literally. 

 
Sejak 2016, Tiongkok sudah punya semacam guidelines atau peraturan khusus untuk produksi robot bagi industri mereka. Robot-robot ini dibedakan untuk industri kendaraan, elektronik, kebutuhan rumah tangga, penerbangan, dan kimia farmasi. Nah, tahun ini tren untuk bidang lain yang sebelumnya jarang seperti industri jasa mulai menunjukkan peningkatan.
 
Industri-industri hospitality seperti hotel, kuliner, sampai fungsi pelayanan di rumah sakit di Tiongkok mulai banyak menggunakan robot pengganti. Bukan untuk menguasai dunia kayak di film-film sci-fi gitu, sih. Tapi memang kebutuhan manusia akan robot sekarang mendesak.
 
Kita dituntut untuk hidup dengan tatanan new normal di mana semua harus betul-betul menjaga kebersihan dan mengikuti protokol kesehatan. Artinya, ada beberapa pekerjaan berisiko seperti waiter-waitress, perawat, hingga petugas kasir yang rawan bertemu orang banyak harus dibantu juga sama robot.

 
"Segmen kesehatan adalah yang paling panas (tinggi kenaikannya)," ungkap Emil Jensen, vice president sebuah perusahaan robot asal Denmark yang berbasis di Tiongkok. "Kami melihat ada banyak peningkatan untuk rumah sakit dan banyak pihak yang untuk pertama kalinya menghubungi kami (untuk pesan robot)," lanjutnya.
 
Bentuk robot untuk pelayan restoran juga banyak diminati pengusaha kuliner. Ma Shenpeng, salah satu pengunjung restoran yang menggunakan serba robot di Beijing, bilang kalau pilihan ini ternyata bikin kustomer lebih nyaman. "Penyajian makanan lebih cepat dari biasanya. Dan yang paling penting, higienis," ungkap Ma.
 
Sebuah perusahaan robot berbasis di Shanghai, Keenon Robotics, penggunaan robot sebenarnya sudah lama dijadikan alternatif para pengusaha di Tiongkok. Karena bisa memotong biaya pekerja dan akhirnya produsen bisa memberikan harga yang lebih murah untuk produk mereka kepada konsumen.
 
Keenon sendiri berencana meningkatkan kapasitas produksi hingga akhir tahun nanti supaya bisa memenuhi kebutuhan publik yang makin meningkat. "Virus ini membuat kami harus bekerja lebih gesit," ungkap CEO Keenon Robotics Li Tong. (*)
Related Articles
Tech
Ami-chan, Cucu Robot Kecil untuk Redakan Kesepian Lansia di Jepang

Current Issues
Inovatif, Tiongkok Gunakan Robot Koki untuk Kurangi Risiko Covid-19 di Sekolah

Current Issues
14 Negara Sudah Diperbolehkan Datang ke Eropa, Indonesia Masuk Daftar?